๐ SESI 9: Workshop Empathize & Define (+ Systems Mapping)
Kompetensi Akhir: Mahasiswa mampu menjalankan tahap Empathize (wawancara mendalam & observasi) dan Define (merumuskan Point of View/POV) secara terstruktur di Miro, serta memetakan ekosistem pengguna menggunakan Stakeholder Map.
Tahap 1: Empathize (Berempati, Bukan Sekadar Bertanya)
Menurut Kelley (2015) dalam Creative Confidence, empati adalah fondasi dari segala inovasi yang bermakna. Ini bukan tentang mengasumsikan apa yang pengguna inginkan, melainkan turun ke lapangan untuk merasakan apa yang mereka rasakan.
- Wawancara Mendalam: Gunakan pertanyaan terbuka (“Ceritakan tentang…”, “Mengapa itu penting bagi Anda?”). Hindari pertanyaan “Ya/Tidak”.
- Observasi: Amati apa yang mereka lakukan, bukan hanya apa yang mereka katakan. Seringkali ada kesenjangan (gap) antara ucapan dan tindakan.
- Immersion: Cobalah mengalami sendiri proses yang dialami pengguna (misal: coba antre atau gunakan aplikasi yang bermasalah).
Ilustrasi: Empati dibangun melalui pendengaran aktif dan observasi langsung terhadap pengguna (Sumber: Unsplash)
Tahap 2: Define (Merumuskan Masalah yang Tepat)
Setelah data terkumpul, kita harus menyaringnya. Tahap Define bukan tentang menemukan solusi, melainkan merumuskan masalah yang tepat untuk dipecahkan. Alat utamanya adalah Point of View (POV) Statement.
Contoh Buruk: “Mahasiswa butuh aplikasi KRS yang lebih cepat.” (Terlalu dangkal, langsung ke solusi).
Contoh Baik: “Mahasiswa semester awal yang cemas (User) membutuhkan cara untuk memprediksi ketersediaan kelas secara real-time (Need), karena ketidakpastian membuat mereka asal memilih dosen dan merasa tidak berdaya (Insight).”
Pengguna (User) tidak hidup di ruang hampa. Sebelum mendefinisikan masalah, kita harus memetakan Stakeholder Map. Siapa saja yang terdampak oleh masalah ini? (Misal: untuk kasus KRS: Mahasiswa, Dosen, Bagian Akademik, IT Server). Solusi yang baik harus mempertimbangkan kebutuhan dan batasan dari seluruh ekosistem, bukan hanya satu pihak.
๐ฎ Studi Kasus: BTPN WOW! (Working on Women)
Aktivitas: “Deep Dive Empathy & POV Mapping di Miro”
Skenario: Gunakan masalah nyata yang telah dipilih kelompok Anda di Sesi 8 (misal: UMKM lokal, layanan kampus, atau isu sosial).
- Role-Play Wawancara (15 menit): Jika belum ada data nyata, lakukan simulasi. Satu orang menjadi “pengguna” (berdasarkan persona yang dibayangkan), satu orang menjadi “pewawancara”. Gunakan panduan pertanyaan dari tugas Sesi 8. Rekam atau catat ketat.
- Isi Empathy Map (20 menit): Di Miro, gunakan template Empathy Map. Isi 4 kuadran berdasarkan data: Says (kutipan langsung), Thinks (pikiran yang tidak diucapkan), Does (tindakan yang diamati), Feels (emosi: frustasi, cemas, senang).
- Buat Stakeholder Map (10 menit): Di frame terpisah, petakan semua pihak yang terlibat dalam ekosistem masalah ini. Hubungkan dengan garis untuk menunjukkan ketergantungan.
- Rumuskan POV (15 menit): Berdasarkan Empathy Map, diskusikan dan sepakati 1 POV Statement terbaik menggunakan rumus: [User] needs [Need] because [Insight]. Tulis di sticky note besar di tengah papan Miro.
Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelas)
- Kualitas Empati: Saat mewawancarai (atau role-play), apakah Anda benar-benar mendengarkan, atau hanya menunggu giliran untuk bertanya berikutnya? Apa insight paling mengejutkan yang Anda temukan?
- Lensa Systems Thinking: Lihat Stakeholder Map Anda. Jika solusi Anda nanti sangat menguntungkan “User” utama, apakah ada stakeholder lain yang justru dirugikan? (Misal: aplikasi ojek online menguntungkan penumpang, tapi bagaimana dengan pangkalan ojek tradisional?)
- Ketajaman POV: Bandingkan POV Statement Anda dengan kelompok lain. Mana yang lebih spesifik dan memicu ide solusi? Mengapa POV yang terlalu luas (“Semua orang butuh…”) itu berbahaya?
- Peran AI: Jika AI bisa merangkum transkrip wawancara dalam 10 detik, di mana letak nilai tambah manusia dalam tahap Empathize? (Jawaban: Pada nuansa emosi, bahasa tubuh, dan kepercayaan yang dibangun).
Anda sedang melakukan Pikir yang mendalam. AI bisa membantu merapikan data, tetapi hanya Anda yang bisa merasakan empati dan memahami kompleksitas sistem. Jangan biarkan teknologi membuat Anda kehilangan sentuhan manusia.
Output Sesi Ini (Wajib):
- โ
Update Miro Board: Tambahkan 1 frame baru berjudul “Empathize & Define”. Frame ini wajib berisi:
- Empathy Map yang terisi (minimal 8-10 sticky notes per kuadran).
- Stakeholder Map sederhana.
- 1 POV Statement final yang disepakati kelompok.
- โ Tugas Individu: Wawancarai 1 pengguna nyata (bukan teman sekelas) terkait masalah proyek Anda sebelum Sesi 10. Rekam atau catat transkripnya.
Persiapan Sesi 10 (Pre-class):
- ๐ Wajib Baca: Bab tentang Ideation dan How Might We (HMW) di Diktat IHDT.
- ๐ฏ Fokus: Bawa POV Statement Anda ke Sesi 10. Kita akan “meledakkannya” menjadi puluhan ide solusi.
- Prompt AI untuk Sesi 10:
๐ฏ Peta Perjalanan Fase 3:
- โ Sesi 8: Setup & DFG Overview
- โ Sesi 9: Empathize & Define (Hari ini)
- โญ๏ธ Sesi 10: Ideate (HMW & Crazy 8s)
- โญ๏ธ Sesi 11: Prototype (Low-Fi & Service Blueprint)
- โญ๏ธ Sesi 12: Test & Iterate (Feedback Grid)
๐ Referensi Sesi 9
- Buku Utama: Kelley, D. & Kelley, T. (2015). Creative Confidence. Crown Business. (Bab tentang Empathy & Defining the Challenge).
- Buku: Roth, B. (2015). The Achievement Habit: Stop Wishing, Start Doing, and Take Command of Your Life. Harper Business.
- Diktat: Introduction to Human-centered Design Thinking (IHDT) โ IDEO. (Bagian Empathy Map & POV).
- Artikel: “Design Thinking: An introduction” โ System Concepts
- Platform: Miro โ Empathy Map Template
- Platform: Miro โ Stakeholder Mapping Template
โ Intisari Sesi 9