Module 11 – Advanced Differentiation

Module 11 – Advanced Differentiation

Fungsi Transenden, Elastisitas, & Turunan Tingkat Tinggi

Kode Mata Kuliah: MNJ104
Topik: Logaritma, Eksponensial, Elastisitas, & Higher-Order
Referensi: Haeussler, Chapter 12

Tidak semua fenomena bisnis berjalan linear atau polinomial. Pertumbuhan majemuk, peluruhan aset, dan elastisitas harga membutuhkan jenis fungsi yang lebih canggih: Eksponensial dan Logaritma. Di modul ini, kita melengkapi “senjata” kalkulus kita untuk model ekonomi yang dinamis.


1. Turunan Fungsi Transenden

Fungsi eksponensial (ex) dan logaritma natural (ln x) adalah basis dari model pertumbuhan kontinu (Compounding Interest).

Logaritma Natural Eksponensial Natural
d/dx (ln u) = (1/u) ⋅ u’ d/dx (eu) = eu ⋅ u’
Contoh 1 (Chain Rule pada Logaritma):
Tentukan y’ jika y = ln(x2 + 1).

Solusi:
  • Misal u = x2 + 1, maka u’ = 2x.
  • Rumus: y’ = (1/u) ⋅ u’
  • Hasil: y’ = (1 / (x2 + 1)) ⋅ 2x = 2x / (x2 + 1).

2. Elastisitas Permintaan (Elasticity of Demand)

Salah satu aplikasi terpenting kalkulus dalam ekonomi. Elastisitas mengukur persentase perubahan permintaan akibat persentase perubahan harga (Haeussler Sec 12.4).

Rumus Elastisitas Titik (η):
η = (p/q) ⋅ (dq/dp)

Jika |η| > 1: Elastis (Peka harga).
Jika |η| < 1: Inelastis (Tidak peka harga).

Contoh 2:
Fungsi permintaan q = 100 – 2p. Tentukan elastisitas saat harga p = 10.

Langkah Pengerjaan:
  1. Cari q saat p=10: q = 100 – 2(10) = 80.
  2. Cari turunan dq/dp: Turunan (100 – 2p) adalah -2.
  3. Hitung η: (10 / 80) ⋅ (-2) = (1/8) ⋅ (-2) = -0.25.
  4. Interpretasi: Karena |-0.25| < 1, permintaan bersifat Inelastis. Kenaikan harga 1% hanya menurunkan permintaan 0.25%.

3. Diferensiasi Implisit

Terkadang y tidak ditulis secara eksplisit sebagai f(x), misalnya pada persamaan lingkaran x2 + y2 = 25. Kita menurunkannya kedua sisi terhadap x (Haeussler Sec 12.5).

Teknik Dasar:
Setiap kali menurunkan suku yang mengandung y, kalikan hasilnya dengan y’ (atau dy/dx).

3. Diferensiasi Implisit (Implicit Differentiation)

Biasanya kita menjumpai fungsi dalam bentuk eksplisit: y = f(x). Namun, bagaimana jika x dan y bercampur aduk dalam satu persamaan, seperti pada persamaan lingkaran x2 + y2 = 25?

Kita tidak perlu mengubahnya menjadi y = … (yang seringkali sulit). Kita gunakan metode Diferensiasi Implisit (Haeussler Sec 12.5).

Aturan Emas:
Setiap kali Anda menurunkan suku yang mengandung variabel y terhadap x, Anda wajib mengalikan hasilnya dengan y’ (atau dy/dx).
d/dx [ f(y) ] = f'(y) ⋅ y’
Contoh Step-by-Step:
Tentukan dy/dx dari persamaan x2 + y2 = 25.

Langkah Pengerjaan:
  1. Turunkan kedua ruas terhadap x:
    d/dx(x2) + d/dx(y2) = d/dx(25)
  2. Terapkan Aturan Emas:
    • Turunan x2 adalah 2x.
    • Turunan y2 adalah 2y ⋅ y’ (Ingat y’).
    • Turunan 25 adalah 0.
    Hasil sementara: 2x + 2y ⋅ y’ = 0
  3. Isolasi suku yang mengandung y’:
    Pindahkan 2x ke ruas kanan:
    2y ⋅ y’ = -2x
  4. Selesaikan untuk y’:
    Bagi kedua ruas dengan 2y:
    y’ = -2x / 2y
    y’ = -x / y

Insight: Hasil akhir masih mengandung y, yang wajar untuk fungsi implisit. Ini berarti kemiringan garis tangen bergantung pada posisi koordinat (x,y) sekaligus.

4. Turunan Tingkat Tinggi (Higher-Order)

Turunan kedua (f”) mengukur kelengkungan grafik (Concavity) atau laju perubahan dari laju perubahan (percepatan) (Haeussler Sec 12.7).

Contoh 3 (Mencari f”):
Jika f(x) = x3 – 5x2 + x.

Solusi:
  • Turunan Pertama (f’): 3x2 – 10x + 1.
  • Turunan Kedua (f”): 6x – 10.
  • Turunan Ketiga (f”’): 6.
Referensi: Haeussler, Chapter 12. Disusun secara eksklusif untuk AurinoWorks.
#Calculus #AdvancedDifferentiation #Elasticity #Logarithms #MNJ104

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *