Desain Rantai Pasok (Supply Chain Design)



4
1. Tujuan Sesi
Sesi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman bahwa desain rantai pasok merupakan keputusan strategis jangka panjang yang menentukan biaya, kecepatan respons, fleksibilitas, dan risiko operasi. Mahasiswa diarahkan melihat rantai pasok sebagai sistem terintegrasi end-to-end, bukan sekadar urusan logistik.
Fokus utama sesi adalah bagaimana pilihan desain rantai pasok harus selaras dengan kebutuhan pelanggan dan strategi bisnis.
2. Konsep Dasar Supply Chain Design
Supply Chain Design adalah proses menentukan struktur, peran, dan aliran dalam rantai pasok—mulai dari pemasok, fasilitas produksi, gudang, hingga pelanggan akhir. Keputusan desain mencakup lokasi fasilitas, jumlah node, serta aliran material, informasi, dan dana.
Karena sifatnya struktural, keputusan ini sulit diubah dan berdampak besar pada kinerja operasi jangka panjang.
3. Supply Chain sebagai Sistem Terintegrasi
Rantai pasok harus dipahami sebagai sistem, di mana keputusan pada satu bagian memengaruhi kinerja keseluruhan. Optimalisasi lokal—misalnya hanya menekan biaya gudang—sering kali justru merusak kinerja total jika tidak terkoordinasi.
Mahasiswa diajak berpikir sistemik: koordinasi lebih penting daripada optimasi parsial.
4. Trade-off dalam Desain Rantai Pasok
Setiap desain rantai pasok melibatkan trade-off, antara lain:
- efisiensi biaya vs responsivitas,
- sentralisasi vs desentralisasi,
- persediaan rendah vs tingkat layanan tinggi.
Tidak ada desain yang “paling benar” untuk semua kondisi; yang ada adalah desain paling sesuai dengan konteks.
5. Peran Design Thinking dalam Supply Chain Design
Design Thinking membantu merancang rantai pasok yang berangkat dari kebutuhan pelanggan, bukan dari kebiasaan internal. Pendekatan ini menekankan empati terhadap pelanggan dan mitra, serta eksplorasi alternatif desain sebelum keputusan dikunci.
Input: kebutuhan pelanggan, ekspektasi layanan, kendala mitra
Proses: pemetaan alur end-to-end, identifikasi pain points, eksplorasi alternatif
Output: desain rantai pasok yang lebih responsif dan selaras dengan nilai pelanggan
6. Risiko dan Ketahanan (Resilience) Rantai Pasok
Desain rantai pasok juga harus mempertimbangkan risiko seperti ketergantungan pemasok, gangguan transportasi, dan ketidakpastian global. Rantai pasok yang sangat efisien namun rapuh berpotensi gagal saat terjadi gangguan.
Sesi ini menekankan pentingnya keseimbangan antara efisiensi dan ketahanan.
7. Contoh Aplikasi Desain Rantai Pasok
Perusahaan dengan produk cepat berubah (misalnya ritel fesyen) cenderung memilih desain yang lebih responsif, sementara industri dengan permintaan stabil memilih desain yang lebih efisien dan terstandar.
Contoh ini membantu mahasiswa memahami bahwa desain rantai pasok harus kontekstual.
8. 🎥 Video Pendukung
Tambahkan video pengantar tentang:
Supply Chain Design & Network Strategy
atau
Efficient vs Responsive Supply Chains
🔔 Catatan:
Video digunakan untuk memvisualisasikan trade-off desain dan alur end-to-end rantai pasok.
Key Takeaway
Desain rantai pasok bukan soal memilih yang termurah atau tercepat, tetapi menyelaraskan struktur rantai pasok dengan kebutuhan pelanggan, strategi bisnis, dan risiko operasional.