🚀 Riset Bisnis Sesi 02
Formulation of Research Problems
“Riset yang baik dimulai dari masalah yang tepat. Bukan sekadar mencari jawaban, tapi memastikan kita bertanya pada hal yang benar!”
👋 Belum Pernah Meneliti? Tidak Masalah!
Sesi ini dirancang khusus untuk Anda yang belum terbiasa dengan iklim riset. Kita akan belajar bersama dari dasar, menggunakan bahasa sederhana dan contoh dari dunia nyata (UMKM, Shopee, GoFood, TikTok Shop).
Pola Pikir yang Perlu Anda Tanamkan: Riset bukan tentang “pinter-pinteran”. Riset adalah tentang kejujuran intelektual — berani bilang “saya belum tahu, jadi saya akan cari tahu secara sistematis”.
🎯 Capaian Pembelajaran
- Understand proses pembentukan teori (theory building) dalam riset bisnis.
- Understand aspek manusia dan etika dalam riset bisnis.
- Define & Formulate masalah ilmiah dan menerjemahkan masalah manajemen menjadi masalah riset.
📖 Glosarium Mini untuk Pemula (Baca Dulu!)
Sebelum masuk materi, pahami dulu “kamus kecil” ini agar tidak bingung dengan istilah-istilah di bawah.
- Konsep (Concept)
- Ide abstrak. Contoh: “Kepuasan Pelanggan”, “Loyalitas Brand”.
- Variabel
- Konsep yang bisa diukur dan punya nilai berbeda-beda. Contoh: “Tingkat kepuasan” (bisa 1-5), “Harga” (bisa Rp 10.000 – Rp 1.000.000).
- Proposisi
- Pernyataan logis yang menghubungkan dua konsep atau lebih. Contoh: “Semakin cepat pengiriman, semakin tinggi kepuasan pelanggan.”
- Hipotesis
- Proposisi yang sudah bisa diuji secara empiris (dengan data). Contoh: “Pelanggan yang menerima paket dalam 1 hari memiliki skor kepuasan rata-rata 4.5/5.”
- Teori
- Kumpulan proposisi yang saling terhubung untuk menjelaskan suatu fenomena.
- Empiris
- Berdasarkan bukti/data dari dunia nyata, bukan sekadar logika atau perasaan.
- Sampel
- Sebagian dari populasi yang diteliti. Contoh: dari 10.000 pelanggan, kita survei 200 orang saja.
1. Theory Building (Pembangunan Teori)
🤔 Apa Itu Teori? (Bukan Seseram Kedengarannya!)
Banyak pemula yang alergi dengan kata “teori”. Padahal dalam riset bisnis, teori itu sederhana:
🏗️ Bangunan Teori: Lapisan dari Bawah ke Atas
Teori dibangun dari komponen-komponen kecil:
- Konsep: “Kualitas Pelayanan”
- Konstruk: “Servqual” (dimensi lebih kompleks: kehandalan, empati, jaminan, dll.)
- Variabel: Skor Servqual (1-100), Lama antrian (menit), Keramahan barista (skor 1-5)
- Proposisi: “Keramahan barista memengaruhi kepuasan pelanggan”
- Hipotesis: “Setiap kenaikan 1 poin skor keramahan, skor kepuasan naik 0.3 poin”
- Teori: “Teori Kualitas Pelayanan yang memengaruhi Loyalitas Pelanggan di Coffee Shop”
🔄 Dua Cara Membangun Teori
Bayangkan dua detektif dengan cara kerja berbeda:
A. Deduktif (Uji Teori yang Sudah Ada)
Alur: Teori ➔ Hipotesis ➔ Kumpulkan Data ➔ Uji ➔ Kesimpulan
B. Induktif (Bangun Teori dari Lapangan)
Alur: Observasi ➔ Lihat Pola ➔ Hipotesis Tentatif ➔ Teori Baru
2. Business Research Process: Overview
🗺️ Peta Jalan Riset Bisnis
Riset bisnis yang baik TIDAK dimulai dari “saya mau survey”, tapi dimulai dari masalah yang jelas. Berikut 6 tahapannya:
📋 Penjabaran Setiap Tahapan
Tahap 1: Problem Definition (PALING KRUSIAL!)
Menentukan apa masalah yang sebenarnya. 50% kegagalan riset berasal dari tahap ini!
Tahap 2: Research Design (Desain Riset)
Memilih “resep” riset yang cocok. Ada 3 jenis utama:
| Jenis | Tujuan | Contoh UMKM |
|---|---|---|
| Eksploratori | Menggali ide, memahami fenomena baru | “Kenapa ya TikTok Shop tiba-tiba rame?” (wawancara mendalam dengan 10 seller) |
| Deskriptif | Menggambarkan karakteristik | “Berapa usia rata-rata pembeli Batik online kita?” (survei 200 orang) |
| Kausal (Sebab-Akibat) | Menguji hubungan sebab-akibat | “Apakah diskon 50% benar-benar meningkatkan penjualan 2x lipat?” (eksperimen A/B test) |
Tahap 3: Sampling Design (Desain Sampel)
Menentukan siapa yang akan diteliti. Tidak perlu semua orang!
Konsep Kunci:
- Populasi: Semua orang yang ingin Anda teliti (misal: 100.000 pelanggan Shopee Anda).
- Sampel: Sebagian yang benar-benar Anda teliti (misal: 400 orang).
- Sampling Frame: Daftar sumber sampel (misal: database email pelanggan).
Tahap 4: Data Collection (Pengumpulan Data)
Cara mengambil data dari sampel. Ada 2 kategori:
- Primer: Data yang Anda ambil sendiri (wawancara, kuesioner, observasi).
- Sekunder: Data yang sudah ada (laporan BPS, data internal perusahaan, artikel berita).
Tahap 5: Data Analysis (Analisis Data)
Mengubah data mentah menjadi insight. Bisa kualitatif (tema, pola) atau kuantitatif (statistik).
Tahap 6: Report Preparation (Penyajian Laporan)
Menyampaikan temuan dengan bahasa yang dipahami oleh pengambil keputusan (owner, manajer, CEO).
3. The Human Side of Business Research
👥 Riset Itu Tentang MANUSIA, Bukan Hanya Angka
Di balik setiap kuesioner, ada manusia dengan perasaan, budaya, bias, dan kebohongan-kebohongan kecil. Peneliti yang baik HARUS memahami ini.
🎭 Tiga Aktor dalam Riset
- Peneliti (Researcher): Anda, yang mencari kebenaran objektif.
- Responden: Orang yang memberi data (pelanggan, karyawan, dll).
- Klien (Client/Sponsor): Pemilik bisnis yang butuh insight. Kadang KLIEN MEMINTA HASIL YANG “MENGUNTUNGKAN” dia!
⚠️ Bias: Musuh Tersembunyi Riset
Bias adalah kesalahan sistematis yang membuat hasil riset tidak akurat. Ada banyak jenisnya:
A. Bias dari Responden
| Jenis Bias | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Social Desirability Bias | Responden menjawab yang “dianggap baik” secara sosial, bukan yang sebenarnya. | Ditanya “Berapa kali Anda belanja di toko online?” Jawab “Sering” biar dikira modern, padahal jarang. |
| Acquiescence Bias | Responden cenderung menjawab “setuju” untuk semua pernyataan. | Kuesioner panjang, responden malas baca, tinggal centang “Setuju” semua. |
| Recall Bias | Ingatan responden tidak akurat. | “Berapa kali Anda makan di restoran ini tahun lalu?” Pasti jawabannya ngaco. |
| Non-response Bias | Orang yang TIDAK mengisi kuesioner punya karakteristik berbeda dengan yang mengisi. | Survey kepuasan pelanggan online. Yang jawab biasanya yang KECEWA atau SANGAT PUAS. Pelanggan “netral” jarang jawab. |
B. Bias dari Peneliti
- Confirmation Bias: Hanya mencari data yang mendukung asumsi awal. (“Lihat kan, hipotesis saya benar!”)
- Leading Questions: Pertanyaan kuesioner yang “menuntun” responden ke jawaban tertentu.
Perbaikan: “Bagaimana penilaian Anda terhadap kualitas produk kami?” (Netral, dengan skala 1-5)
🇮🇩 Tantangan Khusus di Indonesia
Solusi:
- Gunakan kuesioner anonim (online).
- Gunakan pihak ketiga (jangan pemilik usaha yang wawancara langsung).
- Gunakan pertanyaan tidak langsung: “Menurut Anda, bagaimana pengalaman teman-teman Anda…?”
⚖️ Etika Riset Bisnis
Prinsip dasar yang TIDAK BOLEH dilanggar:
- Informed Consent: Responden tahu tujuan riset dan setuju berpartisipasi.
- Anonimitas & Kerahasiaan: Data responden dilindungi, tidak disebar sembarangan.
- Kejujuran Hasil: Tidak boleh memalsukan data atau “memilih-milih” hasil agar sesuai keinginan klien.
- Tidak Merugikan Responden: Riset tidak boleh membahayakan responden secara fisik/psikologis/finansial.
4. Problem Definition & Formulation (INTI Riset!)
💡 “Setengah dari Solusi Adalah Definisi Masalah yang Tepat”
Ini adalah tahap PALING PENTING. Riset yang mahal dan canggih sekalipun akan SIA-SIA jika masalahnya salah.
🔍 Gejala vs Masalah (Symptom vs Problem)
Banyak orang terjebak pada GEJALA (tanda-tanda), bukan MASALAH (akar penyebab).
| Gejala (Apa yang Terlihat) | Kemungkinan Masalah (Akar) |
|---|---|
| Penjualan turun 30% | Bisa: produk tidak kompetitif / promosi kurang / harga terlalu tinggi / kualitas menurun |
| Karyawan banyak yang resign | Bisa: gaji tidak adil / atasan toxic / tidak ada jenjang karir / budaya kerja buruk |
| Website banyak traffic tapi tidak ada yang beli | Bisa: checkout ribet / harga tidak jelas / tidak ada testimoni / pembayaran tidak aman |
🔄 Transformasi: Masalah Manajemen ➔ Masalah Riset
Ini adalah skill paling krusial untuk researcher bisnis!
| Management Decision Problem | Research Problem |
|---|---|
| “Apa yang harus SAYA lakukan?” Fokus: Tindakan/aksi |
“Informasi apa yang saya butuhkan?” Fokus: Data/pengetahuan |
Gejala: Omzet keripik turun 40% dalam 3 bulan.
Management Problem: “Bagaimana cara menaikkan kembali omzet keripik kami?”
(Ini fokus pada AKSI yang akan diambil owner)
Research Problem: “Faktor apa saja yang menyebabkan penurunan pembelian keripik kami dalam 3 bulan terakhir?”
(Ini fokus pada INFORMASI yang perlu dicari)
Research Questions (Pertanyaan Riset):
- Seberapa besar perubahan preferensi rasa pelanggan kami?
- Apakah ada kompetitor baru yang mengambil pangsa pasar?
- Apakah saluran distribusi kami masih efektif?
- Bagaimana persepsi pelanggan terhadap harga vs kualitas produk kami?
🎯 Karakteristik Masalah Riset yang Baik (SMART-R)
- Specific: Jelas ruang lingkupnya, tidak terlalu luas atau sempit.
- Measurable: Bisa diukur dengan data.
- Achievable: Bisa diteliti dengan sumber daya yang ada (waktu, dana, akses).
- Relevant: Punya nilai guna untuk pengambilan keputusan.
- Time-bound: Ada batas waktu penelitian.
- Researchable: Bisa diteliti secara empiris (bukan pertanyaan filosofis).
(Terlalu luas, tidak bisa diukur, filosofis)
✅ Contoh Masalah yang BAIK: “Bagaimana pengaruh digital marketing terhadap omzet UMKM kuliner di Jakarta Selatan pada tahun 2025?”
(Spesifik, terukur, ada batasan lokasi dan waktu)
📝 Template Praktis: Merumuskan Masalah
1. Gejala yang saya lihat: _____________________
2. Kemungkinan akar masalah (brainstorm 3-5):
– _____________________
– _____________________
– _____________________
3. Management Problem: “Apa yang harus dilakukan?”
Jawab: _____________________
4. Research Problem: “Informasi apa yang dibutuhkan?”
Jawab: _____________________
5. Research Questions (3-5 pertanyaan spesifik):
a. _____________________
b. _____________________
c. _____________________
6. Hipotesis (dugaan awal yang bisa diuji):
_____________________
🛠️ Sumber Informasi untuk Mempersempit Masalah
Sebelum merumuskan masalah final, kumpulkan dulu informasi dari:
- Diskusi dengan decision-maker (owner, manajer).
- Wawancara dengan ahli industri (praktisi, konsultan).
- Analisis data sekunder (tren industri, laporan BPS, riset kompetitor).
- Riset kualitatif eksploratori (FGD kecil, wawancara mendalam 5-10 orang).
⏱️ Rundown Sesi: Lecture & Discussion (150 Menit)
Struktur kelas agar tidak membosankan dan mahasiswa tetap aktif:
| Waktu | Aktivitas | Fokus |
|---|---|---|
| 00-15′ | Ice Breaking & Glosarium | Tanya jawab: “Pernahkah Anda membeli produk karena review, lalu kecewa?” Hubungkan dengan pentingnya riset yang baik. |
| 15-35′ | Lecture: Theory Building | Konsep, konstruk, variabel. Analogi memasak. Deduktif vs Induktif. |
| 35-55′ | Lecture: Research Process | 6 tahap riset. Penekanan pada Tahap 1 (Problem Definition). |
| 55-75′ | Lecture: Human Side | Jenis-jenis bias. Budaya Ewuh Pakewuh. Etika riset. Diskusi dilema etika. |
| 75-85′ | Coffee Break | Istirahat. |
| 85-115′ | Deep Dive: Problem Formulation | Gejala vs Masalah. Transformasi Management → Research Problem. Template praktis. |
| 115-140′ | Workshop Kelompok | Kasus: “GoFood turun 20% di Jakarta Selatan”. Mahasiswa pakai template untuk merumuskan masalah. Presentasi 2-3 kelompok. |
| 140-150′ | Wrap-up & Tugas | Rangkuman. Tugas: Cari 1 artikel berita bisnis, rumuskan Research Problem-nya pakai template. |
📚 Studi Kasus Lengkap: Dari Masalah ke Laporan
🛒 Kasus: Toko Online Fashion “BatikKu” di Shopee
Mari kita ikuti proses riset dari awal sampai akhir:
🔎 Tahap 1: Identifikasi Gejala
- Rating toko turun dari 4.8 ke 4.3 dalam 2 bulan.
- Jumlah order turun 25%.
- Banyak komplain “barang tidak sesuai ekspektasi”.
🔎 Tahap 2: Diskusi dengan Decision-Maker (Owner)
Researcher: “Bu, menurut Ibu apa masalahnya?”
Owner: “Mungkin karena kompetitor banyak, atau kurirnya lambat.”
Researcher: (Jangan langsung percaya! Harus diuji.)
🔎 Tahap 3: Riset Sekunder & Eksploratori
- Analisis data internal: 80% komplain berkaitan dengan “warna berbeda dari foto”.
- Wawancara 5 pelanggan yang mengembalikan barang: “Di foto cerah, aslinya kusam.”
🔎 Tahap 4: Perumusan Masalah
| Aspek | Rumusan |
|---|---|
| Gejala | Rating & order turun |
| Management Problem | “Bagaimana cara menaikkan kembali rating dan order toko?” |
| Research Problem | “Faktor apa yang menyebabkan ketidaksesuaian ekspektasi pelanggan terhadap produk BatikKu?” |
| Research Questions |
1. Seberapa besar gap antara foto produk dan produk asli? 2. Apakah lighting studio foto menyebabkan bias warna? 3. Apakah deskripsi produk kurang akurat? |
| Hipotesis | “Foto produk dengan lighting studio yang terlalu terang menyebabkan bias warna 20-30% dari warna asli produk.” |
🔎 Tahap 5: Desain Riset
Riset Kausal (sebab-akibat). Eksperimen: buat 2 versi foto produk (lighting studio vs lighting natural), lalu A/B test.
🔎 Tahap 6: Hasil & Rekomendasi
Rekomendasi untuk Owner:
- Ganti semua foto produk dengan lighting natural (cahaya matahari).
- Tambahkan disclaimer: “Warna asli mungkin sedikit berbeda tergantung layar HP Anda”.
- Latih tim fotografi untuk menggunakan white balance yang akurat.