OSCM Sesi 06

Peramalan dan Perencanaan Permintaan (Forecasting and Demand Planning)

https://cdn.botpenguin.com/assets/website/Demand_Forecasting_cf619e4c5e.webp
https://towardsdatascience.com/wp-content/uploads/2021/01/1Zr1H_-UPF2-PRZAzA0ql7A.png
demand sensing

4


1. Tujuan Sesi

Sesi ini bertujuan membangun pemahaman bahwa peramalan (forecasting) merupakan fondasi utama bagi hampir seluruh keputusan operasional, mulai dari kapasitas, persediaan, hingga penjadwalan produksi. Mahasiswa diarahkan untuk menyadari bahwa tanpa peramalan yang memadai, operasi akan berjalan secara reaktif dan tidak terkoordinasi.

Fokus sesi bukan pada perhitungan matematis semata, tetapi pada bagaimana hasil peramalan digunakan secara manajerial.


2. Konsep Dasar Peramalan dalam Operasi

Peramalan adalah proses memperkirakan permintaan di masa depan dengan memanfaatkan data historis, pola permintaan, serta asumsi yang relevan. Dalam praktik, peramalan tidak pernah sepenuhnya akurat karena masa depan selalu mengandung ketidakpastian.

Oleh karena itu, peramalan harus dipahami sebagai alat bantu pengambilan keputusan, bukan kebenaran absolut.


3. Pola Permintaan dan Implikasinya

Permintaan dapat menunjukkan pola yang berbeda, seperti stabil, tren meningkat atau menurun, musiman, maupun fluktuatif secara acak. Setiap pola memiliki implikasi yang berbeda terhadap keputusan operasi.

Kesalahan dalam mengenali pola permintaan sering kali menyebabkan masalah seperti kelebihan persediaan, kekurangan kapasitas, atau penurunan tingkat layanan.


4. Peran Data Historis dalam Peramalan

Data historis menjadi dasar utama dalam peramalan, namun tidak selalu mencerminkan kondisi masa depan. Perubahan teknologi, preferensi pelanggan, kebijakan harga, dan kondisi ekonomi dapat membuat data masa lalu menjadi kurang relevan.

Mahasiswa belajar bahwa data historis harus ditafsirkan secara kritis, bukan digunakan secara mekanis.


5. Perencanaan Permintaan (Demand Planning)

Demand planning menghubungkan hasil peramalan dengan keputusan nyata dalam operasi, seperti perencanaan produksi, pengadaan bahan, dan distribusi. Proses ini menuntut koordinasi lintas fungsi, terutama antara pemasaran, operasi, dan rantai pasok.

Tanpa demand planning yang baik, peramalan tidak akan memberikan dampak nyata terhadap kinerja organisasi.


6. Peran Pertimbangan Manajerial (Managerial Judgment)

Hasil peramalan sering kali perlu disesuaikan dengan informasi kontekstual yang tidak tercermin dalam data, seperti rencana promosi, peluncuran produk baru, atau perubahan kebijakan.

Sesi ini menekankan bahwa pertimbangan manajerial dan data harus saling melengkapi, bukan saling menggantikan.


7. Contoh Aplikasi Peramalan dan Demand Planning

Contoh penerapan peramalan dapat dilihat pada sektor ritel, transportasi, layanan kesehatan, dan manufaktur. Organisasi-organisasi ini menggunakan peramalan untuk mengantisipasi lonjakan atau penurunan permintaan dan menyesuaikan kapasitas serta persediaan.

Contoh ini membantu mahasiswa memahami hubungan langsung antara peramalan dan kinerja operasi.


8. 🎥 Video Pendukung

Tambahkan video pengantar tentang:
Demand Forecasting and Demand Planning in Operations

🔔 Catatan:
Video digunakan untuk membantu visualisasi hubungan antara peramalan, perencanaan permintaan, dan keputusan operasional, bukan untuk menggantikan pembahasan konseptual di kelas.


Key Takeaway

Peramalan tidak bertujuan menghilangkan ketidakpastian, tetapi membantu manajer membuat keputusan yang lebih siap dan terkoordinasi dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *