📊 Riset Bisnis Sesi 05a
Quantitative Research: Mengukur dengan Presisi
“Kalau kualitatif bertanya ‘mengapa?’, kuantitatif bertanya ‘berapa banyak?’ dan ‘seberapa kuat?’“
🌉 Jembatan: Posisi Sesi Ini dalam Learning Path
Di 🎨 Sesi 05: Kualitatif, Anda sudah belajar menggali makna. Sekarang kita lengkapi dengan kuantitatif — mengukur, menguji, menggeneralisasi. Setelah ini, kita gabungkan keduanya di 🔀 Sesi 06: Mixed Methods.
🎯 Capaian Pembelajaran
- Paham prinsip & filosofi riset kuantitatif
- Paham desain riset & sampling probabilitas
- Paham skala pengukuran & penyusunan kuesioner
- Paham uji validitas & reliabilitas instrumen
- Paham dasar analisis statistik untuk bisnis
1. Prinsip & Filosofi Kuantitatif
📏 Filosofi: Mengukur Realitas yang Objektif
Kuantitatif berangkat dari positivisme — keyakinan bahwa realitas itu objektif, terukur, dan bisa digeneralisasi.
Kuantitatif itu seperti timbangan digital — hasilnya angka pasti, bisa diulang, siapa pun yang menimbang dapat hasil sama. Kualitatif (Sesi 05) itu seperti food tester — rasanya subjektif, tergantung lidah yang mencicipi.
⚖️ Perbedaan Kunci dengan Kualitatif
| Aspek | 📊 Kuantitatif | 🎨 Kualitatif |
|---|---|---|
| Logika | Deduktif (uji teori) | Induktif (bangun teori) |
| Data | Angka, statistik | Kata, narasi, makna |
| Instrumen | Kuesioner, tes | Peneliti sendiri |
| Sampel | Besar, random, representatif | Kecil, purposif, informatif |
| Analisis | Statistik (SPSS, SmartPLS) | Tematik (NVivo, ATLAS.ti) |
| Output | Generalisasi, prediksi | Pemahaman mendalam, teori |
🔀 Lihat Perbandingan Lengkap di Sesi 06
🎯 5 Prinsip Dasar Kuantitatif
| # | Prinsip | Implikasi |
|---|---|---|
| 1 | Objektivitas | Peneliti berjarak, tidak memengaruhi hasil |
| 2 | Terukur (measurable) | Semua variabel harus bisa di-angka-kan |
| 3 | Generalisasi | Hasil sampel bisa digeneralisasi ke populasi |
| 4 | Replicability | Riset bisa diulang orang lain dengan hasil sama |
| 5 | Prediksi | Bisa memprediksi fenomena di masa depan |
🎯 Kapan Pakai Kuantitatif?
✅ Butuh angka untuk keputusan bisnis (berapa % pasar, berapa besar pengaruh)
✅ Ingin generalisasi ke populasi besar
✅ Perlu membandingkan kelompok (Gen Z vs Milenial, Jakarta vs Surabaya)
✅ Mau memprediksi perilaku (siapa yang akan beli, kapan)
✅ Data sudah tersedia dalam bentuk angka (data sekunder)
• Fenomena masih baru dan belum dipahami → pakai kualitatif (Sesi 05) dulu
• Pertanyaan riset bersifat “mengapa” atau “bagaimana” secara mendalam
• Tidak bisa mengukur variabel secara valid (misal: “kebijaksanaan”)
2. Desain Riset & Sampling
📐 3 Jenis Desain Riset Kuantitatif
| Desain | Tujuan | Contoh UMKM |
|---|---|---|
| Deskriptif | Menggambarkan karakteristik | Survei profil pelanggan Shopee: usia, pendapatan, frekuensi belanja |
| Korelasional | Melihat hubungan antar variabel | Apakah intensitas iklan TikTok berhubungan dengan volume penjualan? |
| Eksperimental | Menguji sebab-akibat | A/B test: diskon 20% vs gratis ongkir — mana yang lebih meningkatkan konversi? |
🔀 Desain Kuantitatif vs Kualitatif vs Mixed (Sesi 06)
🎲 Sampling Probabilitas (Kunci Generalisasi!)
Di kuantitatif, sampel HARUS representatif agar bisa digeneralisasi ke populasi. Caranya: probabilitas sampling — setiap anggota populasi punya peluang diketahui untuk terpilih.
| Jenis | Cara Kerja | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| Simple Random | Undian murni dari populasi | Populasi homogen, ada daftar lengkap |
| Systematic | Pilih setiap kelipatan ke-n (misal: setiap ke-10) | Populasi besar, daftar urut |
| Stratified | Bagi populasi jadi strata, ambil random per strata | Populasi heterogen (misal: Gen Z, Milenial, Gen X) |
| Cluster | Bagi jadi klaster (wilayah), pilih klaster random | Populasi tersebar geografis (seluruh Indonesia) |
🎯 Pelajari Sampling Lebih Dalam + Kalkulator di Sesi 07
Sampling itu seperti memotret kerumunan.
• Random: Tutup mata, potret acak.
• Stratified: Pastikan ada foto pria, wanita, anak-anak — proporsional.
• Cluster: Potret per kelompok (kelas A, kelas B, pilih 3 kelas random).
Kalau sampling bias (misal: hanya potret yang depan), hasilnya tidak representatif.
🔢 Berapa Ukuran Sampel yang Cukup?
n = N / (1 + N·e²)
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = batas kesalahan (biasanya 5% = 0.05)
n = 10.000 / (1 + 10.000 × 0.05²) = 385 responden
• Regresi sederhana: minimal 50-100
• SEM-PLS: 5-10x jumlah indikator
• Regresi berganda: 10-15x jumlah variabel independen
• Factor Analysis: minimal 100-200
3. Pengukuran & Instrumen
📏 4 Skala Pengukuran (NOIR!)
Ini fondasi statistik — salah skala, salah uji statistik!
Nominal
Hanya label/kategoriJenis kelamin, merek, kota
Ordinal
Ada urutan, jarak tidak samaPeringkat, tingkat kepuasan
Interval
Jarak sama, tidak ada nol mutlakSuhu, skor IQ, skala Likert
Rasio
Jarak sama, ada nol mutlakPendapatan, berat, penjualan
📏 Deep Dive Skala & Kuesioner di Sesi 08
Nominal (paling rendah) → Ordinal → Interval → Rasio (paling tinggi)
Uji statistik yang boleh dipakai bergantung pada skala. Jangan pakai uji rasio untuk data nominal!
📝 Jenis Skala dalam Kuesioner
| Jenis Skala | Contoh | Penggunaan |
|---|---|---|
| Likert | 1 = Sangat Tidak Setuju … 5 = Sangat Setuju | Paling umum di riset bisnis |
| Semantic Differential | Murah [-3 -2 -1 0 +1 +2 +3] Mahal | Mengukur citra/kesan |
| Rating Scale | Beri nilai 1-10 untuk layanan | Kepuasan, NPS |
| Ranking | Urutkan 5 merek dari favorit | Preferensi relatif |
| Constant Sum | Bagi 100 poin ke 4 atribut | Prioritas, trade-off |
📋 Template Kuesioner yang Baik
A. Screeners (penyaring)
1. Apakah Anda pernah belanja di Shopee? (Ya/Tidak)
→ Jika Tidak, STOP
B. Perilaku (fakta)
2. Berapa kali Anda belanja di Shopee dalam 3 bulan terakhir?
□ 1-2x □ 3-5x □ 6-10x □ >10x
C. Sikap & Persepsi (skala Likert)
3. “Live shopping di Shopee memudahkan saya mengambil keputusan.”
1 2 3 4 5
D. Demografi (akhir, agar tidak mengintimidasi)
4. Usia: ___ tahun
5. Pendapatan per bulan: □ <3jt □ 3-7jt □ 7-15jt □ >15jt
✅ Mudah ke sulit — mulai dari pertanyaan ringan
✅ Umum ke spesifik — jangan langsung ke inti
✅ Demografi di akhir — sensitif, taruh belakang
✅ Maksimal 15 menit — lebih lama = responden lelah, data jelek
✅ Satu pertanyaan = satu ide — hindari double-barreled
• Leading question: “Setujukah Anda bahwa produk kami yang luar biasa ini bagus?”
• Double-barreled: “Produk ini murah dan berkualitas” (dua ide dalam 1 pertanyaan!)
• Ambigu: “Apakah Anda sering belanja?” (sering = berapa kali?)
4. Validitas & Reliabilitas
🎯 Dua Pilar Kualitas Instrumen
Sebelum kuesioner disebar ke sampel besar, HARUS diuji dulu kualitasnya. Dua kriteria utama:
• Valid = anak panah kena target (tepat sasaran, mengukur apa yang seharusnya diukur)
• Reliabel = anak panah berkumpul di satu titik (konsisten, stabil)
Bisa saja reliabel tapi tidak valid (konsisten kena di luar target).
Tapi tidak mungkin valid tanpa reliabel (kalau acak, tidak mungkin tepat).
✅ Jenis-Jenis Validitas
| Jenis | Arti | Cara Uji |
|---|---|---|
| Face Validity | Sekilas terlihat mengukur apa yang seharusnya | Review ahli / responden |
| Content Validity | Mencakup seluruh aspek konstruk | Expert judgment, CVR |
| Construct Validity | Benar-benar mengukur konstruk teoritis |
• Convergent: AVE ≥ 0.50 • Discriminant: HTMT < 0.85 |
| Criterion Validity | Berkorelasi dengan kriteria eksternal | Korelasi dengan ukuran “gold standard” |
🔁 Uji Reliabilitas
| Metode | Keterangan | Standar |
|---|---|---|
| Cronbach’s Alpha | Konsistensi internal antar item | α ≥ 0.70 |
| Composite Reliability (CR) | Reliabilitas konstruk di SEM | CR ≥ 0.70 |
| Test-Retest | Kuesioner diuji 2x ke responden sama | Korelasi ≥ 0.70 |
α ≥ 0.90 → Excellent
0.80 ≤ α < 0.90 → Good
0.70 ≤ α < 0.80 → Acceptable
0.60 ≤ α < 0.70 → Questionable
α < 0.60 → Poor (perlu revisi item!)
🧪 Uji Kualitas Data + SPSS di Sesi 09
🇮🇩 Contoh Kasus: Kuesioner Kepuasan Pelanggan Kopi Kenangan
KP1: “Kopi yang saya minum rasanya konsisten.”
KP2: “Kopi yang saya minum rasanya nikmat.”
KP3: “Kopi yang saya minum suhunya pas.”
KP4: “Kopi yang saya minum aromanya khas.”
Hasil Uji (n = 150 pilot test):
• Cronbach’s Alpha = 0.87 ✅ (Good)
• Item KP3 (suhu) loading-nya rendah (0.45) → drop atau revisi
• Setelah KP3 di-drop, alpha naik ke 0.91 ✅
Keputusan: Kuesioner siap disebar ke sampel besar (400 responden).
1. Susun kuesioner berdasarkan literatur & teori
2. Expert judgment (3-5 ahli) → content validity
3. Pilot test ke 30-50 responden
4. Uji validitas (corrected item-total correlation ≥ 0.30) & reliabilitas (α ≥ 0.70)
5. Drop/revisi item yang tidak valid
6. Kuesioner final → sebar ke sampel sesungguhnya
5. Analisis Data & Rundown
📈 Dua Jenis Analisis Statistik
| Aspek | Statistik Deskriptif | Statistik Inferensial |
|---|---|---|
| Tujuan | Menggambarkan data | Menguji hipotesis, generalisasi |
| Contoh | Mean, median, modus, SD, frekuensi | Regresi, korelasi, t-test, ANOVA, SEM |
| Pertanyaan | “Berapa rata-rata usia pelanggan?” | “Apakah harga berpengaruh signifikan?” |
📊 Statistik Deskriptif Lengkap di Sesi 10
🧪 Uji Statistik Berdasarkan Jenis Hipotesis
| Hipotesis | Uji yang Dipakai | Dalami di |
|---|---|---|
| X memengaruhi Y (1 IV, 1 DV) | Regresi sederhana / korelasi Pearson | Sesi 13 |
| X1, X2, X3 memengaruhi Y | Regresi berganda | Sesi 13 |
| Ada perbedaan 2 kelompok | T-test | Sesi 12 / 13 |
| Ada perbedaan 3+ kelompok | ANOVA / Kruskal-Wallis | Sesi 12 / 13 |
| Mediasi & moderasi sekaligus | SEM-PLS | Sesi 13 |
| Mengelompokkan responden | Cluster analysis | Lanjutan |
| Meringkas banyak variabel | Factor analysis (EFA/CFA) | Lanjutan |
| Data tidak normal / ordinal | Uji non-parametrik | Sesi 12 |
📊 Software Populer
| Software | Keunggulan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| SPSS | User-friendly, output lengkap | Regresi, ANOVA, deskriptif |
| SmartPLS | SEM-PLS, tidak butuh asumsi normal | Model kompleks, mediasi, moderasi |
| LISREL / AMOS | SEM berbasis kovarians | Confirmatory Factor Analysis |
| R / Python | Gratis, fleksibel, powerful | Data science, big data |
| JASP | Gratis, open-source, mirip SPSS | Alternatif SPSS gratis |
Banyak riset bisnis di Indonesia memakai SmartPLS karena:
• Sampel sering < 100 (PLS lebih toleran)
• Data tidak selalu terdistribusi normal
• Bisa handle model kompleks (mediasi + moderasi)
• Banyak tutorial bahasa Indonesia di YouTube
📅 Rundown 150 Menit
| Waktu | Aktivitas |
|---|---|
| 00-15′ | Ice Breaking: “Pernahkah Anda percaya survei?” |
| 15-35′ | Lecture: Prinsip kuantitatif + perbandingan kualitatif |
| 35-55′ | Lecture: Desain riset + sampling + Slovin |
| 55-65′ | Coffee Break |
| 65-90′ | Lecture: Skala pengukuran (NOIR) + kuesioner |
| 90-115′ | Lecture: Validitas & reliabilitas + contoh kasus |
| 115-135′ | Workshop: Mahasiswa buat 5 item Likert + hitung alpha |
| 135-150′ | Wrap-up & Tugas |
📝 Tugas
• Identifikasi semua variabel & operasionalisasikan jadi indikator
• Buat minimal 3 item per konstruk (skala Likert 1-5 atau 1-7)
• Tentukan rencana sampling (jenis + ukuran sampel + rumus)
• Tentukan uji statistik yang akan dipakai untuk setiap hipotesis
Dikumpulkan minggu depan.
🗺️ Menuju Sesi 06: Mixed Methods
🎨 Kualitatif (Sesi 05) — untuk eksplorasi, makna
📊 Kuantitatif (Sesi 05a) — untuk pengujian, generalisasi
Di Sesi 06, kita akan belajar menggabungkan keduanya — karena dalam praktik bisnis nyata, seringkali satu metode saja tidak cukup!
🧠 Kuis Interaktif: Uji Pemahaman Sesi 05a
1. Filosofi dasar yang mendasari riset kuantitatif adalah…
2. Teknik sampling yang membagi populasi ke dalam kelompok homogen (misal Gen Z/Milenial/Gen X) lalu mengacak per kelompok disebut…
3. Urutan hierarki skala pengukuran dari terendah ke tertinggi adalah…
4. Pertanyaan “Produk ini murah DAN berkualitas” dalam satu item adalah contoh kesalahan…
5. Ambang Cronbach’s Alpha agar kuesioner dianggap reliabel (acceptable) adalah…
6. Jika data tidak berdistribusi normal dan skala ordinal, uji yang lebih tepat adalah…