OSCM SESI 02

OSCM Sesi 02: Operations Strategy & Technology

🎯 OSCM – SESI 02

Operations Strategy & Technology

Operations & Supply Chain Management

🎯 Tujuan Pembelajaran

  • Mengevaluasi strategi operasi organisasi dan kaitannya dengan keunggulan kompetitif
  • Membedakan order qualifiers dan order winners dalam strategi operasi
  • Menganalisis lima prioritas kompetitif utama (Cost, Quality, Time, Flexibility, Innovation)
  • Menerapkan Hill’s Framework untuk menyelaraskan strategi korporat, pemasaran, dan operasi
  • Menjelaskan peran teknologi (hard & soft technology) dalam operasi modern
  • Mengevaluasi skalabilitas dan pengambilan keputusan teknologi
  • WORKSHOP Menerapkan fase Empathize dalam Design Thinking untuk riset operasi

🎥 Video Kuliah: Operations Strategy & Technology

📝 Panduan Menonton:
  • Fokus: Operations Strategy, Competitive Priorities, Hill’s Framework, Technology in Operations
  • Poin Kunci: Perhatikan bagaimana strategi operasi diterjemahkan dari strategi korporat & pemasaran
  • Siapkan catatan: untuk diskusi & workshop setelah menonton
1. Keunggulan Kompetitif & Strategi Operasi

Apa itu Keunggulan Kompetitif?

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk mencapai superioritas pasar dan finansial dibandingkan para pesaingnya. Sebuah organisasi tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang — manajemen harus membuat pilihan strategis yang tegas.

Pertanyaan Strategis Fundamental:
  • Apakah kita akan fokus pada Low Cost (biaya murah)?
  • Apakah fokus pada High Quality (kualitas premium)?
  • Apakah Quick Response (kecepatan)?
  • Atau Flexibility & Customization (fleksibilitas)?

Order Qualifiers vs Order Winners

Untuk memenangkan pasar, kita harus membedakan dua konsep fundamental:

Konsep Definisi Contoh
Order Qualifiers
(Syarat Masuk)
Ekspektasi dasar pelanggan — level kinerja minimum agar perusahaan bisa “bertahan” di bisnis • Kebersihan di rumah sakit
• Keamanan dana di bank
• Rasa enak di restoran
Order Winners
(Pemenang Pesanan)
Fitur/kinerja yang membedakan CBP Anda dari pesaing dan menjadi alasan utama pelanggan memilih Anda • Fitur inovatif smartphone terbaru
• Layanan purna jual luar biasa
• Delivery 2 jam (Gojek)

🌍 Contoh Global: Apple vs Samsung

Order Qualifiers (keduanya punya): Kualitas layar tinggi, kamera bagus, baterai tahan lama, OS stabil

Apple’s Order Winners: Ekosistem terintegrasi (iPhone + Mac + iPad + Apple Watch), brand prestige, privacy-focused, after-sales service (Genius Bar)

Samsung’s Order Winners: Inovasi hardware (foldable screen), variasi produk luas (dari entry-level hingga premium), harga lebih fleksibel

🇮🇩 Contoh Indonesia: Kopi Kenangan vs Starbucks

Order Qualifiers (keduanya): Kopi berkualitas, tempat nyaman, WiFi, layanan ramah

Kopi Kenangan’s Order Winners: Harga terjangkau (Rp 18-25K), lokasi dekat pemukiman, menu lokal (“Kenangan Mantan”), speed (3 menit serve)

Starbucks’ Order Winners: “Third Place” experience, brand prestige, personalization (nama di cup), global consistency

Tiga Jenis Atribut Evaluasi Pelanggan

Pelanggan mengevaluasi produk menggunakan tiga jenis atribut:

Jenis Atribut Kapan Dievaluasi Contoh
Search Attributes Sebelum membeli Warna, harga, ukuran, gaya, spesifikasi
Experience Attributes Saat/setelah dikonsumsi Rasa makanan, keramahan layanan, kenyamanan
Credence Attributes Sulit dievaluasi bahkan setelah konsumsi — butuh kepercayaan Keahlian dokter, keakuratan software, kualitas konsultasi
2. Lima Prioritas Kompetitif Utama

Strategi operasi diterjemahkan menjadi lima prioritas kinerja yang menjadi fondasi keunggulan kompetitif:

1. COST (Biaya)

Biaya rendah biasanya hasil dari produktivitas tinggi dan pemanfaatan kapasitas yang tinggi. Perbaikan kualitas seringkali justru menurunkan biaya (karena mengurangi rework dan pemborosan).

🌍 Walmart: Cost Leadership

Strategy: “Everyday Low Prices”

How: Cross-docking distribution, bulk purchasing power, private label brands, satellite network untuk real-time inventory

Result: Harga 15-20% lebih rendah dari kompetitor

2. QUALITY (Kualitas)

Kualitas berhubungan positif dengan ROI yang lebih tinggi. Produsen berkualitas tinggi bisa menetapkan harga premium dan memiliki pangsa pasar besar.

🌍 Toyota: Quality Excellence

Strategy: Total Quality Management + Kaizen

How: Jidoka (auto-stop jika defect), Poka-yoke (mistake-proofing), Six Sigma (3.4 DPMO)

Result: Konsisten top 3 J.D. Power quality rankings

3. TIME (Waktu)

Kecepatan layanan atau pengiriman sering menjadi Order Winner di era digital.

🇮🇩 Gojek: Time-Based Competition

Promise: “Food delivery dalam 30 menit”

How: Algorithm matching (< 5 detik), 900,000+ merchants, real-time tracking, AI route optimization

Result: Average delivery 25-35 menit di Jakarta

4. FLEXIBILITY (Fleksibilitas)

Salah satu wujud utamanya saat ini adalah Mass Customization — kemampuan membuat barang/jasa apapun yang diinginkan pelanggan, dalam volume berapapun, kapanpun.

🌍 Nike By You: Mass Customization

Offering: Customer design sepatu sendiri (warna, material, monogram)

How: Modular design, flexible manufacturing, digital configurator

Result: Premium price (+30%), higher customer loyalty

5. INNOVATION (Inovasi)

Penemuan dan penerapan praktis atau komersialisasi dari sebuah alat, metode, atau ide yang berbeda dari norma yang ada.

🇮🇩 Somethinc: Innovation-Driven

Strategy: Launch produk baru setiap 2-3 bulan

How: Crowdsourcing via Instagram polls, rapid R&D untuk kulit tropis, small batch test & scale

Result: 0 ke Rp 500 billion revenue dalam 3 tahun, 60% revenue dari produk < 1 tahun

💡 Insight Penting: Perusahaan tidak harus excel di kelima prioritas — pilih 2-3 yang selaras dengan strategi bisnis dan jadikan Order Winners. Sisanya cukup di level Order Qualifiers.
3. Perencanaan Strategis & Hill’s Framework CORE

Tiga Tingkatan Strategi

Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama, kebijakan, dan urutan tindakan organisasi menjadi satu kesatuan yang kohesif.

Level Pertanyaan Kunci Fokus Contoh
Corporate Strategy “Bisnis apa yang kita jalankan?” Alokasi sumber daya antar SBU Unilever: F&B, Home Care, Personal Care, Beauty & Wellbeing
Business Strategy “Bagaimana kita bersaing di bisnis ini?” Fokus pasar & prioritas kompetitif SBU Indomie: Cost leadership + local taste innovation
Functional Strategy “Bagaimana fungsi kita mendukung bisnis?” Keputusan di area fungsional (Marketing, Finance, Operations) Operations: JIT production, decentralized factories

Hill’s Framework for Operations Strategy

Kerangka kerja Terry Hill menghubungkan tujuan perusahaan dengan eksekusi operasi secara sistematis. Ini adalah alat fundamental untuk mengevaluasi strategi operasi suatu organisasi.

🔄 Hill’s Strategy Development Framework

1. Corporate Objectives

Tujuan strategis perusahaan: pertumbuhan, profitabilitas, ROI, sustainability, tanggung jawab sosial

2. Marketing Strategy

Pemilihan segmen pasar, bauran pemasaran, tingkat customization, positioning

3. Market Requirements: Order Winners & Qualifiers

Apa yang dibutuhkan pasar? Harga, kualitas, kecepatan, fleksibilitas, layanan, brand image

4. Operations Design Choices

Keputusan struktural: proses, kapasitas, lokasi, teknologi, supply chain, inventory

5. Infrastructure Decisions

Sistem pendukung: HR, quality control, planning & control, organizational structure, continuous improvement

🌍 Hill’s Framework di McDonald’s

Corporate Objectives: Profitable growth, operational excellence, innovation, sustainability

Marketing Strategy: 1000 new outlets globally, ideal locations, new menu development

Order Winners: Low price, speed, high service quality, brand image, flexibility

Operations Design: Flow process design, global supply chain integration, franchising system, value information system

Infrastructure: Manager training, coaching, quality systems, green buildings, energy monitoring

🇮🇩 Hill’s Framework di Indomie (Indofood)

Corporate Objectives: Market leader instant noodle global, sustainable growth

Marketing Strategy: Mass market, affordable pricing, local taste adaptation per negara

Order Winners: Low cost (Rp 3.000/pack), consistent taste, wide availability, local variants (Rendang, Soto)

Operations Design: 14 decentralized factories, vertical integration (sawit sendiri), multi-tier distribution, daily replenishment

Infrastructure: R&D center, 50,000+ trained employees, ISO certification, supplier development program

Sustainability sebagai Strategi Organisasi

Keberlanjutan bukan lagi pilihan — ini adalah strategi organisasi yang lebih luas dari sekadar prioritas kompetitif, mencakup tiga dimensi Triple Bottom Line:

Dimensi Fokus Contoh
Environmental (Planet) Efisiensi energi, pengelolaan limbah, bahan ramah lingkungan, reduksi emisi Unilever: zero waste to landfill di semua pabrik global
Social (People) Praktik kerja etis, keselamatan, pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender Danone Indonesia: kemitraan dengan peternak lokal
Economic (Profit) Efisiensi biaya, inovasi produk hijau, investasi teknologi produktif Tesla: profit dari mobil listrik + kredit karbon
⚠️ Etika dalam Rantai Pasok Global:
Perusahaan modern dituntut memastikan transparansi dan kepatuhan etis dari pemasok mereka — termasuk kondisi kerja, upah layak, dan jam kerja yang wajar di offshore suppliers. Pendekatan seperti responsible sourcing dan supplier code of conduct menjadi bagian penting dari strategi operasi berkelanjutan.
4. Peran Teknologi dalam Operasi CORE

Dua Kategori Teknologi

Kategori Definisi Contoh
Hard Technology Peralatan fisik dan perangkat keras Mesin CNC, robot industri, conveyor, 3D printer
Soft Technology Aplikasi, software, sistem informasi untuk analisis data ERP, CRM, AI/ML, IoT, cloud computing

A. Teknologi Manufaktur (CIMS)

Computer-Integrated Manufacturing Systems (CIMS) mengintegrasikan hardware, software, database management, dan sistem komunikasi untuk mengotomatisasi seluruh aktivitas produksi.

Teknologi Fungsi Contoh Aplikasi
NC/CNC Mesin dikendalikan komputer untuk presisi tinggi Produksi komponen otomotif, aerospace
Robot Mesin terprogram untuk tugas berulang Las, cat, rakit di pabrik mobil
CAD/CAE Desain & simulasi produk secara digital Desain pesawat, mobil, gedung
CAM Komputer mengontrol proses manufaktur CNC machining, 3D printing
FMS Sistem manufaktur fleksibel Produksi multi-produk dalam satu line
Additive Manufacturing 3D printing — menambah lapisan material Prototipe, custom parts, medical implants

🌍 Tesla Gigafactory: CIMS in Action

Hard Tech: 1,000+ robots (Kiva, Fanuc), Gigapress (6,000-ton die casting), automated assembly lines

Soft Tech: AI quality inspection, digital twin simulation, OTA (over-the-air) updates, real-time production analytics

Result: 45 detik cycle time per mobil, 1.5 juta mobil/tahun per Gigafactory

🇮🇩 Indofood: Teknologi Manufaktur Lokal

Hard Tech: Automated noodle production lines, packaging machines, quality sensors

Soft Tech: ERP system (SAP), demand forecasting AI, real-time production monitoring

Result: 40+ juta bungkus/hari, konsistensi rasa di 14 pabrik

🎥 Video Pendukung: Technology in Design & Operations

📝 Panduan Menonton (~53 menit):
  • Fokus: Technology in Design, CAD/CAM/CNC, Rapid Prototyping, Design for Environment, Quality Function Deployment
  • Bagian Relevan: Teknologi manufaktur modern, integrasi desain-produksi, sustainability dalam desain
  • Catatan: Video ini berisi interaksi dengan mahasiswa — fokus pada konten akademis

B. Teknologi Jasa: CRM & E-Service

Teknologi jasa yang paling umum adalah Internet (E-service). Salah satu aplikasi terpenting adalah CRM (Customer Relationship Management).

Manfaat CRM:

Manfaat Deskripsi Contoh
Market Segmentation Memilah pelanggan berdasarkan demografi & perilaku E-commerce personalisasi promo berdasarkan riwayat belanja
Sales Tracking Melacak tren penjualan & efektivitas iklan Identifikasi kampanye dengan konversi tertinggi
Targeted Marketing Mengidentifikasi pelanggan dengan respons tertinggi Bank tawarkan kredit khusus untuk nasabah tertentu
Customer Retention Prediksi churn & alasannya Telco analisis keluhan untuk cegah pelanggan pergi
Product Bundling Identifikasi produk yang sering dibeli bersama Telco bundle data + streaming video
Fraud Detection Deteksi transaksi mencurigakan Bank digital deteksi pola transaksi tidak wajar

🇮🇩 Tokopedia: CRM & Technology in Action

CRM Implementation:

  • Segmentation: Kategorisasi pembeli (first-time, repeat, high-value)
  • Personalization: Rekomendasi produk berbasis AI (“Karena kamu suka…”)
  • Retention: Tokopedia Rewards, voucher personal, notification timing optimization
  • Bundling: “Beli 2 gratis 1”, “Free ongkir min. belanja X”

Hard Tech: Data center, server farm, mobile app infrastructure

Soft Tech: Machine learning, recommendation engine, real-time analytics, chatbot customer service

Result: 100+ juta users, GMV $20+ billion, merger dengan TikTok Shop

Skalabilitas & Keputusan Teknologi

Scalability (Skalabilitas): Ukuran margin kontribusi (pendapatan – biaya variabel) yang diperlukan untuk mengirimkan barang/jasa saat bisnis tumbuh.
Tipe Karakteristik Contoh
High Scalability Melayani tambahan pelanggan dengan biaya inkrimental nol/rendah Software (Netflix, Spotify), e-commerce platform, digital content
Low Scalability Setiap pelanggan baru butuh biaya variabel tinggi Konsultasi manual, restoran, jasa kesehatan, pendidikan tatap muka

🌍 Netflix: High Scalability

Model: Streaming platform — 1 user tambahan ≈ $0 biaya marginal

Investment: Content production (fixed cost), CDN infrastructure (scalable)

Result: 250+ million subscribers globally, revenue $35+ billion

🇮🇩 Ruangguru: High Scalability EdTech

Model: Video belajar online — 1 juta siswa tambahan = biaya marginal rendah

Investment: Content creation (fixed), cloud infrastructure (AWS), teacher network

Result: 20+ juta registered users, scalable tanpa perlu tambah guru proporsional

Tantangan Teknologi

Manfaat Tantangan
• Menciptakan industri & lapangan kerja baru
• Integrasi supply chain & value chain
• Mass customization
• Produktivitas & kualitas meningkat
• Doing more with less
• Taraf hidup global naik
• Butuh skill tinggi (digital literacy)
• Job displacement (otomatisasi)
• Integrasi sistem lama-baru
• Kreativitas karyawan bisa berkurang
• Keamanan & privasi data
• Information overload
• Outsourcing global geser lapangan kerja lokal
5. Workshop Design Thinking: Empathy Round 01 WORKSHOP

🎨 Workshop DT 01: Empathy Round 01

Tujuan: Menerapkan fase Empathize dalam Design Thinking untuk memahami masalah operasi secara mendalam dari perspektif pengguna/pelanggan.

Durasi: 90-120 menit (bisa dibagi 2 sesi)

Format: Kelompok 3-5 orang

Mengapa Empathy Penting dalam OSCM?

Sebelum kita bisa merancang strategi operasi atau memilih teknologi yang tepat, kita harus memahami masalah nyata yang dihadapi pelanggan dan pekerja. Empathy adalah fondasi dari semua keputusan operasi yang baik.

Prinsip Empathy dalam OSCM:
  • “You are NOT the user” — jangan asumsikan kebutuhan mereka sama dengan Anda
  • “Go to Gemba” — turun langsung ke lapangan, jangan hanya lihat laporan
  • “Ask Why 5 Times” — gali root cause, bukan hanya gejala
  • “Observe Behavior, Not Just Words” — orang sering bilang satu hal tapi lakukan hal lain

Fase Empathize: 3 Teknik Utama

1. Observasi (Observation)

Tujuan: Melihat langsung bagaimana pengguna berinteraksi dengan produk/jasa/proses

Yang diamati:

  • Alur proses (flow) — dari awal sampai akhir
  • Pain points — di mana pengguna frustrasi, bingung, atau lambat
  • Workarounds — “jalan tikus” yang dibuat pengguna karena sistem tidak memadai
  • Interaksi sosial — bagaimana pengguna berkomunikasi dengan staf/sistem

Tools: Checklist observasi, stopwatch, foto/video (dengan izin), field notes

2. Interview (Wawancara Mendalam)

Tujuan: Menggali motivasi, emosi, dan tacit knowledge pengguna

Jenis: Semi-structured interview (ada guideline, tapi fleksibel)

Pertanyaan Kunci:

  • “Ceritakan pengalaman terakhir Anda menggunakan [produk/jasa ini]…”
  • “Apa yang paling membuat Anda frustrasi?”
  • “Jika punya magic wand, apa yang akan Anda ubah?”
  • “Apa yang Anda harap bisa dilakukan tapi belum bisa?”
  • “Bagaimana Anda menyelesaikan masalah tersebut saat ini?”

Tips: Jangan leading question, biarkan mereka cerita, dengarkan yang tidak terucap

3. Immersion (Turun Langsung)

Tujuan: Merasakan sendiri pengalaman pengguna untuk membangun empathy yang dalam

Cara:

  • Jadi pelanggan selama 1 hari (beli produk, gunakan jasa)
  • Ikuti proses kerja karyawan selama beberapa jam
  • Gunakan produk dalam konteks nyata (bukan di lab)

Contoh: Mahasiswa jadi ojek online 1 hari untuk memahami tantangan driver Gojek

Output Fase Empathize

Setelah observasi, interview, dan immersion, kelompok harus menghasilkan:

Output Deskripsi Format
User Persona Profil fiktif tapi berbasis data nyata dari pengguna tipikal 1 halaman: foto, nama, demografi, goals, frustrations, behaviors
Empathy Map Visualisasi apa yang pengguna Says, Thinks, Does, Feels 4 kuadran: Says / Thinks / Does / Feels
Journey Map Visualisasi alur pengalaman pengguna dari awal sampai akhir Timeline: tahapan, actions, thoughts, emotions, pain points, opportunities
Insights & “How Might We” Questions Temuan menarik yang menjadi bahan Define phase (sesi berikutnya) 3-5 insights + HMW questions

📋 Panduan Pelaksanaan Workshop

Langkah 1: Pilih Target (10 menit)

Setiap kelompok memilih SATU target operasi untuk di-empati-ze:

  • 🏪 Kantin kampus / warung dekat kampus
  • 📚 Perpustakaan kampus
  • 🚌 Layanan transportasi kampus (jemputan/shuttle)
  • 🏥 Klinik/kesehatan kampus
  • 🛒 Minimarket dekat kos
  • 📱 Aplikasi kampus (SIAKAD, e-learning)

Langkah 2: Observasi Lapangan (30 menit)

Kunjungi target, observasi minimal 5 pengguna. Catat:

  • Siapa mereka? (demografi kasar)
  • Apa yang mereka lakukan? (step by step)
  • Di mana mereka frustrasi? (pain points)
  • Workaround apa yang mereka buat?
  • Berapa lama setiap tahap? (pakai stopwatch)

Langkah 3: Interview (30 menit)

Interview minimal 3 pengguna + 1 penyedia jasa (pemilik/staf). Gunakan pertanyaan:

  • “Ceritakan pengalaman terakhir Anda…”
  • “Apa yang paling menyenangkan?”
  • “Apa yang paling membuat frustrasi?”
  • “Jika bisa mengubah satu hal, apa itu?”
  • “Apa yang Anda harap ada tapi belum ada?”

Langkah 4: Sintesis (30 menit)

Kembali ke kelas, buat:

  1. User Persona (1 profil tipikal)
  2. Empathy Map (Says/Thinks/Does/Feels)
  3. Journey Map (alur pengalaman + pain points)
  4. 3-5 Insights menarik
  5. 2-3 “How Might We…” questions untuk fase Define

Langkah 5: Presentasi (20 menit)

Setiap kelompok presentasi 4 menit + 1 menit Q&A. Fokus pada:

  • Insight paling mengejutkan
  • Pain point terbesar yang ditemukan
  • Opportunity untuk perbaikan operasi

📝 Template Empathy Map

SAYS (Mengatakan)

Kutipan langsung dari interview

  • “…”
  • “…”
THINKS (Berpikir)

Yang mungkin dipikirkan tapi tidak diucapkan

  • “…”
  • “…”
DOES (Melakukan)

Perilaku/fisik yang terlihat

FEELS (Merasa)

Emosi (frustrated, happy, confused, dll)

  • Frustrated karena…
  • Happy ketika…
💡 Tips untuk Dosen/Fasilitator:
  • Pastikan mahasiswa benar-benar keluar kelas — empathy tidak bisa dilakukan di ruang kelas
  • Berikan etika riset: izin observasi, privasi responden, tidak mengganggu operasional
  • Dorong curiosity — tanya “kenapa” sampai akar
  • Ingatkan: “You are NOT the user” — jangan proyeksikan pengalaman pribadi
  • Output Empathy Round 01 akan jadi input untuk Define Round 02 di sesi berikutnya

🔑 Key Takeaways Sesi 02

  1. Strategi operasi harus selaras dengan strategi korporat & pemasaran — gunakan Hill’s Framework untuk memastikan alignment.
  2. Bedakan Order Qualifiers vs Order Winners — yang pertama untuk bertahan, yang kedua untuk menang.
  3. Lima prioritas kompetitif (Cost, Quality, Time, Flexibility, Innovation) — pilih 2-3 yang jadi keunggulan Anda.
  4. Technology roles: Hard tech (mesin, robot) untuk efisiensi produksi; Soft tech (CRM, AI, ERP) untuk intelligence & decision support.
  5. Skalabilitas menentukan potensi pertumbuhan bisnis digital — high scalability = biaya marginal rendah per user tambahan.
  6. Sustainability bukan lagi pilihan — ini adalah strategi organisasi dengan 3 pilar: Planet, People, Profit.
  7. Empathy adalah fondasi — sebelum merancang strategi atau teknologi, pahami dulu masalah nyata pengguna melalui observasi, interview, immersion.
  8. Etika dalam rantai pasok global — responsible sourcing dan supplier code of conduct adalah keharusan, bukan pilihan.

💬 Diskusi & Tugas Kelompok

Tugas 1: Hill’s Framework Analysis

Pilih satu perusahaan Indonesia (Indomie, Gojek, Kopi Kenangan, Tokopedia, dll). Analisis menggunakan Hill’s Framework:

  1. Corporate objectives mereka apa?
  2. Marketing strategy-nya bagaimana?
  3. Apa Order Qualifiers & Order Winners mereka?
  4. Apa Operations Design Choices yang mereka buat?
  5. Apa Infrastructure decisions yang mendukung?

Tugas 2: Technology Audit

Pilih satu UMKM yang Anda kenal. Identifikasi:

  • Hard technology apa yang sudah dipakai?
  • Soft technology apa yang sudah dipakai?
  • Apa technology gap mereka?
  • Rekomendasikan 1 teknologi yang bisa diadopsi (dengan estimasi ROI)

Tugas 3: Workshop Output Submission

Kumpulkan output Workshop DT 01 – Empathy Round 01:

  • User Persona (1 halaman)
  • Empathy Map (1 halaman)
  • Journey Map (1-2 halaman)
  • 3-5 Insights + 2-3 “How Might We” questions

Format: PDF, max 5 halaman, dikumpulkan minggu depan.

Tugas 4: Sustainability Case Study

Pilih satu perusahaan yang mengklaim “sustainable”. Evaluasi:

  • Apa klaim sustainability mereka?
  • Apakah benar-benar diterapkan di operasi (bukan hanya marketing)?
  • Apa trade-off yang mereka hadapi?
  • Apakah ini jadi Order Winner atau hanya “nice to have”?

📚 Referensi

  • Russell, R. S. & Taylor, B. W. Operations and Supply Chain ManagementChapter 03 (Operations Strategy) & Chapter 04 (Technology in Operations)
  • Hill, T. (2000). Manufacturing Operations Strategy. Palgrave.
  • Porter, M. E. (1985). Competitive Advantage. Free Press.
  • Slack, N., & Lewis, M. (2017). Operations Strategy. Pearson.
  • Brown, T. (2009). Change by Design: How Design Thinking Transforms Organizations. Harper Business.
  • Kelly, T., & Littman, J. (2001). The Art of Innovation. Doubleday. (Empathy methods)

🌐 Open Educational Resource (OER)

Materi ini disusun sebagai sumber belajar terbuka untuk mahasiswa, dosen, dan praktisi Operations & Supply Chain Management di Indonesia dan negara berkembang lainnya.

📜 Lisensi: CC BY-NC-SA 4.0 (Atribusi – NonKomersial – BerbagiSerupa)

🎓 Selamat Belajar!

Strategy without execution is hallucination. Technology without empathy is automation of frustration.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *