Manajemen Kapasitas (Capacity Management)



4
1. Tujuan Sesi
Sesi ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman bahwa kapasitas adalah komitmen strategis yang menentukan kemampuan organisasi memenuhi permintaan pelanggan. Mahasiswa diarahkan melihat manajemen kapasitas sebagai keputusan yang menyeimbangkan biaya, tingkat layanan, dan fleksibilitas.
Fokus sesi adalah bagaimana kapasitas direncanakan dan dikelola secara manajerial, bukan sekadar dihitung.
2. Konsep Dasar Kapasitas dalam Operasi
Kapasitas menggambarkan kemampuan maksimum sistem operasi untuk menghasilkan output dalam periode tertentu. Dalam praktik, dikenal kapasitas desain, kapasitas efektif, dan kapasitas aktualβyang jarang sama karena adanya pembatas proses, variasi, dan gangguan.
Memahami perbedaan ini membantu manajer mengidentifikasi celah kinerja dan peluang perbaikan.
3. Utilisasi dan Bottleneck
Utilisasi menunjukkan seberapa besar kapasitas digunakan. Namun, utilisasi tinggi tidak selalu baik jika menyebabkan antrian, kelelahan, atau penurunan kualitas. Bottleneck adalah titik proses yang membatasi output sistem secara keseluruhan.
Sesi ini menekankan prinsip bahwa peningkatan di luar bottleneck tidak meningkatkan kinerja sistem.
4. Strategi Kapasitas: Lead, Lag, dan Match
Organisasi dapat memilih strategi lead (kapasitas mendahului permintaan), lag (kapasitas mengikuti permintaan), atau match (penyesuaian bertahap). Setiap strategi memiliki risiko dan implikasi biaya yang berbeda.
Pemilihan strategi harus diselaraskan dengan ketidakpastian permintaan dan toleransi risiko organisasi.
5. Fleksibilitas Kapasitas
Fleksibilitas kapasitas memungkinkan organisasi merespons fluktuasi permintaan melalui lembur, penjadwalan ulang, outsourcing, atau pemanfaatan teknologi. Fleksibilitas meningkatkan responsivitas, tetapi juga membawa konsekuensi biaya dan kompleksitas.
Mahasiswa belajar bahwa fleksibilitas perlu dirancang, bukan diimprovisasi.
6. Risiko Overcapacity dan Undercapacity
Overcapacity meningkatkan biaya tetap dan menurunkan efisiensi, sementara undercapacity menyebabkan keterlambatan, kehilangan penjualan, dan ketidakpuasan pelanggan. Keduanya merupakan risiko strategis yang harus dikelola.
Sesi ini menekankan pentingnya trade-off manajerial dalam keputusan kapasitas.
7. Contoh Aplikasi Manajemen Kapasitas
Manajemen kapasitas terlihat jelas pada rumah sakit, maskapai penerbangan, dan industri jasa lainnya yang menghadapi permintaan berfluktuasi. Keputusan kapasitas di sektor ini berdampak langsung pada kualitas layanan dan biaya.
Contoh ini membantu mahasiswa memahami relevansi kapasitas dalam konteks nyata.
8. π₯ Video Pendukung
Tambahkan video pengantar tentang:
Capacity Management and Bottleneck Analysis in Operations
π Catatan:
Video digunakan untuk memvisualisasikan hubungan antara kapasitas, utilisasi, dan bottleneck, bukan untuk menggantikan diskusi konseptual.
Key Takeaway
Kapasitas bukan sekadar angka, melainkan keputusan strategis yang menentukan kemampuan organisasi melayani pelanggan secara berkelanjutan.