OPERATIONS & SUPPLY CHAIN MANAGEMENT · SESI 09

Manajemen Persediaan

Inventory Management

Menyeimbangkan biaya, tingkat layanan, dan ketidakpastian melalui ABC analysis, EOQ, ROP, safety stock, FOI, single-period model, dan pemahaman Bullwhip Effect.

ABCEOQROPSafety StockBullwhip
INVENTORY AS A BUFFER
RM
WIP
FG
SS
Demand ↔ Inventory ↔ Service ↔ Cost

Learning Objectives

Setelah menyelesaikan sesi ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami konsep, sistem, dan model utama dalam inventory management.

LO 13.1–13.3
Definisi, jenis, dan fungsi strategis inventory.
LO 13.4–13.6
Syarat pengelolaan efektif, review system, dan kategori biaya.
LO 13.7–13.9
ABC analysis, EOQ, dan EPQ.
LO 13.10–13.12
Quantity discount, reorder point, FOI, dan single-period model.
Prinsip kunci: inventory adalah aset yang disimpan untuk penggunaan atau penjualan di masa depan. Persediaan adalah konsekuensi desain sistem operasi—bukan tujuan.
1. Definisi & Jenis Inventory

Inventory adalah stok atau penyimpanan barang yang dibutuhkan untuk operasi bisnis dan pelayanan pelanggan.

Raw MaterialsBahan baku dan komponen yang dibeli untuk diproses.
Work-in-ProcessProduk yang telah masuk proses tetapi belum selesai.
Finished GoodsProduk jadi siap dijual atau dikirim.
Tools & SuppliesPerlengkapan pendukung operasi.
MRO InventoryBarang untuk maintenance, repair, dan operations.
Pipeline InventoryBarang yang sedang dalam perjalanan.
Insight manajerial: driver biaya dan risiko tiap jenis inventory berbeda. WIP misalnya sering menjadi indikator masalah aliran proses.
2. Delapan Fungsi Strategis Inventory
#FungsiMekanismeContoh Aplikasi
1Meet anticipated demandStok untuk memenuhi permintaan yang diprediksi.Ritel menambah stok sebelum Lebaran.
2Smooth production requirementsMeratakan beban produksi saat demand musiman.Produksi stabil, stok disimpan untuk musim puncak.
3Decouple operationsMemisahkan tahapan agar gangguan satu proses tidak menghentikan sistem.Buffer antara produksi dan pengemasan.
4Protect against stockoutsSafety stock menghadapi variasi demand/lead time.Apotek menyimpan stok ekstra obat kronis.
5Take advantage of order cyclesMemanfaatkan pemesanan ekonomis.Toko memesan dalam batch periodik.
6Hedge against price increasesMembeli sebelum kenaikan harga supplier.Importir membeli sebelum tarif naik.
7Permit operationsMenjamin proses tetap berjalan.Pabrik tidak bisa merakit tanpa komponen.
8Quantity discountsVolume lebih besar untuk memperoleh harga lebih rendah.Distributor membeli besar untuk diskon.
Peringatan: inventory sering menjadi penyangga kelemahan sistem. Forecasting buruk, koordinasi lemah, dan proses tidak stabil sering “ditutupi” dengan safety stock berlebih.
3. Periodic vs Perpetual Review Systems
SistemCara KerjaCocok UntukKelemahan
PeriodicPhysical count pada interval tetap.Item nilai rendah / kelas C.Tidak real-time dan berisiko stockout antar review.
PerpetualTracking real-time; reorder dipicu pada level tertentu.Item kritis / kelas A.Membutuhkan sistem IT yang lebih kuat.

Teknologi Pendukung

  • UPC Barcode: scanning cepat di POS.
  • RFID: identifikasi otomatis tanpa line-of-sight.
  • Two-Bin System: reorder saat bin pertama kosong.
4. Lima Kategori Biaya Inventory
KategoriDefinisiContoh
Purchase CostBiaya pembelian inventory.Harga beli supplier atau biaya produksi internal.
Holding / Carrying CostBiaya penyimpanan dan modal tertanam.Gudang, asuransi, depresiasi, opportunity cost.
Ordering CostBiaya pemesanan dan penerimaan.Administrasi PO, transportasi, incoming inspection.
Setup CostBiaya menyiapkan peralatan produksi.Changeover mesin.
Shortage CostBiaya ketika demand melebihi supply.Lost sales, denda, expedite shipping.
TC = (D/Q)×S + (Q/2)×H + D×C
Insight: Q yang lebih besar mengurangi ordering cost tetapi menaikkan holding cost. EOQ mencari titik keseimbangan keduanya.
5. ABC Analysis & Cycle Counting

ABC Analysis mengelompokkan inventory berdasarkan nilai dolar tahunan dan prinsip Pareto.

Grafik Pareto ABC Analysis
Grafik Pareto menunjukkan konsentrasi nilai inventory pada sedikit SKU (Kelas A).

Kelas A

10–20% SKU
60–70% nilai

Kelas B

20–30% SKU
20–30% nilai

Kelas C

50–60% SKU
10–15% nilai

KelasTingkat KontrolContoh Kebijakan
ASangat ketat; review harian/mingguan.EOQ + safety stock presisi, VMI, rolling forecast.
BModerate; review bulanan.Periodic review dan safety stock moderat.
CSederhana; review kuartalan.Two-bin system dan batch besar.

Cycle Counting

KelasAkurasi TargetFrekuensiPenanggung Jawab
A±0.2%Harian / MingguanInventory specialist
B±1.0%BulananSupervisor gudang
C±5.0%KuartalanStaff operasional
6. Model Kuantitas Order Optimal: EOQ, EPQ, Quantity Discount

Basic EOQ

Grafik kurva biaya total EOQ
Kurva biaya total EOQ menunjukkan titik optimal di mana holding cost dan ordering cost berpotongan.
Q* = √[(2 × D × S) / H]
  • Satu produk.
  • Demand tahunan diketahui dan relatif merata.
  • Lead time konstan.
  • Tidak ada quantity discount.
  • Order diterima sekaligus.

Economic Production Quantity (EPQ)

Qp = √[(2 × D × S) / H] × √[p / (p − u)]

Dipakai saat produksi internal dan production rate lebih besar daripada usage rate.

Quantity Discount

TC = (D/Q)×S + (Q/2)×H + D×P
  1. Hitung EOQ pada setiap level harga.
  2. Uji apakah EOQ feasible pada range discount.
  3. Jika tidak, hitung TC pada break point terdekat.
  4. Pilih quantity dengan total cost terendah.
Contoh: D=1.200 unit/tahun, S=Rp150.000, harga Rp300.000 untuk 1–99 unit dan Rp285.000 untuk 100+ unit. Bandingkan TC pada EOQ feasible vs break quantity 100 unit.
7. Reorder Point & Safety Stock

ROP under certainty

ROP = d × LT

ROP with safety stock

ROP = Expected Demand during LT + z × σdLT
Sumber VariabilitasRumus σdLTContoh
Hanya demand variabelσd × √LTσd=3, LT=5 → ≈6.7
Hanya lead time variabeld × σLTd=10, σLT=1.5 → 15
Keduanya variabel√[LT×σd² + d²×σLT²]Kombinasi dua sumber variasi.
Contoh: d=10 unit/hari, σd=2, LT=4 hari, service level 95% (z=1.65) → expected demand 40, safety stock ≈7, sehingga ROP ≈47 unit.
8. Fixed-Order-Interval (FOI) Model

FOI menggunakan interval order tetap dengan jumlah order yang bervariasi.

Amount = d(OI + LT) + z·σd√(OI + LT) − A

Kapan Digunakan?

  • Supplier mensyaratkan order periodik.
  • Perusahaan ingin konsolidasi pengiriman.
  • Monitoring inventory position kontinu tidak tersedia.
Insight: FOI biasanya membutuhkan safety stock lebih besar karena harus melindungi periode review + lead time. FQS lebih cocok untuk A-items, FOI lebih sesuai untuk B/C-items atau order konsolidasi.
9. Single-Period Model (Newsvendor Problem)

Model ini berlaku ketika hanya ada satu kesempatan order untuk musim penjualan dengan demand tidak pasti.

Critical Ratio = Cs / (Cs + Ce)
  • Cs: shortage cost = revenue − cost.
  • Ce: excess cost = cost − salvage value.
Contoh: kaos event dengan harga jual Rp150.000, harga beli Rp80.000, salvage Rp30.000, demand Normal(μ=200, σ=40). Critical ratio ≈0.583 dan order quantity contoh ≈208 unit.

Relevan untuk fashion musiman, makanan segar, merchandise event, dan produk dengan lifecycle pendek.

10. Bullwhip Effect: Penyebab & Mitigasi

Bullwhip Effect terjadi ketika variasi permintaan membesar saat bergerak ke hulu supply chain.

Customer
σ=10
Retail
σ=25
Distributor
σ=50
Factory
σ=90

Empat Penyebab Utama

  1. Demand Forecast Updating
  2. Order Batching
  3. Price Fluctuations
  4. Rationing & Shortage Gaming

Strategi Mitigasi

  • Berbagi data POS dan forecast.
  • Mengurangi lead time.
  • Order lebih kecil tetapi lebih sering.
  • Menstabilkan pricing.
  • Menerapkan CPFR.
Insight supply chain: Bullwhip Effect adalah gejala kurangnya transparansi dan koordinasi, bukan sekadar masalah perhitungan.
11. Contoh Aplikasi & Studi Kasus

Ritel Modern

Tantangan: ribuan SKU, demand harian fluktuatif, ruang terbatas.

Solusi: ABC, FQS/FOI, VMI, dan reorder point berbasis POS.

Rumah Sakit

Tantangan: obat kritis, regulasi, demand tidak pasti.

Solusi: two-bin system, consignment stock, dan par level dinamis.

Latihan Mini: Inventory UMKM

Kedai kopi spesialti memiliki 30 jenis biji kopi. Arabica Gayo terjual rata-rata 15 kg/bulan, lead time 10 hari, standar deviasi demand 3 kg/bulan, target service level 95%.

  1. Klasifikasikan lima jenis kopi ke kelas ABC.
  2. Hitung safety stock dan reorder point untuk Arabica Gayo.
  3. Usulkan FQS atau FOI untuk kopi kelas C.
12. Video Pembelajaran: Inventory Management Concepts

Video Inventory Management

Sumber yang Anda kirim menjelaskan bahwa video membahas konsep inventory, trade-off biaya, EOQ/ROP, ABC Analysis, dan Bullwhip Effect, tetapi tidak mencantumkan URL video. Karena itu saya tidak mengarang iframe atau link yang belum terverifikasi.

Panduan Menonton Aktif

  • Menit 0–10: catat lima biaya inventory.
  • Menit 10–25: amati EOQ/EPQ dan evaluasi asumsi demand konstan.
  • Menit 25–40: identifikasi ABC Analysis atau Bullwhip Effect.
  • Setelah menonton: tentukan parameter inventory yang paling sulit diestimasi di bisnis nyata.

Ringkasan Eksekutif

  • Inventory adalah konsekuensi: hasil dari desain sistem, forecasting, dan koordinasi supply chain.
  • Lima biaya kunci: purchase, holding, ordering, setup, shortage.
  • ABC Analysis: fokus kontrol pada item bernilai tinggi.
  • FQS vs FOI: pilih berdasarkan criticality dan frekuensi review.
  • EOQ, EPQ, Newsvendor: model dipilih sesuai karakter demand dan replenishment.
  • Bullwhip: amplifikasi variansi menunjukkan masalah koordinasi dan transparansi.

Referensi Utama

  1. Stevenson, W. J. (2021). Operations Management (14th ed.). McGraw-Hill. Chapter 13.
  2. Collier, D. A., & Evans, J. R. (2023). Operations and Supply Chain Management (3rd ed.). Cengage. Chapter 12.
  3. Chopra, S., & Meindl, P. (2023). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation (8th ed.). Pearson.
  4. Lee, H. L., Padmanabhan, V., & Whang, S. (1997). Information Distortion in a Supply Chain: The Bullwhip Effect. Management Science, 43(4), 546–558.

FAQ Manajemen Persediaan

Apa fungsi utama inventory dalam operasi?

Inventory membantu memenuhi demand, menjaga kontinuitas operasi, melindungi terhadap stockout, dan mendukung efisiensi pemesanan maupun produksi.

Apa perbedaan EOQ dan EPQ?

EOQ mengasumsikan order diterima sekaligus, sedangkan EPQ digunakan ketika inventory diproduksi atau diterima secara bertahap.

Bagaimana safety stock menentukan reorder point?

Reorder point mencakup expected demand selama lead time ditambah safety stock untuk melindungi terhadap variasi demand atau lead time.

Apa penyebab utama Bullwhip Effect?

Penyebab utamanya adalah forecast updating, order batching, price fluctuations, serta rationing dan shortage gaming.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

🎧 Audio Reader + Karaoke
Gaya BicaraNormal
SuaraMemuat…
Kecepatan1.0x
⏳ Memuat script…