SESSION 01 Mata Kuliah: Introduction to Operations & Supply Chain Management
PENGANTAR: FONDASI MANAJERIAL
Selamat datang di sesi pertama mata kuliah Pengantar Manajemen Operasi dan Rantai Pasok (Introduction to Operations & Supply Chain Management – OSCM).
Mengapa mata kuliah ini penting? Seringkali mahasiswa bisnis berpikir bahwa Manajemen Operasi hanya untuk mereka yang ingin bekerja di pabrik. Ini adalah kesalahpahaman besar.
Inti dari sesi ini: Manajemen Operasi adalah tentang eksekusi. Strategi bisnis yang sehebat apapun hanya akan menjadi dokumen di atas kertas jika tidak ada operasi yang menjalankannya. Baik Anda di bidang Pemasaran, Keuangan, atau SDM, keputusan-keputusan bisnis Anda pada akhirnya akan dieksekusi melalui proses operasional. Mata kuliah ini membangun dasar berpikir manajerial Anda untuk memahami bagaimana “mesin” perusahaan bekerja.
1. TUJUAN PEMBELAJARAN (LEARNING OBJECTIVES)
Setelah menyelesaikan sesi ini, Anda diharapkan mampu:
- Menjelaskan konsep dan pentingnya Manajemen Operasi.
- Mendeskripsikan apa yang dilakukan oleh manajer operasi.
- Menjelaskan perbedaan barang (goods) vs jasa (services).
- Mendefinisikan value (nilai) dan customer benefit package.
- Menjelaskan perbedaan antara value chain vs supply chain.
- Merangkum evolusi dari Manajemen Operasi.
Catatan Penting: Tujuan pembelajaran ini bukan sekadar formalitas silabus. Saat Anda belajar untuk ujian atau menganalisis studi kasus, kembalilah ke poin-poin ini. Pastikan Anda memahami big picture-nya, bukan hanya menghafal definisi.
2. DEFINISI DAN HAKIKAT MANAJERMEN OPERASI
Mengapa Manajemen Operasi Penting?
Operasi ada di setiap organisasi. Rumah sakit, perusahaan e-commerce start-up, penyelenggara pemilu (KPU), hingga pabrik manufaktur, semuanya memiliki fungsi operasi.
Operasi adalah fungsi yang menentukan “hidup-matinya” persaingan perusahaan karena secara langsung mempengaruhi:
- Cost (Biaya): Seberapa efisien produk dibuat?
- Quality (Kualitas): Seberapa bagus produk/jasa yang dihasilkan?
- Speed (Kecepatan): Seberapa cepat produk sampai ke pelanggan?
- Flexibility (Fleksibilitas): Seberapa mudah perusahaan beradaptasi dengan perubahan permintaan?
Apa itu Manajemen Operasi?
Kita mendefinisikan Manajemen Operasi sebagai:
“The science and art of ensuring that goods and services are created and delivered successfully to customers.”
Perhatikan dua kata kunci di sana: Science dan Art.
- Science (Sains): Manajemen operasi modern sangat bergantung pada data, analisis kuantitatif, dan metode ilmiah untuk mengambil keputusan (misalnya: menghitung level inventori optimal).
- Art (Seni): Tidak semua bisa dihitung. Manajer operasi seringkali harus mengambil keputusan di bawah tekanan, dengan informasi yang tidak lengkap, dan keterbatasan sumber daya. Ini membutuhkan judgment (pertimbangan) manajerial yang matang.
3. OPERASI SEBAGAI PROSES TRANSFORMASI
Secara fundamental, apa itu “operasi”? Operasi adalah sebuah fungsi atau sistem yang mentransformasi input menjadi output dengan tujuan menciptakan nilai tambah (greater value).
Jika sebuah aktivitas dalam perusahaan tidak menambah nilai bagi pelanggan, maka aktivitas tersebut adalah pemborosan (waste) dan harus dikaji ulang. Ini adalah dasar pemikiran dari Lean Operations.
Konsep terpenting yang harus Anda pahami dalam OSCM adalah Model Transformasi Input-Output. Hampir semua topik yang akan kita bahas satu semester ini (forecasting, inventory, scheduling) bertujuan untuk mengelola kotak “Proses Transformasi” ini agar efisien dan efektif.
ILUSTRASI 1: MODEL TRANSFORMASI OPERASI Gambar ini menunjukkan diagram alir dari kiri ke kanan.

- Kiri (INPUTS): Sebuah kotak berisi daftar sumber daya: Material, Tenaga Kerja (Labor), Mesin/Peralatan, Modal (Capital), Informasi/Data.
- Tengah (TRANSFORMATION PROCESS): Sebuah panah besar menunjuk ke kotak di tengah. Kotak ini adalah tempat aktivitas penambahan nilai terjadi. Contoh aktivitas di dalamnya: Manufaktur, Perakitan, Pelayanan Pelanggan, Transportasi, Analisis Pasien.
- Kanan (OUTPUTS): Panah keluar dari kotak tengah menuju kotak di kanan. Kotak ini berisi hasil akhir: Barang (Goods) dan Jasa (Services).
- Feedback Loop: Ada garis panah melingkar dari Output kembali ke Input, menunjukkan umpan balik untuk perbaikan proses.
Tipe-Tipe Proses Transformasi
Transformasi tidak selalu berarti mengubah bentuk fisik benda. Berikut adalah contoh bahwa prinsip operasi berlaku di berbagai sektor:
- Physical (Fisik): Manufaktur (mengubah bahan mentah menjadi mobil).
- Locational (Lokasi): Logistik/Transportasi (memindahkan barang dari gudang ke rumah Anda. Nilainya bertambah karena barang ada di tempat yang Anda butuhkan).
- Exchange (Pertukaran): Ritel/Perbankan (menukar uang dengan barang atau jasa keuangan).
- Physiological (Fisiologis): Kesehatan (mengubah pasien sakit menjadi sehat).
- Psychological (Psikologis): Hiburan (mengubah kondisi bosan menjadi terhibur).
- Informational (Informasi): Telekomunikasi/IT (mengubah data mentah menjadi informasi yang berguna).
4. PERAN MANAJER OPERASI DAN PERBEDAAN BARANG VS JASA
Apa yang Dilakukan Manajer Operasi?
Manajer operasi adalah seorang integrator. Mereka berada di tengah-tengah, menghubungkan strategi pemasaran, batasan keuangan, kemampuan SDM, dan ketersediaan teknologi menjadi satu sistem kerja yang konsisten.
Tanggung jawab utama mereka meliputi:
- Forecasting (Meramal permintaan masa depan).
- Supply chain management (Mengelola aliran pasokan).
- Quality management (Menjamin standar kualitas).
- Facility & process design (Mendesain tata letak dan alur kerja).
- Scheduling (Penjadwalan tenaga kerja dan mesin).
- Sustainability (Memastikan operasi yang berkelanjutan/ramah lingkungan).
Barang (Goods) vs Jasa (Services)
Secara tradisional, kita membedakan keduanya:
- Goods: Berwujud (Tangible), bisa disimpan sebagai inventori.
- Services: Tidak berwujud (Intangible), tidak bisa disimpan (jika kursi pesawat kosong saat lepas landas, “jasa” penerbangan untuk kursi itu hilang selamanya).
Namun, dalam praktik bisnis modern, hampir tidak ada yang murni barang atau murni jasa. Kebanyakan bisnis berada dalam spektrum di antara keduanya.
ILUSTRASI 2: SPEKTRUM BARANG-JASA (THE GOODS-SERVICE CONTINUUM) Gambar ini menunjukkan sebuah garis horizontal panjang dengan panah di kedua ujungnya.

- Ujung Kiri: Diberi label “Pure Good” (Barang Murni). Contoh gambar: Garam, Bahan Kimia Mentah. (Keterangan: Nilai utamanya adalah benda fisiknya).
- Tengah-Kiri: Diberi label “Core Good + Peripheral Services”. Contoh gambar: Mobil Baru (Keterangan: Anda membeli mobilnya, tapi juga mendapat garansi dan layanan servis gratis).
- Tengah-Kanan: Diberi label “Core Service + Peripheral Goods”. Contoh gambar: Kamar Hotel (Keterangan: Anda membeli layanan menginap, tapi mendapatkan barang fisik seperti sabun, sampo, sarapan).
- Ujung Kanan: Diberi label “Pure Service” (Jasa Murni). Contoh gambar: Konseling Psikologi, Jasa Konsultan Hukum. (Keterangan: Hampir tidak ada unsur fisik yang dominan, murni interaksi dan keahlian).
5. KONSEP NILAI (VALUE)
Definisi Value
Dalam OSCM, Value (Nilai) memiliki definisi spesifik:
Value = Perceived Benefits / Price (Cost to Customer) (Nilai adalah manfaat yang dirasakan pelanggan relatif terhadap apa yang mereka bayar)
Catatan Kritis: Value bukan berarti “murah”. Value adalah persepsi. Dua produk dengan fungsi sama bisa memiliki harga yang sangat berbeda (contoh: tas generik vs tas branded mewah) tergantung bagaimana perusahaan menciptakan dan mengomunikasikan manfaatnya.
Bagaimana Manajemen Operasi Meningkatkan Value?
Berdasarkan rumus di atas, ada tiga cara manajemen operasi dapat meningkatkan nilai:
- Meningkatkan Benefits, Biaya Tetap: Meningkatkan kualitas atau fitur produk tanpa menaikkan harga.
- Meningkatkan Benefits, Menurunkan Biaya: Skenario ideal. Produk lebih bagus, dan proses produksi lebih efisien sehingga harga bisa turun.
- Menurunkan Biaya, Benefits Tetap: Menjaga kualitas standar tetapi memangkas pemborosan operasional secara agresif untuk menawarkan harga yang sangat kompetitif.
Banyak strategi peningkatan nilai tidak berasal dari ide marketing yang cemerlang, melainkan dari perbaikan proses operasional yang disiplin di lantai produksi atau di gudang.
6. CUSTOMER BENEFIT PACKAGE (CBP)
Pelanggan jarang membeli produk inti saja; mereka membeli sebuah pengalaman. Konsep ini disebut Customer Benefit Package (CBP). CBP terdiri dari:
- Primary good/service (Inti): Alasan utama pelanggan membeli.
- Peripheral goods/services (Pendukung): Layanan atau barang tambahan yang melengkapi produk inti.
Seringkali, peripheral services inilah yang menjadi pembeda utama dalam persaingan ketat.
ILUSTRASI 3: CUSTOMER BENEFIT PACKAGE (CONTOH: E-COMMERCE) Gambar ini berbentuk seperti papan target (bullseye) atau lingkaran konsentris.

- Lingkaran Inti (Tengah): Berwarna mencolok, diberi label “Primary Good”. Teks di dalamnya: “Produk yang dibeli (misal: Sepatu)”. Ini adalah kebutuhan dasar pelanggan.
- Lingkaran Luar (Mengelilingi Inti): Dibagi menjadi beberapa segmen, diberi label “Peripheral Services/Goods”.
- Segmen 1: “Gratis Ongkir & Pengiriman Cepat”.
- Segmen 2: “Kebijakan Retur 30 Hari yang Mudah”.
- Segmen 3: “Aplikasi Mobile yang User-Friendly”.
- Segmen 4: “Customer Service 24/7”.
- Keterangan Gambar: Pelanggan mungkin membeli sepatu di toko A daripada toko B bukan karena sepatunya berbeda, tetapi karena toko A menawarkan CBP (peripheral services) yang lebih baik.
7. VALUE CHAIN VS SUPPLY CHAIN
Mahasiswa sering menyamakan kedua istilah ini, padahal berbeda.
- Value Chain (Rantai Nilai): Konsep yang lebih luas dan strategis. Ini mencakup penciptaan nilai secara end-to-end, mulai dari riset dasar, desain produk, produksi, pemasaran, hingga layanan purna jual. Fokusnya adalah pada bagaimana setiap aktivitas menambah nilai strategis bagi perusahaan.
- Supply Chain (Rantai Pasok): Lebih berfokus pada aliran fisik barang, informasi, dan keuangan dari pemasok bahan baku, melalui pabrikan dan distributor, hingga ke pelanggan akhir. Supply chain adalah bagian operasional dari value chain.
8. EVOLUSI DAN PENUTUP
Evolusi Manajemen Operasi
Bidang OSCM sangat dinamis.
- Dulu (Era Industri Awal): Fokus utamanya adalah Cost & Efficiency. Bagaimana memproduksi massal dengan biaya termurah.
- Sekarang dan Masa Depan: Fokus bergeser ke Sustainability & Analytics. Bagaimana beroperasi secara bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial, serta bagaimana menggunakan big data untuk pengambilan keputusan yang presisi dan membangun ketahanan (resilience) terhadap gangguan global.
Operasi sebagai Strategi
Operasi tidak bersifat netral. Setiap keputusan operasional—memilih lokasi pabrik, memilih supplier, menentukan tingkat stok—akan mendukung atau justru melemahkan strategi perusahaan.
Operasi mendukung prioritas kompetitif perusahaan dalam hal: Biaya, Kualitas, Pengiriman, Fleksibilitas, dan Keberlanjutan.
Penutup Sesi 01
Ingatlah satu kalimat ini sebagai inti dari seluruh mata kuliah:
“Operations is the execution of strategy.”
Jika Anda memahami ini, Anda akan memahami mengapa OSCM sangat penting bagi manajer di semua level dan semua fungsi bisnis.
Referensi:
- Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations management: Sustainability and supply chain management (13th ed.). Pearson.
- Slack, N., Brandon-Jones, A., & Burgess, N. (2022). Operations management (10th ed.). Pearson.
- Chopra, S., & Meindl, P. (2019). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (7th ed.). Pearson.