SESI 08: DECISION ANALYSIS (ANALISIS KEPUTUSAN)
Mengambil Keputusan Optimal di Bawah Ketidakpastian (Uncertainty) dan Risiko (Risk) dengan Excel & TreePlan
Lingkungan Pengambilan Keputusan:
Dalam dunia bisnis, manajer jarang memiliki informasi sempurna. Kita membedakan tiga lingkungan keputusan:
1. Certainty (Kepastian): Semua data diketahui (misal: bunga deposito). Diselesaikan dengan Linear Programming.
2. Uncertainty (Ketidakpastian): Probabilitas terjadinya berbagai skenario masa depan tidak diketahui.
3. Risk (Risiko): Probabilitas terjadinya berbagai skenario masa depan diketahui atau dapat diestimasi berdasarkan data historis.
8.1 Pengambilan Keputusan dalam Ketidakpastian (Uncertainty)
🏭 Studi Kasus: “PT Furnitur Nusantara” (Adaptasi File 8-1)
Skenario: Perusahaan harus memutuskan apakah akan membangun pabrik besar, pabrik kecil, atau tidak membangun sama sekali. Permintaan pasar bisa Tinggi, Sedang, atau Rendah, namun probabilitasnya belum diketahui.
| Alternatif | Permintaan Tinggi | Permintaan Sedang | Permintaan Rendah |
|---|---|---|---|
| Pabrik Besar | Rp 200.000.000 | Rp 100.000.000 | -Rp 120.000.000 |
| Pabrik Kecil | Rp 90.000.000 | Rp 50.000.000 | -Rp 20.000.000 |
| Tidak Membangun | Rp 0 | Rp 0 | Rp 0 |
📊 5 Kriteria Keputusan & Formula Excel:
Excel:
=MAX(Range_Payoffs) → Pabrik Besar (Rp 200jt)2. Maximin (Pesimis): Pilih alternatif dengan nilai minimum terbaik (menghindari kerugian terburuk / Best of the Worst).
Excel:
=MAX(MIN(Range_Payoffs)) → Tidak Membangun (Rp 0)3. Equally Likely (Laplace): Asumsikan semua outcome punya probabilitas sama, pilih rata-rata tertinggi.
Excel:
=AVERAGE(Range_Payoffs) → Pabrik Besar (Rp 60jt)4. Criterion of Realism (Hurwicz): Gabungan optimis & pesimis dengan koefisien realisme (α). Misal α = 0.45.
Excel:
=α * MAX + (1-α) * MIN → Pabrik Kecil (Rp 29,5jt)5. Minimax Regret: Minimalkan “penyesalan” (opportunity loss). Hitung tabel regret, lalu ambil nilai maksimum tiap baris, dan pilih yang minimum.
Excel:
=MAX(Regret_Range) lalu =MIN(Hasil_MAX) → Pabrik Kecil
8.2 Pengambilan Keputusan dalam Risiko (Risk)
📈 Expected Monetary Value (EMV) & EVPI (Adaptasi File 8-2)
Sekarang, berdasarkan data historis, kita mengetahui probabilitas: Tinggi (30%), Sedang (50%), Rendah (20%).
Rumus: EMV = Σ (Probabilitasi × Payoffi)
• EMV Pabrik Besar = (0.3 × 200) + (0.5 × 100) + (0.2 × -120) = Rp 86.000.000
• EMV Pabrik Kecil = (0.3 × 90) + (0.5 × 50) + (0.2 × -20) = Rp 48.000.000
• EMV Tidak Membangun = Rp 0
Keputusan Optimal: Pilih Pabrik Besar (EMV tertinggi).
💎 Nilai Informasi Sempurna (EVPI)
Seberapa besar nilai maksimal yang bersedia kita bayar untuk konsultan yang bisa memastikan kondisi pasar (Perfect Information)?
= (0.3 × 200) + (0.5 × 100) + (0.2 × 0) = Rp 110.000.000
EVPI = EVwPI − Maksimum EMV
= 110.000.000 − 86.000.000 = Rp 24.000.000
Catatan: EVPI selalu sama dengan Minimum EOL (Expected Opportunity Loss).
- EMV: Gunakan
=SUMPRODUCT(Range_Probabilitas, Range_Payoff_Alt) - EOL: Buat tabel Regret terlebih dahulu, lalu gunakan
=SUMPRODUCT(Range_Probabilitas, Range_Regret_Alt). Pilih alternatif dengan EOL terendah.
8.3 Decision Tree & TreePlan Excel Add-in
🌳 Visualisasi Keputusan Berurutan (Adaptasi File 8-3)
Decision Table bagus untuk satu tahap, tetapi Decision Tree wajib digunakan untuk keputusan multi-tahap (sequential decisions), misalnya: “Haruskah kita melakukan survei pasar dulu sebelum memutuskan membangun pabrik?”
Simbol Decision Tree:
- ▪ Kotak (Decision Node): Titik di mana pengambil keputusan memilih alternatif.
- ○ Lingkaran (Outcome/Event Node): Titik di mana alam/nasib menentukan hasil (dilengkapi probabilitas).
- Load Add-in: File > Options > Add-ins > Go > Browse > pilih
Treeplan.xla. - Mulai Tree: Letakkan kursor di sel kosong, tekan
Ctrl + Shift + Tatau via menu Add-ins > Decision Tree. - Bangun Struktur: Klik pada node, tekan
Ctrl + Shift + Tlagi untuk memilih: Add Branch (tambah alternatif) atau Change to Event Node (tambah outcome dengan probabilitas). - Input Data: Masukkan probabilitas (harus total 1.0 per event node) dan payoff di ujung cabang.
- Solve: TreePlan otomatis melakukan fold-back (menghitung EMV dari kanan ke kiri) dan menandai pilihan optimal dengan tanda ||| (tiga garis vertikal) pada cabang yang dipilih.
💡 Insight: TreePlan secara otomatis menghitung EMV di setiap node dan menampilkan nilai expected payoff di sebelah kiri setiap node, memudahkan audit logika keputusan.
8.4 Teori Utilitas (Utility Theory)
⚖️ Ketika EMV Bukanlah Jawaban Terbaik
EMV mengasumsikan pengambil keputusan risk-neutral (netral terhadap risiko). Namun, jika taruhannya sangat besar (misal: kerugian Rp 120 juta bisa membuat UMKM bangkrut), manajer mungkin lebih memilih opsi dengan EMV lebih rendah tapi lebih aman.
- Risk Avoider (Penghindar Risiko): Kurva utilitas cekung ke bawah. Lebih memilih kepastian kecil daripada gamble dengan EMV lebih tinggi.
- Risk Seeker (Pencari Risiko): Kurva utilitas cekung ke atas. Rela rugi demi kesempatan mendapat jackpot besar.
⚠️ Solusi: Ganti nilai monetary (Rupiah) dalam Decision Tree dengan Utility Values (skala 0 hingga 1), lalu hitung Expected Utility alih-alih EMV.
💡 3 Langkah Membuat Decision Table di Excel
- Area Input: Buat Tabel Utama. Baris = Alternatif Keputusan. Kolom = Kondisi Alam (States of Nature). Isi sel tengah dengan angka Profit/Biaya.
- Area Probabilitas: Taruh baris probabilitas di bawah nama kondisi alam (Total harus 1.0 atau 100%).
- Rumus EMV: Gunakan fungsi
=SUMPRODUCT(Range_Payoff_Baris, Range_Probabilitas_Terkunci). Contoh:=SUMPRODUCT(B5:D5, $B$4:$D$4). Jangan lupa kunci probabilitas dengan F4 ($).
📥 Unduh File Pendukung (Excel)
Praktikkan langsung model keputusan dengan template Excel dan add-in TreePlan yang telah disiapkan.
*Catatan: Pastikan nama file di atas sesuai dengan yang ada di Media Library WordPress Anda.