📚 Riset Bisnis Sesi 03
Learning from Past Researches
“Jangan mulai dari nol. Berdirilah di atas pundak raksasa — peneliti sebelum Anda sudah membuka jalan!”
👋 Mengapa Kita Belajar dari Riset Orang Lain?
Jawabannya sederhana: supaya Anda tidak “menemukan kembali roda”. Riset yang baik adalah percakapan ilmiah — Anda masuk ke percakapan yang sudah berlangsung puluhan tahun, menyumbangkan suara Anda, lalu melanjutkannya.
Di sesi ini kita belajar 4 hal krusial: mengapa belajar dari masa lalu, cara menelaah literatur, memanfaatkan data sekunder di era digital, dan — paling penting — bagaimana tidak mencuri ide orang lain (plagiarisme).
Materi Sesi 03: tinjauan pustaka, sintesis literatur, data sekunder era digital, etika & plagiarisme. Lengkap kuis interaktif 7 soal + studi kasus UMKM Batik.
🎯 Capaian Pembelajaran
- Understand alasan & cara memanfaatkan hasil riset masa lalu.
- Demonstrate keterampilan literature review berbasis sintesis (bukan daftar ringkasan).
- Apply pemanfaatan data sekunder era digital dengan kriteria AAA.
- Mastery etika riset & teknik parafrasa untuk menghindari plagiarisme.
📖 Glosarium Mini Sesi Ini
- Literature Review (Tinjauan Pustaka)
- Proses sistematis mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis karya ilmiah tentang topik tertentu.
- Secondary Data (Data Sekunder)
- Data yang sudah dikumpulkan pihak lain untuk tujuan berbeda, tapi bisa dipakai ulang.
- Plagiarism (Plagiarisme)
- Mengambil ide, kata-kata, atau karya orang lain tanpa kredit yang layak.
- Paraphrasing (Parafrasa)
- Menulis ulang ide orang lain dengan kata-kata Anda sendiri, TETAP mencantumkan sumber.
- Synthesis (Sintesis)
- Menggabungkan temuan berbagai sumber untuk membangun pemahaman baru — bukan “daftar ringkasan”.
- Research Gap (Celah Riset)
- Kekosongan pengetahuan yang belum dijawab riset sebelumnya — inilah yang Anda isi!
1. Why Learning from Past Researches?
🎯 6 Alasan Belajar dari Riset Masa Lalu
| No | Alasan | Contoh UMKM |
|---|---|---|
| 1 | Mencegah Duplikasi | Tidak perlu riset ulang “apakah diskon meningkatkan penjualan?” (sudah jelas iya). |
| 2 | Membangun Landasan Teori | Pakai teori TAM untuk riset adopsi e-wallet. |
| 3 | Menemukan Research Gap | Banyak bahas Gen Z & Shopee, belum ada yang bahas Gen X & TikTok Shop. |
| 4 | Menyempurnakan Metodologi | Riset A gagal karena kuesioner terlalu panjang → Anda buat lebih singkat. |
| 5 | Baseline Perbandingan | “Riset 2020: 60% UMKM pakai Instagram. Bagaimana 2026?” |
| 6 | Meningkatkan Kredibilitas | Investor percaya proposal berbasis data riset, bukan “firasat”. |
🔍 Di Mana Mencari Riset Masa Lalu?
🌍 Google Scholar
Mesin pencari jurnal gratis, ramah pemula.
🇮 SINTA
Jurnal nasional terakreditasi.
🇮 Garuda
Portal jurnal & prosiding Indonesia.
📚 Scopus / WoS
Jurnal internasional bereputasi.
📊 BPS / Katadata
Data resmi & analisis bisnis Indonesia.
📱 DOAJ
Jurnal open access gratis & legal.
2. How to Approach the Literature Review
“Menurut A (2020)… Menurut B (2021)… Menurut C (2022)…” — ini cuma daftar belanjaan kutipan, tidak ada nilai tambahnya!
🔄 5 Tahapan (Ridley, 2012)
1. Cari → 2. Evaluasi → 3. Analisis → 4. Sintesis → 5. Tulis
Piramida Bukti (Evidence Pyramid)
Systematic Review/Meta-Analysis (paling kuat) → RCT/Eksperimen → Kohort/Longitudinal → Cross-Sectional/Survei → Opini/Blog (paling lemah). Utamakan jurnal peer-reviewed!
Template Matriks Sintesis
| Sari (2023) | TAM | Survei | 200 Gen Z Jkt | Live shopping ↑ impulse buying 35% | Hanya Jakarta | Dasar hipotesis |
| Chen (2024) | SOR | Eksperimen | 150 mhs China | Host menarik ↑ trust | Konteks China | Bandingkan dg Indonesia |
3. Secondary Data Research in Digital Era
⚖️ Primer vs Sekunder
| Aspek | Primer | Sekunder |
|---|---|---|
| Pengumpulan | Anda sendiri | Sudah ada (BPS, jurnal) |
| Biaya / Waktu | Mahal / lama | Murah-gratis / cepat |
| Kontrol Kualitas | Anda yang kontrol | Tergantung sumber |
⚠️ Kriteria AAA
| Kriteria | Pertanyaan Kunci |
|---|---|
| Accuracy | Metodenya jelas? Siapa yang mengumpulkan? |
| Appropriateness | Cocok dengan masalah riset saya? |
| Availability | Bisa diakses lengkap? |
🔗 Sumber Literatur & Database Riset Terpercaya
Riset bisnis yang kuat dibangun di atas literatur bereputasi dan data valid. Gunakan database berikut untuk menelusuri jurnal, memverifikasi kualitas terbitan, dan mengunduh data sekunder — sebagian besar gratis untuk akademisi.
Mesin pencari literatur akademik lintas disiplin; titik awal terbaik untuk tinjauan pustaka.
Scimago JR ↗Peringkat jurnal berbasis Scopus (kuartil Q1–Q4) untuk memilih jurnal bereputasi.
DOAJ ↗Direktori jurnal open access berkualitas dari seluruh dunia, gratis diakses.
Emerald Insight ↗Jurnal internasional bidang manajemen, pemasaran, dan operasi bisnis.
ScienceDirect ↗Database jurnal Elsevier untuk riset bisnis, ekonomi, dan sosial.
JSTOR ↗Arsip jurnal akademik klasik & kontemporer lintas disiplin ilmu.
4. Ethical Issues & Plagiarism
🛡️ 5 Prinsip Etika (Bryman & Bell, 2015)
- No Harm — tidak merugikan responden.
- Informed Consent — responden tahu & setuju.
- Privasi & Anonimitas — data dilindungi (UU PDP No. 27/2022!).
- Kejujuran Intelektual — tidak memalsukan data / plagiat.
- Transparansi Metodologi — jujur soal keterbatasan.
🚫 7 Jenis Plagiarisme
| Jenis | Contoh |
|---|---|
| Verbatim | Copy-paste tanpa kutip & sitasi. |
| Mosaic (Patchwriting) | Ganti beberapa kata, struktur sama, tanpa sitasi. |
| Parafrasa tanpa Sitasi | Bahasa sendiri tapi sumber tidak disebut. |
| Self-Plagiarism | Memakai karya sendiri yang sudah dipublikasi tanpa sitasi. |
| Plagiarisme Sumber | Mengutip sumber sekunder tanpa menyebut sumber asli. |
| Plagiarisme Ide | Mengambil gagasan orang tanpa kredit. |
| Plagiarisme Terjemahan | Menerjemahkan teks asing tanpa sitasi. |
✅ Parafrasa yang Benar
✅ Parafrasa BAIK: “Menurut Sari (2023), live shopping mendorong pembelian impulsif Gen Z hingga naik 35% dibanding belanja online tradisional — diperlukan strategi pemasaran berbeda untuk generasi digital native.” (bahasa sendiri + sitasi + nilai tambah)
📚 Studi Kasus Lengkap: UMKM Keripik “Maicih 2.0”
📚 Langkah 1: Literature Review
Gap: belum ada riset kombinasi level pedas + TikTok marketing untuk UMKM snack pasca-pandemi.
📊 Langkah 2: Secondary Data
- Google Trends: “keripik pedas” tertinggi di Bandung, Jakarta, Surabaya.
- Shopee: harga rata-rata terlaris Rp 15.000–25.000.
- APJII: 78% target 18–30 th aktif di TikTok.
✅ Hasil: Rekomendasi Berbasis Bukti
AI sebagai Leverage: Pendekatan Human-in-the-Loop (HITL)
Kecerdasan Buatan sebagai Partner, Bukan Pengganti Nalar
Dalam metodologi penelitian modern, AI berfungsi sebagai leverage (daya ungkit) yang masif—mulai dari pemetaan literatur, data cleansing, hingga penulisan sintaksis statistik. Namun, sejalan dengan fondasi kejujuran nurani ilmiah, AurinoWorks selalu mewajibkan penerapan prinsip HITL (Human-in-the-Loop).
- 🧠 AI sebagai Co-Pilot: AI dapat memproses data dalam skala besar dan mengajukan pola, namun peneliti (Anda) yang memvalidasi makna, konteks realitas bisnis (UMKM/Korporasi), dan implikasi manajerialnya.
- 🛡️ Mitigasi Halusinasi & Bias: Mesin tidak memiliki konteks lapangan. Tanggung jawab untuk menyaring “halusinasi AI”, memastikan validitas instrumen, dan mencegah bias algoritma ada di tangan manusia.
- ⚖️ Etika & Nurani Ilmiah: Algoritma tidak memiliki hati nurani. Keputusan etis dalam privasi responden, objektivitas pelaporan, dan penarikan kesimpulan mutlak memerlukan Human-in-the-Loop.
🧠 Kuis: Uji Pemahaman Sesi 03
Skor: 0/7 • Dijawab: 0/7Jawab 7 soal berikut. Umpan balik & pembahasan muncul langsung setelah Anda memilih.
1. Fungsi utama tinjauan pustaka sebelum mengumpulkan data adalah…
2. Perbedaan literature review yang BAIK dengan “daftar ringkasan” terletak pada…
3. Menurut Piramida Bukti, sumber dengan bukti PALING kuat adalah…
4. Manakah yang termasuk DATA SEKUNDER?
5. Mengganti beberapa kata dari teks asli tanpa sitasi, dengan struktur kalimat yang sama, disebut…
6. Parafrasa yang BENAR menurut materi ini adalah…
7. Anda menemukan 3 studi dengan hasil BERBEDA tentang live shopping & impulse buying. Sikap peneliti yang baik?
✍️ Soal Studi Kasus: UMKM Batik Pekalongan (Tugas)
Tugas 1: Buat 5 keyword pencarian literatur.
Tugas 2: Susun matriks sintesis 3 jurnal (hipotetis boleh).
Tugas 3: Sebutkan 5 sumber data sekunder relevan.
Tugas 4: Tulis 1 parafrasa yang BENAR (dengan sitasi).
🔑 Lihat Contoh Jawaban / Pembahasan
Jawaban 1 — Keyword
“batik” AND “e-commerce adoption” AND “UMKM” • “digital marketing” AND “traditional craft” Indonesia • “marketplace” AND “purchase intention” batik • “digital transformation” AND “small business” Pekalongan • “live shopping” AND “cultural product”.
Jawaban 2 — Matriks Sintesis (contoh)
| Liu (2024) | UTAUT | Eksperimen | Storytelling ↑ harga jual | Konteks China |
| BPS (2025) | – | Statistik | 62% UMKM batik online | Deskriptif |
Jawaban 3 — Data Sekunder
1) BPS (jumlah UMKM batik per kabupaten) • 2) KemenkopUKM (program pendampingan) • 3) Google Trends (“batik pekalongan”) • 4) Marketplace data via Compas.co.id • 5) Jurnal SINTA/Garuda tentang batik & e-commerce.
Jawaban 4 — Parafrasa Benar
“Rahma (2023) menemukan bahwa literasi digital menjadi pendorong utama adopsi e-commerce pada perajin batik — temuan yang menegaskan bahwa pelatihan teknis lebih menentukan daripada bantuan modal semata.” ✔ (bahasa sendiri + sitasi + interpretasi)
⏱️ Rundown Sesi (150 Menit)
| Waktu | Aktivitas |
|---|---|
| 00-15′ | Ice breaking + review Sesi 02 |
| 15-35′ | Lecture: Why Past Research |
| 35-60′ | Lecture: Literature Review (matriks sintesis, funnel, demo Scholar) |
| 60-80′ | Lecture: Secondary Data (demo BPS & Google Trends, kriteria AAA) |
| 80-90′ | Coffee break |
| 90-115′ | Lecture: Etika & Plagiarisme (7 jenis, parafrasa, UU PDP) |
| 115-140′ | Workshop: Kasus Batik Pekalongan (keyword, matriks, parafrasa) + KUIS |
| 140-150′ | Wrap-up + Tugas: matriks sintesis 3 jurnal topik skripsi Anda |