OSCM Sesi 05

Desain Proses, Fasilitas, dan Pekerjaan (Process, Facility, and Work Design)

Desain Layout Fasilitas
Ergonomics-Distribution-Center-Manufacturing-illustration

4


1. Tujuan Sesi

Sesi ini bertujuan membangun pemahaman bahwa keunggulan operasional sangat ditentukan oleh bagaimana proses, fasilitas, dan pekerjaan dirancang sejak awal. Mahasiswa diarahkan untuk melihat bahwa banyak masalah operasional (biaya tinggi, keterlambatan, kualitas buruk) sebenarnya bersumber dari desain sistem, bukan dari kesalahan individu.

Sesi ini menjadi jembatan antara desain strategis (Sesi 03–04) dan pengelolaan operasional sehari-hari.


2. Konsep Dasar Desain Proses Operasi

Desain proses adalah penentuan alur aktivitas, urutan kerja, dan metode yang digunakan untuk mengubah input menjadi output. Proses yang dirancang dengan baik akan meminimalkan pemborosan, mengurangi variasi, dan meningkatkan konsistensi kinerja.

Dalam konteks manajerial, proses harus dipahami sebagai sistem end-to-end, bukan kumpulan tugas terpisah.


3. Jenis-Jenis Proses dalam Operasi

Terdapat beberapa tipe proses utama seperti job shop, batch process, assembly line, dan continuous process. Pemilihan jenis proses harus disesuaikan dengan volume, variasi, dan karakteristik permintaan.

Mahasiswa belajar bahwa ketidaksesuaian antara jenis proses dan kebutuhan pasar akan menciptakan inefisiensi struktural yang sulit diperbaiki.


4. Desain Fasilitas dan Tata Letak (Facility Layout)

Desain fasilitas berkaitan dengan bagaimana mesin, peralatan, manusia, dan aliran material diatur secara fisik. Tata letak fasilitas memengaruhi waktu proses, biaya pemindahan material, keselamatan kerja, dan koordinasi aktivitas.

Pilihan seperti process layout, product layout, cellular layout, atau fixed-position layout merupakan keputusan strategis, bukan sekadar teknis.


5. Desain Pekerjaan (Work Design)

Desain pekerjaan menentukan bagaimana tugas dibagi, distandarkan, dan dilaksanakan oleh manusia. Work design yang baik mempertimbangkan produktivitas, kualitas, ergonomi, serta kesejahteraan pekerja.

Dalam operasi modern, desain pekerjaan juga berkaitan dengan otomasi, pelatihan, dan pembagian peran manusia–mesin.


6. Faktor Manusia dalam Sistem Operasi

Manusia merupakan bagian integral dari sistem operasi. Proses dan fasilitas yang dirancang tanpa mempertimbangkan faktor manusia akan menghasilkan kelelahan, kesalahan, dan resistensi terhadap perubahan.

Sesi ini menekankan pentingnya ergonomi, komunikasi kerja, dan keterlibatan karyawan dalam mencapai kinerja operasi yang berkelanjutan.


7. Implikasi Manajerial dari Desain Proses dan Fasilitas

Desain proses, fasilitas, dan pekerjaan yang baik akan:

  • menyederhanakan pengendalian operasi,
  • meningkatkan kualitas secara konsisten,
  • menurunkan biaya jangka panjang,
  • serta mempermudah perbaikan berkelanjutan.

Sebaliknya, desain yang buruk menciptakan masalah kronis yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengawasan atau teknologi.


8. 🎥 Video Pendukung

Tambahkan video pengantar tentang:
Process Design and Facility Layout in Operations
atau
Work Design and Ergonomics in Operations

🔔 Catatan:
Video digunakan untuk membantu visualisasi hubungan antara alur proses, tata letak fasilitas, dan desain pekerjaan, bukan sebagai pengganti materi utama.


Key Takeaway

Kinerja operasi jarang ditentukan oleh “siapa yang bekerja”, tetapi hampir selalu ditentukan oleh bagaimana sistem kerja dirancang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *