Goods and Service Design
1. Tujuan Sesi
Sesi ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana desain barang dan jasa memengaruhi kinerja operasi, kualitas, biaya, fleksibilitas, serta pengalaman pelanggan. Mahasiswa diperkenalkan pada desain sebagai keputusan strategis awal yang menentukan keberhasilan operasi jangka panjang.
2. Konsep Utama Goods and Service Design
Goods and Service Design adalah proses merancang apa yang ditawarkan kepada pelanggan dan bagaimana tawaran tersebut dapat diproduksi atau disampaikan secara operasional. Desain tidak hanya berfokus pada fungsi atau tampilan, tetapi juga pada kemudahan produksi, konsistensi layanan, dan keberlanjutan proses.
3. Perbedaan Fundamental Goods dan Services
Barang (goods) bersifat tangible, dapat disimpan, distandardisasi, dan diproduksi terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Sebaliknya, jasa (services) bersifat intangible, tidak dapat disimpan, dan sering kali diproduksi serta dikonsumsi secara simultan, sehingga tingkat variasi dan ketergantungan pada manusia lebih tinggi.
Perbedaan ini menyebabkan pendekatan desain operasional untuk barang dan jasa menjadi sangat berbeda.
4. Desain sebagai Penentu Kinerja Operasi
Keputusan desain pada tahap awal sangat menentukan:
- struktur biaya operasi,
- tingkat kualitas yang dapat dicapai,
- kompleksitas proses,
- dan fleksibilitas sistem.
Banyak masalah operasional seperti keterlambatan, cacat kualitas, dan inefisiensi sebenarnya berasal dari desain yang kurang tepat, bukan dari kesalahan pelaksanaan.
5. Perspektif Design Thinking dalam Operasi
Design Thinking digunakan untuk memastikan bahwa desain barang dan jasa berangkat dari kebutuhan nyata pelanggan. Pendekatan ini menekankan empati, pemahaman konteks pengguna, dan eksplorasi solusi sebelum desain dikunci.
Dalam konteks operasi, design thinking membantu menjembatani kebutuhan pelanggan dengan kemampuan proses internal.
6. Implikasi Operasional dari Keputusan Desain
Setiap keputusan desain memiliki implikasi langsung terhadap operasi, antara lain:
- kebutuhan teknologi dan peralatan,
- tingkat keahlian tenaga kerja,
- layout fasilitas dan aliran proses,
- serta risiko variasi dan kegagalan layanan.
Desain yang baik akan menyederhanakan operasi, sedangkan desain yang buruk akan menciptakan beban operasional permanen.
7. Contoh Aplikasi Goods dan Service Design
Contoh desain barang dapat dilihat pada produk elektronik massal yang dirancang untuk kemudahan perakitan dan standarisasi komponen.
Contoh desain jasa dapat dilihat pada layanan perbankan atau rumah sakit, di mana alur layanan, interaksi pelanggan, dan kecepatan respons menjadi bagian dari desain operasional.
Melalui contoh ini, mahasiswa belajar bahwa desain selalu memiliki konsekuensi operasional.
8. 🎥 Video Pendukung
Tambahkan video pengantar tentang:
Goods vs Service Design atau Service Blueprinting
🔔 Pengingat:
Video berfungsi untuk membantu visualisasi hubungan antara desain → proses → kinerja operasi, bukan sebagai pengganti materi utama.
Key Takeaway
Desain barang dan jasa bukan hanya keputusan kreatif, tetapi keputusan operasional strategis. Desain yang tepat akan mempermudah operasi, meningkatkan kualitas, dan memperkuat daya saing organisasi.
Ilustrasi: Perbedaan Proses Goods vs Services



Penjelasan Singkat Diagram (untuk mahasiswa):
- Goods (Produk):
Desain → Produksi → Penyimpanan → Distribusi → Konsumsi
Proses relatif stabil, dapat distandardisasi, dan dikendalikan lebih ketat. - Services (Jasa):
Desain → Interaksi Pelanggan → Penyampaian Layanan → Konsumsi (simultan)
Proses sangat dipengaruhi manusia, waktu, dan konteks pelanggan.
📌 Inti pembelajaran:
Perbedaan sifat proses ini menjelaskan mengapa desain jasa lebih rentan variasi dan membutuhkan pendekatan operasional yang berbeda.