Design-Thinking-08

๐Ÿ“˜ SESI 8: Designing for Growth (DFG) & Pengenalan FSDT + Miro

Kompetensi Akhir: Mahasiswa memahami kerangka kerja Designing for Growth (UVA) dan 5 Langkah Stanford (FSDT), serta mampu menginisiasi papan kerja kolaboratif digital menggunakan Miro sebagai fondasi proyek semester ini.

๐Ÿš€ Awal Fase 3 Systems Thinking Design Thinking AI Partner โฑ๏ธ 120 menit (60′ Teori + 60′ Praktik)
๐Ÿ“– 1. BACA โ€” Pelajari & Pahami Konsep

Transisi ke Fase 3: Dari Berpikir ke Beraksi

Selamat datang di Fase 3. Setelah memahami mindset dan teknik kreativitas (Fase 1 & 2), kini saatnya kita masuk ke eksekusi terstruktur. Kita akan menggabungkan dua kerangka kerja paling ampuh di dunia manajemen inovasi agar proyek Anda tidak hanya “keren”, tapi juga viable.

1. Designing for Growth (DFG) โ€” University of Virginia

Dikembangkan oleh Jeanne Liedtka & Tim Ogilvie, DFG menerjemahkan DT ke dalam bahasa bisnis melalui 4 Pertanyaan Sistemik:

โ“ What is?

Realitas Saat Ini. Apa yang benar-benar terjadi? (Empati & Definisi Masalah). Ini adalah baseline sistem.

๐Ÿ’ก What if?

Kemungkinan. Apa yang bisa terjadi jika kita mengubah variabel? (Ideasi & Eksplorasi).

๐ŸŽฏ What wows?

Pemilihan. Ide mana yang paling berdampak dan layak dikejar? (Kurasi & Keputusan).

โš™๏ธ What works?

Validasi. Bagaimana kita menguji ide ini di dunia nyata dengan biaya rendah? (Prototipe & Tes).

2. Pemetaan DFG ke 5 Langkah Stanford (FSDT)

Kedua kerangka ini bukan saingan, melainkan saling melengkapi. DFG adalah “kompas strategis”, sedangkan FSDT adalah “mesin prosedural” untuk menjawab kompas tersebut:

Pertanyaan DFG (Strategi) Tahap FSDT (Eksekusi) Output yang Diharapkan
What is? Empathize & Define Empathy Map, User Persona, Problem Statement (HMW)
What if? Ideate Brainstorming, Mind Map, 20+ Ide Liar
What wows? Ideate (Converging) 1-2 Ide Terpilih berdasarkan kriteria viabilitas
What works? Prototype & Test Low-fidelity prototype, Feedback grid, Iterasi

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Studi Kasus Mini: DFG dalam Aksi (UMKM Kopi Lokal)

  • What is: Penjualan kopi turun di sore hari. Banyak ampas kopi terbuang. Pelanggan sore adalah mahasiswa yang butuh tempat nugas.
  • What if: Bagaimana jika ampas kopi diolah menjadi produk lain? Bagaimana jika ada paket “Nugas Hemat” dengan refill teh gratis?
  • What wows: Ide terpilih: “Paket Nugas Sore” + Kolaborasi dengan UMKM lokal untuk mengubah ampas kopi menjadi body scrub (menambah revenue stream baru).
  • What works: Buat prototipe 20 paket “Nugas Sore” dan 10 botol kecil scrub. Uji coba selama 3 hari. Hitung margin dan minta feedback jujur.

3. Mengapa Miro? (Single Source of Truth)

Miro bukan sekadar “papan tulis digital”. Dalam lensa Systems Thinking, Miro adalah ruang kerja sistemik di mana seluruh ekosistem proyek hidup dalam satu tempat. Ini mencegah “silo informasi” di mana data wawancara hilang atau ide tercecer di chat WhatsApp.

๐Ÿ’ก Lensa Systems Thinking: DFG memastikan kita tidak melompat dari “What is” langsung ke “What works” (solusi prematur). Kita harus melewati “What if” (eksplorasi sistemik) terlebih dahulu. Miro adalah kanvas untuk memetakan transisi ini secara visual dan transparan.
๐Ÿค– AI Partner di Sesi Ini: AI dapat membantu Anda menyusun struktur awal papan Miro atau menghasilkan pertanyaan “What if” yang provokatif.
“Saya sedang memulai proyek Design Thinking untuk [sebutkan masalah, misal: mengurangi food waste di kantin kampus]. Bantu saya merumuskan 5 pertanyaan ‘What if?’ yang menantang asumsi umum, dan 5 metrik untuk ‘What works?’ agar solusi ini viable secara bisnis.”
๐Ÿ› ๏ธ 2. COBA โ€” Eksperimen Kecil (60 Menit Praktik)

Aktivitas: “Miro Onboarding & DFG Mini-Map”

Skenario: Anda dan kelompok akan memulai proyek semester. Langkah pertama adalah membangun “markas” digital Anda.

Langkah (Kelompok, 60 menit):
  1. Setup (10 menit): Satu anggota membuat akun Miro (gratis), membuat Board baru berjudul “[Nama Kelompok] – Proyek DT”, dan mengundang semua anggota + dosen via email.
  2. Struktur (5 menit): Buat 4 Frame kosong berlabel: What is, What if, What wows, What works.
  3. Mini-Map “What is” (20 menit): Pilih satu masalah sederhana (misal: “Mahasiswa kesulitan mencari tempat makan sehat dan murah di sekitar kampus”). Gunakan sticky notes untuk memetakan: Siapa penggunanya? Apa yang mereka lakukan sekarang? Apa pain points mereka?
  4. Brainstorming “What if” (15 menit): Setiap anggota menghasilkan 3-5 ide liar di sticky notes. Gunakan fitur Timer di Miro untuk menciptakan urgensi.
  5. Voting “What wows” (10 menit): Gunakan fitur Voting di Miro. Setiap anggota mendapat 3 vote. Pilih 1 ide untuk dikembangkan lebih lanjut.
๐Ÿ’ก Tips Fasilitator & Troubleshooting Miro:
  • Macet ide? Tanya: “Menurutmu, apa hal paling aneh/gila yang bisa kita coba untuk masalah ini?”
  • Lagging? Jika Miro terasa berat, perintahkan tim untuk Zoom Out atau refresh browser.
  • Akses Ditolak? Pastikan pengaturan sharing diatur ke “Anyone with the link can edit”, bukan “View only”.
๐Ÿง  3. PIKIR โ€” Refleksi & Analisis Sistemik

Pertanyaan Refleksi (Diskusi Kelas)

  1. Proses: Apa perbedaan merasakan proses brainstorming di Miro dibandingkan dengan kertas fisik? Apa kelebihan dan kekurangannya?
  2. Lensa Systems Thinking: Mengapa kerangka DFG memaksa kita untuk menghabiskan waktu di “What is” sebelum melompat ke “What works”? Apa risiko bisnis jika kita melewatkan tahap ini?
  3. Peran Sutradara: Saat AI bisa menghasilkan 50 ide “What if” dalam 10 detik, apa yang menjadi nilai tambah manusia dalam sesi voting “What wows” tadi?
  4. Kolaborasi: Bagaimana Miro membantu (atau menghambat) komunikasi dalam kelompok Anda hari ini? Apakah ada yang mendominasi atau pasif?
๐Ÿ”— Koneksi ke Filosofi AurinoWorks:
Hari ini Anda melakukan Coba (setup Miro & mini-map) dan Pikir (voting & refleksi). Ingat: Alat (Miro/AI) hanya memperbesar kapasitas Anda. Jika proses berpikir Anda kacau, Miro hanya akan menjadi “sampah digital” yang rapi. Anda adalah sutradaranya.
๐Ÿš€ 4. TINDAK โ€” Eksekusi & Persiapan Sesi Berikutnya

Output Sesi Ini:

  • โœ… Tugas Kelompok: Submit Link Miro Board (pastikan akses diatur ke “Anyone with the link can edit”) ke LMS sebelum Sesi 9. Board harus berisi minimal 15 sticky notes di area “What is” dan “What if”.

Persiapan Sesi 9 (Pre-class):

  • ๐Ÿ“– Wajib Baca: Bab tentang Empathy Map dan Persona di Diktat IHDT atau referensi Stanford d.school.
  • ๐ŸŽฏ Fokus Proyek: Mulai diskusikan dengan kelompok Anda: Masalah nyata apa (UMKM, layanan kampus, atau isu sosial) yang akan kita ambil untuk Proyek Semester (Project Assignment 2)?
  • ๐Ÿ“ Prompt AI untuk Sesi 9:
“Saya akan melakukan tahap Empathize untuk masalah [sebutkan masalah]. Bantu saya menyusun 10 pertanyaan wawancara mendalam (open-ended) yang menggali emosi, kebiasaan, dan pain points pengguna, bukan hanya pertanyaan ‘ya/tidak’.”

๐ŸŽฏ Peta Perjalanan Fase 3:

Starting today, kita akan mengunci satu masalah dan menjalankannya melalui FSDT:

  • โœ… Sesi 8: Setup & DFG Overview (Hari ini)
  • โญ๏ธ Sesi 9: Empathize & Define (Mendalam ke pengguna)
  • โญ๏ธ Sesi 10: Ideate (Meledakkan ide)
  • โญ๏ธ Sesi 11: Prototype (Membuatnya nyata)
  • โญ๏ธ Sesi 12: Test & Iterate (Validasi)

๐Ÿ“š Referensi Sesi 8

“Jangan jatuh cinta pada solusi pertama Anda. Jatuh cintalah pada masalahnya, dan biarkan proses (DFG + FSDT) yang menuntun Anda ke solusi yang tepat.”
โ€” Intisari Sesi 8

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *