Riset Bisnis Sesi 03 – Learning from Past Researches | AurinoWorks
Hero Riset Bisnis Sesi 03 - Learning from Past Researches: Tinjauan Pustaka dan Sintesis Literatur

📚 Riset Bisnis Sesi 03

Learning from Past Researches

“Jangan mulai dari nol. Berdirilah di atas pundak raksasa — peneliti sebelum Anda sudah membuka jalan!”

⏱️ 150 Menit 📖 Sekaran Ch. 4, 5 📖 Zikmund Ch. 8 🇮🇩 Kontekstual UMKM

👋 Mengapa Kita Belajar dari Riset Orang Lain?

Jawabannya sederhana: supaya Anda tidak “menemukan kembali roda”. Riset yang baik adalah percakapan ilmiah — Anda masuk ke percakapan yang sudah berlangsung puluhan tahun, menyumbangkan suara Anda, lalu melanjutkannya.

Di sesi ini kita belajar 4 hal krusial: mengapa belajar dari masa lalu, cara menelaah literatur, memanfaatkan data sekunder di era digital, dan — paling penting — bagaimana tidak mencuri ide orang lain (plagiarisme).

Materi Sesi 03: tinjauan pustaka, sintesis literatur, data sekunder era digital, etika & plagiarisme. Lengkap kuis interaktif 7 soal + studi kasus UMKM Batik.

🎯 Capaian Pembelajaran

  • Understand alasan & cara memanfaatkan hasil riset masa lalu.
  • Demonstrate keterampilan literature review berbasis sintesis (bukan daftar ringkasan).
  • Apply pemanfaatan data sekunder era digital dengan kriteria AAA.
  • Mastery etika riset & teknik parafrasa untuk menghindari plagiarisme.
📖 Glosarium Mini Sesi Ini
Literature Review (Tinjauan Pustaka)
Proses sistematis mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis karya ilmiah tentang topik tertentu.
Secondary Data (Data Sekunder)
Data yang sudah dikumpulkan pihak lain untuk tujuan berbeda, tapi bisa dipakai ulang.
Plagiarism (Plagiarisme)
Mengambil ide, kata-kata, atau karya orang lain tanpa kredit yang layak.
Paraphrasing (Parafrasa)
Menulis ulang ide orang lain dengan kata-kata Anda sendiri, TETAP mencantumkan sumber.
Synthesis (Sintesis)
Menggabungkan temuan berbagai sumber untuk membangun pemahaman baru — bukan “daftar ringkasan”.
Research Gap (Celah Riset)
Kekosongan pengetahuan yang belum dijawab riset sebelumnya — inilah yang Anda isi!
1. Why Learning from Past Researches?

🎯 6 Alasan Belajar dari Riset Masa Lalu

NoAlasanContoh UMKM
1Mencegah DuplikasiTidak perlu riset ulang “apakah diskon meningkatkan penjualan?” (sudah jelas iya).
2Membangun Landasan TeoriPakai teori TAM untuk riset adopsi e-wallet.
3Menemukan Research GapBanyak bahas Gen Z & Shopee, belum ada yang bahas Gen X & TikTok Shop.
4Menyempurnakan MetodologiRiset A gagal karena kuesioner terlalu panjang → Anda buat lebih singkat.
5Baseline Perbandingan“Riset 2020: 60% UMKM pakai Instagram. Bagaimana 2026?”
6Meningkatkan KredibilitasInvestor percaya proposal berbasis data riset, bukan “firasat”.

🔍 Di Mana Mencari Riset Masa Lalu?

🌍 Google Scholar

Mesin pencari jurnal gratis, ramah pemula.

🇮 SINTA

Jurnal nasional terakreditasi.

🇮 Garuda

Portal jurnal & prosiding Indonesia.

📚 Scopus / WoS

Jurnal internasional bereputasi.

📊 BPS / Katadata

Data resmi & analisis bisnis Indonesia.

📱 DOAJ

Jurnal open access gratis & legal.

💡 Tips Hemat: Gunakan Google Scholar + filter “since 2021”. Banyak jurnal SINTA yang GRATIS diakses.
2. How to Approach the Literature Review
❌ Yang BUKAN Literature Review:
“Menurut A (2020)… Menurut B (2021)… Menurut C (2022)…” — ini cuma daftar belanjaan kutipan, tidak ada nilai tambahnya!
🍲 Analogi Gado-Gado vs Rujak: Daftar ringkasan = gado-gado (bahan ditumpuk, tidak menyatu). Literature review baik = rujak (semua bahan diulek jadi satu kesatuan rasa baru).

🔄 5 Tahapan (Ridley, 2012)

1. Cari → 2. Evaluasi → 3. Analisis → 4. Sintesis → 5. Tulis

Piramida Bukti (Evidence Pyramid)

Systematic Review/Meta-Analysis (paling kuat) → RCT/Eksperimen → Kohort/Longitudinal → Cross-Sectional/Survei → Opini/Blog (paling lemah). Utamakan jurnal peer-reviewed!

Template Matriks Sintesis

| Penulis (Tahun) | Teori | Metode | Sampel | Temuan Utama | Keterbatasan | Relevansi dg Riset Saya |
| Sari (2023) | TAM | Survei | 200 Gen Z Jkt | Live shopping ↑ impulse buying 35% | Hanya Jakarta | Dasar hipotesis |
| Chen (2024) | SOR | Eksperimen | 150 mhs China | Host menarik ↑ trust | Konteks China | Bandingkan dg Indonesia |
💡 Teknik “Funnel”: Umum (tren e-commerce global) ➔ spesifik (live shopping Asia Tenggara) ➔ sangat spesifik (TikTok Shop & Gen Z Indonesia) ➔ research gap Anda.
3. Secondary Data Research in Digital Era
🍜 Analogi Warung Makan: Daripada survei satu-satu pelanggan (mahal, lama), baca data BPS, cek Google Trends, lihat data GoFood — semua itu data sekunder! Murah, cepat, sering sudah valid.

⚖️ Primer vs Sekunder

AspekPrimerSekunder
PengumpulanAnda sendiriSudah ada (BPS, jurnal)
Biaya / WaktuMahal / lamaMurah-gratis / cepat
Kontrol KualitasAnda yang kontrolTergantung sumber
💡 Prinsip Emas (Saunders, 2019): Selalu mulai dengan data sekunder DULU — menghemat ±70% waktu & biaya riset.

⚠️ Kriteria AAA

KriteriaPertanyaan Kunci
AccuracyMetodenya jelas? Siapa yang mengumpulkan?
AppropriatenessCocok dengan masalah riset saya?
AvailabilityBisa diakses lengkap?
🚨 Hati-hati “Data Sampah”: statistik blog tanpa sumber, infografis viral tanpa metodologi, survei online bias. Jika tidak bisa dilacak ke sumber aslinya, JANGAN PAKAI.
4. Ethical Issues & Plagiarism

🛡️ 5 Prinsip Etika (Bryman & Bell, 2015)

  • No Harm — tidak merugikan responden.
  • Informed Consent — responden tahu & setuju.
  • Privasi & Anonimitas — data dilindungi (UU PDP No. 27/2022!).
  • Kejujuran Intelektual — tidak memalsukan data / plagiat.
  • Transparansi Metodologi — jujur soal keterbatasan.

🚫 7 Jenis Plagiarisme

JenisContoh
VerbatimCopy-paste tanpa kutip & sitasi.
Mosaic (Patchwriting)Ganti beberapa kata, struktur sama, tanpa sitasi.
Parafrasa tanpa SitasiBahasa sendiri tapi sumber tidak disebut.
Self-PlagiarismMemakai karya sendiri yang sudah dipublikasi tanpa sitasi.
Plagiarisme SumberMengutip sumber sekunder tanpa menyebut sumber asli.
Plagiarisme IdeMengambil gagasan orang tanpa kredit.
Plagiarisme TerjemahanMenerjemahkan teks asing tanpa sitasi.

✅ Parafrasa yang Benar

Teks Asli (Sari, 2023): “Live shopping telah mengubah pola konsumsi Gen Z secara signifikan, dengan peningkatan impulse buying sebesar 35%…”

✅ Parafrasa BAIK: “Menurut Sari (2023), live shopping mendorong pembelian impulsif Gen Z hingga naik 35% dibanding belanja online tradisional — diperlukan strategi pemasaran berbeda untuk generasi digital native.” (bahasa sendiri + sitasi + nilai tambah)

📚 Studi Kasus Lengkap: UMKM Keripik “Maicih 2.0”

📚 Langkah 1: Literature Review

Wijaya (2022, SINTA 2): level pedas 5 paling populer • Tanaka (2023, Scopus): mukbang pedas TikTok ↑ penjualan 40% • Katadata (2025): pasar snack lokal tumbuh 18%/tahun.
Gap: belum ada riset kombinasi level pedas + TikTok marketing untuk UMKM snack pasca-pandemi.

📊 Langkah 2: Secondary Data

  • Google Trends: “keripik pedas” tertinggi di Bandung, Jakarta, Surabaya.
  • Shopee: harga rata-rata terlaris Rp 15.000–25.000.
  • APJII: 78% target 18–30 th aktif di TikTok.

✅ Hasil: Rekomendasi Berbasis Bukti

1. Fokus 3 kota • 2. Harga Rp 18.000 • 3. Level 1–10 • 4. Kolaborasi 10 mikro-influencer mukbang. Owner percaya karena riset didukung sumber kredibel.

🤖 AI sebagai Leverage: Pendekatan Human-in-the-Loop (HITL)

Kecerdasan Buatan sebagai Partner, Bukan Pengganti Nalar

Dalam metodologi penelitian modern, AI berfungsi sebagai leverage (daya ungkit) yang masif—mulai dari pemetaan literatur, data cleansing, hingga penulisan sintaksis statistik. Namun, sejalan dengan fondasi kejujuran nurani ilmiah, AurinoWorks selalu mewajibkan penerapan prinsip HITL (Human-in-the-Loop).

  • 🧠 AI sebagai Co-Pilot: AI dapat memproses data dalam skala besar dan mengajukan pola, namun peneliti (Anda) yang memvalidasi makna, konteks realitas bisnis (UMKM/Korporasi), dan implikasi manajerialnya.
  • 🛡️ Mitigasi Halusinasi & Bias: Mesin tidak memiliki konteks lapangan. Tanggung jawab untuk menyaring “halusinasi AI”, memastikan validitas instrumen, dan mencegah bias algoritma ada di tangan manusia.
  • ⚖️ Etika & Nurani Ilmiah: Algoritma tidak memiliki hati nurani. Keputusan etis dalam privasi responden, objektivitas pelaporan, dan penarikan kesimpulan mutlak memerlukan Human-in-the-Loop.

🧠 Kuis: Uji Pemahaman Sesi 03

Skor: 0/7 • Dijawab: 0/7

Jawab 7 soal berikut. Umpan balik & pembahasan muncul langsung setelah Anda memilih.

1. Fungsi utama tinjauan pustaka sebelum mengumpulkan data adalah…

2. Perbedaan literature review yang BAIK dengan “daftar ringkasan” terletak pada…

3. Menurut Piramida Bukti, sumber dengan bukti PALING kuat adalah…

4. Manakah yang termasuk DATA SEKUNDER?

5. Mengganti beberapa kata dari teks asli tanpa sitasi, dengan struktur kalimat yang sama, disebut…

6. Parafrasa yang BENAR menurut materi ini adalah…

7. Anda menemukan 3 studi dengan hasil BERBEDA tentang live shopping & impulse buying. Sikap peneliti yang baik?

✍️ Soal Studi Kasus: UMKM Batik Pekalongan (Tugas)
Kasus: UMKM “Batik Pekalongan Go Digital” ingin ekspansi ke marketplace. Owner meminta Anda menyusun landasan riset. Kerjakan 4 tugas berikut, lalu bandingkan dengan contoh jawaban.

Tugas 1: Buat 5 keyword pencarian literatur.
Tugas 2: Susun matriks sintesis 3 jurnal (hipotetis boleh).
Tugas 3: Sebutkan 5 sumber data sekunder relevan.
Tugas 4: Tulis 1 parafrasa yang BENAR (dengan sitasi).

🔑 Lihat Contoh Jawaban / Pembahasan

Jawaban 1 — Keyword

“batik” AND “e-commerce adoption” AND “UMKM” • “digital marketing” AND “traditional craft” Indonesia • “marketplace” AND “purchase intention” batik • “digital transformation” AND “small business” Pekalongan • “live shopping” AND “cultural product”.

Jawaban 2 — Matriks Sintesis (contoh)

| Rahma (2023) | TAM | Survei 150 perajin | Literasi digital ↑ adopsi | Hanya Pekalongan |
| Liu (2024) | UTAUT | Eksperimen | Storytelling ↑ harga jual | Konteks China |
| BPS (2025) | – | Statistik | 62% UMKM batik online | Deskriptif |

Jawaban 3 — Data Sekunder

1) BPS (jumlah UMKM batik per kabupaten) • 2) KemenkopUKM (program pendampingan) • 3) Google Trends (“batik pekalongan”) • 4) Marketplace data via Compas.co.id • 5) Jurnal SINTA/Garuda tentang batik & e-commerce.

Jawaban 4 — Parafrasa Benar

“Rahma (2023) menemukan bahwa literasi digital menjadi pendorong utama adopsi e-commerce pada perajin batik — temuan yang menegaskan bahwa pelatihan teknis lebih menentukan daripada bantuan modal semata.” ✔ (bahasa sendiri + sitasi + interpretasi)

⏱️ Rundown Sesi (150 Menit)
WaktuAktivitas
00-15′Ice breaking + review Sesi 02
15-35′Lecture: Why Past Research
35-60′Lecture: Literature Review (matriks sintesis, funnel, demo Scholar)
60-80′Lecture: Secondary Data (demo BPS & Google Trends, kriteria AAA)
80-90′Coffee break
90-115′Lecture: Etika & Plagiarisme (7 jenis, parafrasa, UU PDP)
115-140′Workshop: Kasus Batik Pekalongan (keyword, matriks, parafrasa) + KUIS
140-150′Wrap-up + Tugas: matriks sintesis 3 jurnal topik skripsi Anda

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🎧 Audio Reader + Karaoke
Gaya BicaraNormal
SuaraMemuat…
Kecepatan1.0x
⏳ Memuat script…