Riset Bisnis 05a

Riset Bisnis Sesi 05a – Quantitative Research | Aurinoworks

๐Ÿ“Š Riset Bisnis Sesi 05a

Quantitative Research: Mengukur dengan Presisi

“Kalau kualitatif bertanya ‘mengapa?’, kuantitatif bertanya ‘berapa banyak?’ dan ‘seberapa kuat?’

โฑ๏ธ 150′ ๐Ÿ“– Sekaran Ch. 8-12 ๐Ÿ“– Zikmund Ch. 12-16 ๐Ÿ“– Hair et al.

๐ŸŒ‰ Jembatan dari Sesi 05 (Kualitatif)

Di sesi 05, Anda sudah belajar kualitatif โ€” menggali makna, memahami “mengapa”. Sekarang kita lengkapi dengan kuantitatif โ€” mengukur, menguji, menggeneralisasi.

๐ŸŽจ Sesi 05
Kualitatif
“Mengapa?”
๐Ÿ“Š SESI 05a
Kuantitatif
“Berapa?”
๐Ÿ”€ Sesi 06a
Mixed Methods
๐Ÿ“‘ Sesi 07
Reporting

๐ŸŽฏ Capaian Pembelajaran

  • Paham prinsip & filosofi riset kuantitatif
  • Paham desain riset & sampling probabilitas
  • Paham skala pengukuran & penyusunan kuesioner
  • Paham uji validitas & reliabilitas instrumen
  • Paham dasar analisis statistik untuk bisnis
1. Prinsip & Filosofi Kuantitatif

๐Ÿ“ Filosofi: Mengukur Realitas yang Objektif

Kuantitatif berangkat dari positivisme โ€” keyakinan bahwa realitas itu objektif, terukur, dan bisa digeneralisasi.

๐Ÿ“ Analogi Timbangan:
Kuantitatif itu seperti timbangan digital โ€” hasilnya angka pasti, bisa diulang, siapa pun yang menimbang dapat hasil sama. Kualitatif itu seperti food tester โ€” rasanya subjektif, tergantung lidah yang mencicipi.

โš–๏ธ Perbedaan Kunci dengan Kualitatif

Aspek๐Ÿ“Š Kuantitatif๐ŸŽจ Kualitatif
LogikaDeduktif (uji teori)Induktif (bangun teori)
DataAngka, statistikKata, narasi, makna
InstrumenKuesioner, tesPeneliti sendiri
SampelBesar, random, representatifKecil, purposif, informatif
AnalisisStatistik (SPSS, SmartPLS)Tematik (NVivo, ATLAS.ti)
OutputGeneralisasi, prediksiPemahaman mendalam, teori

๐ŸŽฏ 5 Prinsip Dasar Kuantitatif

#PrinsipImplikasi
1ObjektivitasPeneliti berjarak, tidak memengaruhi hasil
2Terukur (measurable)Semua variabel harus bisa di-angka-kan
3GeneralisasiHasil sampel bisa digeneralisasi ke populasi
4ReplicabilityRiset bisa diulang orang lain dengan hasil sama
5PrediksiBisa memprediksi fenomena di masa depan

๐ŸŽฏ Kapan Pakai Kuantitatif?

โœ… Ingin menguji hipotesis yang sudah dirumuskan
โœ… Butuh angka untuk keputusan bisnis (berapa % pasar, berapa besar pengaruh)
โœ… Ingin generalisasi ke populasi besar
โœ… Perlu membandingkan kelompok (Gen Z vs Milenial, Jakarta vs Surabaya)
โœ… Mau memprediksi perilaku (siapa yang akan beli, kapan)
โœ… Data sudah tersedia dalam bentuk angka (data sekunder)
โŒ JANGAN pakai kuantitatif jika:
โ€ข Fenomena masih baru dan belum dipahami โ†’ pakai kualitatif dulu
โ€ข Pertanyaan riset bersifat “mengapa” atau “bagaimana” secara mendalam
โ€ข Tidak bisa mengukur variabel secara valid (misal: “kebijaksanaan”)
2. Desain Riset & Sampling

๐Ÿ“ 3 Jenis Desain Riset Kuantitatif

DesainTujuanContoh UMKM
Deskriptif Menggambarkan karakteristik Survei profil pelanggan Shopee: usia, pendapatan, frekuensi belanja
Korelasional Melihat hubungan antar variabel Apakah intensitas iklan TikTok berhubungan dengan volume penjualan?
Eksperimental Menguji sebab-akibat A/B test: diskon 20% vs gratis ongkir โ€” mana yang lebih meningkatkan konversi?

๐ŸŽฒ Sampling Probabilitas (Kunci Generalisasi!)

Di kuantitatif, sampel HARUS representatif agar bisa digeneralisasi ke populasi. Caranya: probabilitas sampling โ€” setiap anggota populasi punya peluang diketahui untuk terpilih.

JenisCara KerjaKapan Dipakai
Simple Random Undian murni dari populasi Populasi homogen, ada daftar lengkap
Systematic Pilih setiap kelipatan ke-n (misal: setiap ke-10) Populasi besar, daftar urut
Stratified Bagi populasi jadi strata, ambil random per strata Populasi heterogen (misal: Gen Z, Milenial, Gen X)
Cluster Bagi jadi klaster (wilayah), pilih klaster random Populasi tersebar geografis (seluruh Indonesia)
๐Ÿ“ธ Analogi Memotret:
Sampling itu seperti memotret kerumunan.
โ€ข Random: Tutup mata, potret acak.
โ€ข Stratified: Pastikan ada foto pria, wanita, anak-anak โ€” proporsional.
โ€ข Cluster: Potret per kelompok (kelas A, kelas B, pilih 3 kelas random).

Kalau sampling bias (misal: hanya potret yang depan), hasilnya tidak representatif.

๐Ÿ”ข Berapa Ukuran Sampel yang Cukup?

Rumus Slovin (untuk populasi diketahui):
n = N / (1 + Nยทeยฒ)

n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = batas kesalahan (biasanya 5% = 0.05)
Contoh: Populasi pelanggan = 10.000, error 5%
n = 10.000 / (1 + 10.000 ร— 0.05ยฒ) = 385 responden
๐Ÿ’ก Aturan Praktis:
โ€ข Regresi sederhana: minimal 50-100
โ€ข SEM-PLS: 5-10x jumlah indikator
โ€ข Regresi berganda: 10-15x jumlah variabel independen
โ€ข Factor Analysis: minimal 100-200
3. Pengukuran & Instrumen

๐Ÿ“ 4 Skala Pengukuran (NOIR!)

Ini fondasi statistik โ€” salah skala, salah uji statistik!

๐Ÿท๏ธ
Nominal
Hanya label/kategori
Jenis kelamin, merek, kota
๐Ÿฅ‡
Ordinal
Ada urutan, jarak tidak sama
Peringkat, tingkat kepuasan (rendah-sedang-tinggi)
๐ŸŒก๏ธ
Interval
Jarak sama, tidak ada nol mutlak
Suhu, skor IQ, skala Likert
๐Ÿ’ฐ
Rasio
Jarak sama, ada nol mutlak
Pendapatan, berat, umur, penjualan
โš ๏ธ NOIR = urutan hierarki:
Nominal (paling rendah) โ†’ Ordinal โ†’ Interval โ†’ Rasio (paling tinggi)
Uji statistik yang boleh dipakai bergantung pada skala. Jangan pakai uji rasio untuk data nominal!

๐Ÿ“ Jenis Skala dalam Kuesioner

Jenis SkalaContohPenggunaan
Likert 1 = Sangat Tidak Setuju … 5 = Sangat Setuju Paling umum di riset bisnis
Semantic Differential Murah [-3 -2 -1 0 +1 +2 +3] Mahal Mengukur citra/kesan
Rating Scale Beri nilai 1-10 untuk layanan Kepuasan, NPS
Ranking Urutkan 5 merek dari favorit Preferensi relatif
Constant Sum Bagi 100 poin ke 4 atribut Prioritas, trade-off

๐Ÿ“‹ Template Kuesioner yang Baik

STRUKTUR KUESIONER

A. Screeners (penyaring)
1. Apakah Anda pernah belanja di Shopee? (Ya/Tidak)
   โ†’ Jika Tidak, STOP

B. Perilaku (fakta)
2. Berapa kali Anda belanja di Shopee dalam 3 bulan terakhir?
   โ–ก 1-2x โ–ก 3-5x โ–ก 6-10x โ–ก >10x

C. Sikap & Persepsi (skala Likert)
3. “Live shopping di Shopee memudahkan saya mengambil keputusan.”
   1 2 3 4 5

D. Demografi (akhir, agar tidak mengintimidasi)
4. Usia: ___ tahun
5. Pendapatan per bulan: โ–ก <3jt โ–ก 3-7jt โ–ก 7-15jt โ–ก >15jt
๐Ÿ’ก Prinsip Penyusunan Kuesioner:
โœ… Mudah ke sulit โ€” mulai dari pertanyaan ringan
โœ… Umum ke spesifik โ€” jangan langsung ke inti
โœ… Demografi di akhir โ€” sensitif, taruh belakang
โœ… Maksimal 15 menit โ€” lebih lama = responden lelah, data jelek
โœ… Satu pertanyaan = satu ide โ€” hindari double-barreled
โŒ Kesalahan Umum:
โ€ข Leading question: “Setujukah Anda bahwa produk kami yang luar biasa ini bagus?”
โ€ข Double-barreled: “Produk ini murah dan berkualitas” (dua ide dalam 1 pertanyaan!)
โ€ข Ambigu: “Apakah Anda sering belanja?” (sering = berapa kali?)
4. Validitas & Reliabilitas

๐ŸŽฏ Dua Pilar Kualitas Instrumen

Sebelum kuesioner disebar ke sampel besar, HARUS diuji dulu kualitasnya. Dua kriteria utama:

๐ŸŽฏ Analogi Target Panahan:
โ€ข Valid = anak panah kena target (tepat sasaran, mengukur apa yang seharusnya diukur)
โ€ข Reliabel = anak panah berkumpul di satu titik (konsisten, stabil)

Bisa saja reliabel tapi tidak valid (konsisten kena di luar target).
Tapi tidak mungkin valid tanpa reliabel (kalau acak, tidak mungkin tepat).

โœ… Jenis-Jenis Validitas

JenisArtiCara Uji
Face Validity Sekilas terlihat mengukur apa yang seharusnya Review ahli / responden
Content Validity Mencakup seluruh aspek konstruk Expert judgment, CVR (Content Validity Ratio)
Construct Validity Benar-benar mengukur konstruk teoritis โ€ข Convergent: AVE โ‰ฅ 0.50 (Hair et al.)
โ€ข Discriminant: HTMT < 0.85 atau akar AVE > korelasi
Criterion Validity Berkorelasi dengan kriteria eksternal Korelasi dengan ukuran “gold standard”

๐Ÿ” Uji Reliabilitas

MetodeKeteranganStandar
Cronbach’s Alpha Konsistensi internal antar item ฮฑ โ‰ฅ 0.70 (Nunnally, 1978)
Composite Reliability (CR) Reliabilitas konstruk di SEM CR โ‰ฅ 0.70
Test-Retest Kuesioner diuji 2x ke responden sama Korelasi โ‰ฅ 0.70
Interpretasi Cronbach’s Alpha:
ฮฑ โ‰ฅ 0.90 โ†’ Excellent
0.80 โ‰ค ฮฑ < 0.90 โ†’ Good
0.70 โ‰ค ฮฑ < 0.80 โ†’ Acceptable
0.60 โ‰ค ฮฑ < 0.70 โ†’ Questionable
ฮฑ < 0.60 โ†’ Poor (perlu revisi item!)

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Contoh Kasus: Kuesioner Kepuasan Pelanggan Kopi Kenangan

Konstruk: “Kualitas Produk” (4 item)
KP1: “Kopi yang saya minum rasanya konsisten.”
KP2: “Kopi yang saya minum rasanya nikmat.”
KP3: “Kopi yang saya minum suhunya pas.”
KP4: “Kopi yang saya minum aromanya khas.”

Hasil Uji (n = 150 pilot test):
โ€ข Cronbach’s Alpha = 0.87 โœ… (Good)
โ€ข Item KP3 (suhu) loading-nya rendah (0.45) โ†’ drop atau revisi
โ€ข Setelah KP3 di-drop, alpha naik ke 0.91 โœ…

Keputusan: Kuesioner siap disebar ke sampel besar (400 responden).
๐Ÿ’ก Prosedur Standar:
1. Susun kuesioner berdasarkan literatur & teori
2. Expert judgment (3-5 ahli) โ†’ content validity
3. Pilot test ke 30-50 responden
4. Uji validitas (corrected item-total correlation โ‰ฅ 0.30) & reliabilitas (ฮฑ โ‰ฅ 0.70)
5. Drop/revisi item yang tidak valid
6. Kuesioner final โ†’ sebar ke sampel sesungguhnya
5. Analisis Data & Rundown

๐Ÿ“ˆ Dua Jenis Analisis Statistik

AspekStatistik DeskriptifStatistik Inferensial
Tujuan Menggambarkan data Menguji hipotesis, generalisasi
Contoh Mean, median, modus, standar deviasi, frekuensi, persentase Regresi, korelasi, t-test, ANOVA, SEM
Pertanyaan “Berapa rata-rata usia pelanggan?” “Apakah harga berpengaruh signifikan terhadap kepuasan?”

๐Ÿงช Uji Statistik Berdasarkan Jenis Hipotesis

HipotesisUji yang Dipakai
X memengaruhi Y (1 IV, 1 DV)Regresi sederhana / korelasi Pearson
X1, X2, X3 memengaruhi YRegresi berganda
Ada perbedaan antara 2 kelompokT-test (independent/paired)
Ada perbedaan antara 3+ kelompokANOVA
Mediasi & moderasi sekaligusSEM-PLS (SmartPLS)
Mengelompokkan respondenCluster analysis
Meringkas banyak variabelFactor analysis (EFA/CFA)

๐Ÿ“Š Software Populer

SoftwareKeunggulanCocok untuk
SPSSUser-friendly, output lengkapRegresi, ANOVA, deskriptif
SmartPLSSEM-PLS, tidak butuh asumsi normalModel kompleks, mediasi, moderasi
LISREL / AMOSSEM berbasis kovariansConfirmatory Factor Analysis
R / PythonGratis, fleksibel, powerfulData science, big data
JASPGratis, open-source, mirip SPSSAlternatif SPSS gratis
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Konteks UMKM Indonesia:
Banyak riset bisnis di Indonesia memakai SmartPLS karena:
โ€ข Sampel sering < 100 (PLS lebih toleran)
โ€ข Data tidak selalu terdistribusi normal
โ€ข Bisa handle model kompleks (mediasi + moderasi)
โ€ข Banyak tutorial bahasa Indonesia di YouTube

๐Ÿ“… Rundown 150 Menit

WaktuAktivitas
00-15′Ice Breaking: “Pernahkah Anda percaya survei? Apa yang bikin survei bisa dipercaya?” โ†’ๅผ•ๅ‡บ sampling & validitas
15-35′Lecture: Prinsip kuantitatif + perbandingan dengan kualitatif
35-55′Lecture: Desain riset + sampling probabilitas + rumus Slovin
55-65′Coffee Break
65-90′Lecture: Skala pengukuran (NOIR) + jenis kuesioner + template
90-115′Lecture: Validitas & reliabilitas + analogi target panahan + contoh kasus
115-135′Workshop: Mahasiswa buat 5 item skala Likert untuk konstruk minat, hitung alpha-nya (pakai data simulasi)
135-150′Wrap-up & Tugas

๐Ÿ“ Tugas

Rancang instrumen kuesioner untuk menguji hipotesis yang Anda buat di Sesi 04:
โ€ข Identifikasi semua variabel & operasionalisasikan jadi indikator
โ€ข Buat minimal 3 item per konstruk (skala Likert 1-5 atau 1-7)
โ€ข Tentukan rencana sampling (jenis + ukuran sampel + rumus)
โ€ข Tentukan uji statistik yang akan dipakai untuk setiap hipotesis
Dikumpulkan minggu depan.

๐Ÿ—บ๏ธ Menuju Sesi 06a: Mixed Methods

Sekarang Anda sudah kuasai dua “senjata” utama:
๐ŸŽจ Kualitatif (sesi 05) โ€” untuk eksplorasi, makna
๐Ÿ“Š Kuantitatif (sesi 05a) โ€” untuk pengujian, generalisasi

Di sesi 06a, kita akan belajar menggabungkan keduanya โ€” karena dalam praktik bisnis nyata, seringkali satu metode saja tidak cukup!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *