Module 03: Functions and Graphs

Fungsi, Grafik, Komposisi, Invers, dan Transformasi untuk Pemodelan Bisnis.

πŸŽ₯ Video Kuliah Pendukung

2.1 & 2.5 Konsep Dasar Fungsi & Grafik

Fungsi adalah aturan yang memasangkan setiap input (domain) dengan tepat satu output (range). Dalam bisnis, ini memodelkan hubungan sebab-akibat, seperti harga terhadap permintaan.

Uji Garis Vertikal: Jika setiap garis vertikal memotong grafik maksimal di satu titik, maka grafik tersebut adalah fungsi.
x (Qty) y (Price) 1 Titik Potong = Fungsi
πŸ“Œ Contoh Kasus UMKM (Fungsi Permintaan):
Fungsi permintaan kopi: p = 50 − 2q, di mana p = harga (ribu Rp) dan q = jumlah cup (ratusan).
Jika q = 10 (1.000 cup), maka p = 50 − 2(10) = 30 (Rp 30.000/cup).
Domain: q ≥ 0. Range: 0 ≤ p ≤ 50. Harga tidak bisa negatif, dan permintaan tidak bisa negatif.
2.2 Fungsi Khusus (Case-Defined & Nilai Mutlak)

Dalam bisnis nyata, aturan sering berubah tergantung kondisi. Fungsi case-defined (piecewise) menggunakan aturan berbeda untuk interval input yang berbeda.

Berat (kg) Biaya Rp 10.000 Rp 15.000 Rp 20.000
πŸ“Œ Contoh Kasus E-commerce (Biaya Ongkir Bertingkat):
C(q) = 10.000 jika 0 < q ≤ 5 kg
C(q) = 15.000 jika 5 < q ≤ 10 kg
C(q) = 20.000 jika q > 10 kg
Grafik ini berbentuk “tangga”. Titik kosong (lingkaran putih) menunjukkan batas tidak termasuk, titik penuh menunjukkan batas termasuk. Ini mencegah ambiguitas biaya.
2.3 Operasi & Komposisi Fungsi

Komposisi fungsi (f ˆ g)(x) = f(g(x)) berarti output dari fungsi pertama menjadi input untuk fungsi kedua. Ini sangat umum dalam rantai pasok dan perhitungan pajak bertingkat.

(f ˆ g)(x) = f(g(x))
Input: x Fungsi g Output: g(x) Fungsi f f(g(x))
πŸ“Œ Contoh Kasus Bisnis (Diskon lalu PPN):
Misal harga dasar = x. Fungsi diskon 20%: g(x) = 0,8x.
Fungsi penambahan PPN 11%: f(y) = 1,11y.
Harga akhir: (f ˆ g)(x) = f(g(x)) = 1,11(0,8x) = 0,888x.
Urutan penting! Secara matematis sama karena perkalian komutatif, tetapi secara psikologis pemasaran, “Diskon dulu” lebih menarik.
2.4 & 2.6 Fungsi Invers & Simetri

Fungsi invers (f−1) “membalik” proses: dari output mencari input. Syaratnya: fungsi harus one-to-one (lulus uji garis horizontal). Grafiknya simetris terhadap garis y = x.

y = x f(x) f-1(x)
πŸ“Œ Contoh Kasus Perencanaan Pensiun (Target 2027):
Fungsi nilai masa depan tabungan: S(r) = P(1 + r)n.
Kita ingin tahu: “Berapa tingkat bunga (r) yang dibutuhkan agar S mencapai target Rp 1 Miliar?”
Ini adalah aplikasi invers fungsi: r = (S/P)1/n − 1.
Membalik fungsi memungkinkan kita menetapkan target (output) dan menghitung variabel kendali (input) yang diperlukan.
2.8 Fungsi Beberapa Variabel & Kurva Level

Bisnis jarang bergantung pada satu variabel saja. Fungsi z = f(x, y) memodelkan output berdasarkan dua input atau lebih. Level curves (kurva level) memproyeksikan ini ke 2D, seperti peta kontur.

Produk X Produk Y π = 50jt π = 100jt π = 150jt
πŸ“Œ Contoh Kasus Riset Bisnis (Kurva Isoprofit):
Keuntungan: π(x, y) = 50x + 70y (dalam ribu Rp).
Kurva level untuk target keuntungan Rp 10.000.000: 50x + 70y = 10.000.
Setiap titik pada garis lurus ini mewakili kombinasi produksi Produk X dan Y yang menghasilkan keuntungan yang persis sama. Ini adalah fondasi dari Pemrograman Linear.
πŸ“ Latihan Soal Pilihan (per Section)

Klik pada setiap soal untuk melihat jawaban dan pembahasan singkat.

Soal 1: Domain Fungsi Rasional
Soal: Tentukan domain dari f(x) = (x + 3) / (x2 − 9).
Jawaban: x ≠ 3 dan x ≠ −3.
Pembahasan: Penyebut tidak boleh nol. x2 − 9 = 0 → (x − 3)(x + 3) = 0. Jadi domainnya semua bilangan real kecuali 3 dan −3.
Soal 2: Fungsi Case-Defined
Soal: f(x) = 2x jika x < 1, dan x2 + 1 jika x ≥ 1. Hitung f(0) dan f(2).
Jawaban: f(0) = 0, f(2) = 5.
Pembahasan: 0 < 1, gunakan 2x → 2(0) = 0. 2 ≥ 1, gunakan x2 + 1 → 22 + 1 = 5.
Soal 3: Komposisi Fungsi
Soal: Jika f(x) = x2 dan g(x) = x + 3, tentukan (f ˆ g)(x).
Jawaban: x2 + 6x + 9.
Pembahasan: (f ˆ g)(x) = f(g(x)) = f(x + 3) = (x + 3)2 = x2 + 6x + 9.
Soal 4: Fungsi Invers
Soal: Tentukan invers dari f(x) = 3x − 7.
Jawaban: f−1(x) = (x + 7) / 3.
Pembahasan: Misal y = 3x − 7. Tukar x dan y: x = 3y − 7 → 3y = x + 7 → y = (x + 7) / 3.
Soal 5: Fungsi Beberapa Variabel
Soal: Jika C(x,y) = 50x + 30y + 1000, hitung C(10, 20).
Jawaban: 2100.
Pembahasan: C(10, 20) = 50(10) + 30(20) + 1000 = 500 + 600 + 1000 = 2100.
🎯 Chapter 2 Review Problems (Komprehensif)

Soal-soal kunci dari akhir bab untuk menguji penguasaan konsep. Klik untuk melihat pembahasan langkah demi langkah.

Review Problem 1: Domain dan Range dari Grafik
Soal: Dari grafik fungsi kuadrat yang membuka ke atas dengan titik puncak di (2, -3), tentukan domain dan range-nya.
Jawaban: Domain: Semua bilangan real (−∞, ∞). Range: [−3, ∞).
Review Problem 2: Uji Fungsi (Vertical Line Test)
Soal: Apakah persamaan x = y2 mendefinisikan y sebagai fungsi dari x?
Jawaban: Bukan fungsi. Grafik x = y2 adalah parabola yang membuka ke kanan. Garis vertikal di x = 4 memotong grafik di dua titik: (4, 2) dan (4, −2).
Review Problem 3: Difference Quotient
Soal: Jika f(x) = x2 − 3x, sederhanakan [f(x + h) − f(x)] / h.
Jawaban: 2x + h − 3.
Pembahasan: [ (x+h)2 − 3(x+h) − (x2 − 3x) ] / h = [ 2xh + h2 − 3h ] / h = 2x + h − 3.
Review Problem 4: Aplikasi Fungsi Permintaan
Soal: Fungsi permintaan p = 1200 / q. Tuliskan fungsi pendapatan total R(q) dan hitung jika 40 unit terjual.
Jawaban: R(q) = 1200. Jika q = 40, R(40) = 1200.
Review Problem 5: Komposisi Fungsi dalam Bisnis
Soal: q = f(m) = 20m − m2, R = g(q) = 24q. Tentukan (g ˆ f)(m).
Jawaban: 480m − 24m2.
Pembahasan: g(f(m)) = 24(20m − m2) = 480m − 24m2.
Review Problem 6: Mencari Invers Fungsi Linear
Soal: Fungsi penawaran p = (q + 48) / 2. Nyatakan q sebagai fungsi dari p.
Jawaban: q = 2p − 48.
Review Problem 7: Simetri Grafik
Soal: Uji simetri grafik y = x4 − 2x2 terhadap sumbu-y.
Jawaban: Ganti x dengan −x. y = (−x)4 − 2(−x)2 = x4 − 2x2. Hasilnya sama, jadi simetris terhadap sumbu-y.
Review Problem 8: Fungsi Beberapa Variabel
Soal: C(x,y) = 160 + 2x + 3y. Hitung biaya jika x = 500 dan y = 700.
Jawaban: 3260.
Pembahasan: 160 + 2(500) + 3(700) = 160 + 1000 + 2100 = 3260.
πŸŽ“ Catatan Penutup: Penguasaan fungsi dan grafik adalah prasyarat mutlak untuk Kalkulus Bisnis dan Pemrograman Linear. Visualisasi SVG di atas dirancang agar Anda bisa melihat langsung bagaimana perubahan variabel memengaruhi bentuk kurva. Gunakan ini sebagai referensi cepat saat memodelkan kasus UMKM Anda atau merencanakan strategi portofolio pensiun 2027.

Module 03 – Functions & Graphs

Memahami “Mesin” di Balik Bisnis

Kode Mata Kuliah : MNJ104
Topik : Fungsi dan Grafik (Chapter 2)
Referensi : Haeussler, Chapter 2 (Sections 2.1 – 2.7)

Sesi 03 mengenalkan konsep paling sentral dalam matematika bisnis: Fungsi. Bisnis adalah tentang hubungan sebab-akibat (jika harga naik, permintaan turun). Hubungan “jika… maka…” inilah yang dimodelkan dalam bentuk Fungsi.


1. Definisi Fungsi: Input & Output

Secara sederhana, fungsi adalah sebuah “mesin”. Aturan emasnya: Untuk setiap input (x), hanya boleh ada SATU output (y).

  • Domain: Bahan baku / Input / x
  • Range: Hasil produksi / Output / y
  • Notasi: y = f(x) (Dibaca: y adalah fungsi dari x)

🏭 Konteks Bisnis: Domain & Range

Dalam matematika murni, domain seringkali adalah “Semua Bilangan Real”. Namun dalam bisnis, kita memiliki batasan fisik (Physical Constraints).

Studi Kasus: Produksi Kopi

Fungsi biaya: C(x) = 5000x + 2.000.000. (x = kg kopi).
Kapasitas gudang maksimal hanya 1.000 kg.

Konsep Matematika Murni Logika Bisnis (Applied)
Domain (Input x) (-∞, ∞) [0, 1.000]
(Tidak mungkin negatif & dibatasi gudang)
Range (Output y) (-∞, ∞) [2jt, 7jt]
(Biaya min = Fixed Cost, Max = Kapasitas Penuh)

2. Jenis Fungsi dalam Bisnis

Beberapa jenis fungsi “wajib” bagi mahasiswa bisnis:

  • Fungsi Linear (mx + c): Digunakan untuk Garis Biaya Tetap atau Depresiasi Garis Lurus.
  • Fungsi Kuadrat (ax2 + bx + c): Digunakan untuk kurva Profit (naik lalu turun).
  • Fungsi Rasional (Pecahan): f(x) = P(x) / Q(x). Sering digunakan untuk menghitung Average Cost.

πŸ”— Composite Functions (Reaksi Berantai)

Dalam bisnis, satu variabel sering memicu variabel lain. Komposisi fungsi menggabungkan proses tersebut.

Studi Kasus: Pajak Polusi
  • Fungsi 1 (Produksi): Jumlah produksi (x) tergantung waktu jam kerja (t).
    Rumus: x(t) = 20t (Mesin memproduksi 20 unit/jam).
  • Fungsi 2 (Biaya Pajak): Pajak karbon (C) tergantung jumlah produksi (x).
    Rumus: C(x) = 2x2 + 100.

Pertanyaan: Berapa biaya pajak setelah mesin beroperasi 3 jam?

Cara 1: Bertahap
Cari x dulu: x(3) = 20(3) = 60 unit.
Lalu cari C: C(60) = 2(60)2 + 100 = 7.200 + 100 = $7.300
Cara 2: Komposisi (C o x)(t)
Masukkan rumus x(t) ke dalam C(x):
C(t) = 2(20t)2 + 100
C(t) = 2(400t2) + 100 = 800t2 + 100

3. Kombinasi & Komposisi Fungsi

Seringkali, satu kejadian bisnis memicu kejadian lain. Jika Biaya (C) dipengaruhi Permintaan (q), dan Permintaan (q) dipengaruhi Harga (p), maka Biaya dipengaruhi Harga.

Rumus Komposisi:
(f ∁ g)(x) = f(g(x))

πŸ”— Studi Kasus: Rantai Produksi & Biaya Pajak

Bayangkan sebuah pabrik di mana jumlah unit yang dihasilkan tergantung pada jam kerja mesin, dan biaya pajak lingkungan tergantung pada jumlah unit yang dihasilkan.

Diketahui dua fungsi:

  • Fungsi Produksi: q(t) = 50t
    (Setiap 1 jam mesin bekerja, dihasilkan 50 unit barang)
  • Fungsi Biaya (Pajak): C(q) = 10q + 500
    (Pajak sebesar $10 per unit ditambah biaya admin $500)

Pertanyaan: Berapa biaya pajak jika mesin bekerja selama 4 jam? Gunakan fungsi komposisi!

Penyelesaian Step-by-Step:
Langkah 1 Bentuk fungsi komposisi (C ∘ q)(t):
C(q(t)) = 10(50t) + 500
C(t) = 500t + 500
Langkah 2 Substitusi nilai t = 4 jam:
C(4) = 500(4) + 500
C(4) = 2.000 + 500
Hasil = $2.500

Insight Bisnis: Dengan komposisi fungsi, manajer bisa langsung memprediksi biaya akhir hanya berdasarkan input jam kerja, tanpa harus menghitung jumlah unit secara terpisah di tengah jalan.

4. Fungsi Invers (Kebalikan)

Fungsi invers digunakan untuk membalik logika: dari “mencari omzet” menjadi “mencari target penjualan”.

Syarat: Fungsi harus One-to-One. Gunakan Horizontal Line Test pada grafik untuk mengeceknya.

Notasi: y = f-1(x)

πŸ”„ Inverse Functions (Membalik Logika)

Kita sering tahu: “Jika harga sekian, berapa yang terjual?” (Demand Function).
Inverse menjawab sebaliknya: “Jika ingin menjual sekian, harus pasang harga berapa?”

Fungsi Asli (Q sebagai fungsi P)
Q = 100 – 2P
Input: Harga (P)
Output: Kuantitas (Q)
➑
Fungsi Invers (P sebagai fungsi Q)
P = 50 – 0.5Q
Input: Target Q
Output: Harga P
⚠️ Catatan Teknis: Dalam matematika murni, variabel sering ditukar (x jadi y). Dalam bisnis, jangan menukar label variabelnya. Harga tetap P, Kuantitas tetap Q. Hanya posisinya di persamaan yang berubah.

5. Membaca Grafik (Intercepts)

Seorang manajer harus bisa membaca poin penting di grafik:

  • x-intercept (saat y=0): Kapan profit nol? (Break Even Point).
  • y-intercept (saat x=0): Kapan produksi nol tapi biaya tetap ada? (Fixed Cost).

Tags: #MatematikaBisnis #MNJ104 #Functions #GrafikFungsi #DomainRange #FungsiInvers #Haeussler #AurinoWorks

5. Membaca Grafik (Intercepts)

Seorang manajer harus bisa membaca poin penting di grafik:

  • x-intercept (saat y=0): Kapan profit nol? (Break Even Point).
  • y-intercept (saat x=0): Kapan produksi nol tapi biaya tetap ada? (Fixed Cost).

Tags: #MatematikaBisnis #MNJ104 #Functions #GrafikFungsi #DomainRange #FungsiInvers #Haeussler #AurinoWorks

πŸ“š

Referensi Utama:
Haeussler, E. F., Paul, R. S., & Wood, R. J. Introductory Mathematical Analysis for Business, Economics, and the Life and Social Sciences.

Modul ini dikembangkan secara mandiri berbasis materi Haeussler, dengan bantuan teknologi AI (Google Gemini & ChatGPT) untuk penyusunan struktur dan visualisasi kode.

#MatematikaBisnis #MNJ104 #Aurinoworks #AcademicIntegrity #AIinEducation

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *