OSCM SESI 02

SESSION 02 Mata Kuliah: Operations Strategy & Technology


PENGANTAR

Sesi ini membahas bagaimana operasi dan teknologi menjadi landasan bagi strategi perusahaan. Kita tidak hanya belajar cara memproduksi barang, tetapi bagaimana keputusan operasional (seperti pemilihan teknologi atau fokus pada kualitas) menentukan kemenangan perusahaan di pasar.


1. KEUNGGULAN KOMPETITIF (COMPETITIVE ADVANTAGE)

Definisi: Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk mencapai superioritas pasar dan finansial dibandingkan para pesaingnya.

Sebuah organisasi tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Manajemen harus membuat pilihan strategis yang tegas:

  • Apakah kita akan fokus pada Low Cost (biaya murah)?
  • Apakah fokus pada High Quality (kualitas premium)?
  • Apakah Quick Response (kecepatan)?
  • Atau Flexibility & Customization (fleksibilitas)?
KEUNGGULAN KOMPETITIF

Dampak pada Rantai Nilai: Setiap perubahan pada strategi—misalnya mengubah paket manfaat pelanggan (Customer Benefit Package) atau target pasar—akan memiliki konsekuensi signifikan bagi seluruh rantai nilai (value chain) dan operasi. Meskipun struktur rantai nilai sulit diubah secara drastis, manajer operasi dapat mempengaruhinya dengan:

  • Menentukan komponen rantai nilai mana yang harus ditekankan.
  • Memilih teknologi dan proses yang tepat.
  • Membuat kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM).

2. MEMAHAMI KEBUTUHAN PELANGGAN

Untuk memenangkan pasar, kita harus membedakan dua konsep fundamental:

Order Qualifiers (Syarat Masuk) & Order Winners (Pemenang Pesanan)

Order Qualifiers (Syarat Masuk):

  • Ini adalah ekspektasi dasar pelanggan yang dianggap sebagai level kinerja minimum agar perusahaan bisa “bertahan” di bisnis tersebut.
  • Contoh: Kebersihan di rumah sakit atau keamanan dana di bank. Jika ini tidak ada, pelanggan tidak akan melirik Anda sama sekali.

Order Winners (Pemenang Pesanan):

  • Contoh: Fitur inovatif pada smartphone terbaru atau layanan purna jual yang luar biasa.
  • Fitur produk atau kinerja layanan yang membedakan paket manfaat pelanggan (CBP) Anda dari pesaing dan menjadi alasan utama pelanggan memilih Anda.

3. EVALUASI BARANG DAN JASA OLEH PELANGGAN

Pelanggan mengevaluasi produk menggunakan tiga jenis atribut. Memahami ini penting untuk mendesain strategi pemasaran dan operasi yang tepat.

A. Tiga Jenis Atribut :

  1. Search Attributes (Atribut Pencarian):
    • Dapat dinilai pelanggan sebelum membeli.
    • Contoh: Warna, harga, kesegaran (buah), gaya, ukuran, kekerasan fisik, dan bau.
  2. Experience Attributes (Atribut Pengalaman):
    • Hanya bisa dirasakan setelah membeli atau saat dikonsumsi.
    • Contoh: Keramahan layanan, rasa makanan, kenyamanan pakaian, keamanan, kesenangan (hiburan), dan kepuasan pelanggan.
  3. Credence Attributes (Atribut Kepercayaan):
    • Sangat sulit dievaluasi bahkan setelah dikonsumsi; pelanggan harus “percaya” pada penyedia jasa.
    • Contoh: Keahlian dokter bedah, pengetahuan konsultan pajak, atau keakuratan software.
EVALUASI BARANG DAN JASA OLEH PELANGGAN

4. LIMA PRIORITAS KOMPETITIF UTAMA

Strategi operasi diterjemahkan menjadi lima prioritas kinerja :

  1. Cost (Biaya):
    • Biaya rendah biasanya hasil dari produktivitas tinggi dan pemanfaatan kapasitas yang tinggi.
    • Menariknya, perbaikan kualitas seringkali justru menurunkan biaya (karena mengurangi rework dan pemborosan).
    • Strategi Continuous Improvement (perbaikan terus-menerus) sangat esensial untuk mencapai biaya rendah.
  2. Quality (Kualitas):
    • Kualitas berhubungan positif dan signifikan dengan Return on Investment (ROI) yang lebih tinggi di hampir semua situasi pasar.
    • Produsen barang berkualitas tinggi biasanya bisa menetapkan harga premium dan memiliki pangsa pasar yang besar.
  3. Time (Waktu):
    • Kecepatan layanan atau pengiriman sering menjadi Order Winner.
  4. Flexibility (Fleksibilitas):
    • Salah satu wujud utamanya saat ini adalah Mass Customization.
    • Definisi Mass Customization: Kemampuan membuat barang/jasa apapun yang diinginkan pelanggan, dalam volume berapapun, kapanpun, untuk siapapun, dan dari tempat manapun.
  5. Innovation (Inovasi):
    • Penemuan dan penerapan praktis atau komersialisasi dari sebuah alat, metode, atau ide yang berbeda dari norma yang ada.
image

5. MANAJEMEN OPERASI DAN PERENCANAAN STRATEGIS

Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama, kebijakan, dan urutan tindakan organisasi menjadi satu kesatuan yang kohesif.

Tiga Tingkatan Strategi :

  1. Corporate Strategy (Strategi Korporat): Menentukan bisnis apa yang akan dijalankan perusahaan dan alokasi sumber daya antar unit bisnis (SBU).
  2. Business Strategy (Strategi Bisnis): Menentukan fokus pasar untuk unit bisnis tertentu (SBU) dan prioritas kompetitif apa yang dikejar.
  3. Functional Strategy (Strategi Fungsional): Keputusan di area fungsional (Pemasaran, Keuangan, Operasi) untuk mendukung strategi bisnis.

Strategi Operasi: Adalah sekumpulan keputusan di seluruh rantai nilai yang mendukung implementasi strategi bisnis tingkat atas. Ini melibatkan penerjemahan “prioritas kompetitif” menjadi “kemampuan operasional”.

Sustainability (Keberlanjutan): Keberlanjutan adalah strategi organisasi yang lebih luas dari sekadar prioritas kompetitif, mencakup dimensi Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi. Perusahaan global kini dituntut memperhatikan praktik etis, termasuk kondisi kerja di pemasok luar negeri (offshore suppliers).

Hill’s Framework for Operations Strategy: Kerangka kerja Terry Hill menghubungkan tujuan perusahaan dengan eksekusi operasi. Fitur kuncinya adalah:

  1. Menghubungkan strategi korporat & pemasaran ke operasi.
  2. Mendefinisikan Order Winners & Qualifiers.
  3. Menentukan Pilihan Proses dan Infrastruktur yang tepat untuk mendukung poin di atas .

6. TEKNOLOGI DALAM OPERASI

Kita membedakan teknologi menjadi dua:

  • Hard Technology: Peralatan fisik dan perangkat keras (mesin, device).
  • Soft Technology: Aplikasi internet, software, dan sistem informasi untuk analisis data.

A. Teknologi Manufaktur

Teknologi modern menggabungkan hardware dan software untuk mengotomatisasi produksi (CIMS – Computer-Integrated Manufacturing Systems).

  1. NC (Numerical Control): Mesin yang dikendalikan oleh pita berlubang (versi lama) untuk membuat bentuk kompleks.
  2. CNC (Computer Numerical Control): Mesin NC yang operasinya dikendalikan oleh komputer (lebih presisi dan fleksibel).
  3. Robot: Mesin terprogram untuk memindahkan material atau melakukan tugas berulang (las, cat, rakit).
  4. CAD/CAE (Computer-Aided Design/Engineering): Mendesain dan menyimulasikan produk secara digital sebelum fisik dibuat. Ini memastikan produk bisa diproduksi (manufacturable) sebelum masuk pabrik.
  5. CAM (Computer-Aided Manufacturing): Menggunakan komputer untuk mengontrol proses manufaktur (misal: mengatur kecepatan potong alat).
  6. FMS (Flexible Manufacturing Systems): Kumpulan mesin yang terhubung sistem transportasi otomatis, memungkinkan perpindahan cepat antar tugas.
  7. Additive Manufacturing (3D Printing): Membuat objek dengan menambahkan lapisan material (plastik, keramik), bukan membuang material seperti cara tradisional (bubut/bor).

B. Teknologi Jasa & Rantai Nilai

Teknologi jasa yang paling umum adalah Internet (E-service). Salah satu aplikasi terpenting adalah CRM (Customer Relationship Management).

Manfaat CRM :

  • Segmentasi Pasar: Memilah pelanggan berdasarkan demografi.
  • Tracking: Melacak tren penjualan dan efektivitas iklan.
  • Targeting: Mengidentifikasi pelanggan mana yang harus menjadi target pemasaran.
  • Retensi: Memprediksi siapa yang akan berhenti berlangganan (churn) dan alasannya.
  • Bundling: Mempelajari barang apa yang sering dibeli bersamaan untuk membuat paket Customer Benefit Package yang menarik.
  • Fraud Detection: Mendeteksi transaksi yang mencurigakan.

7. KEPUTUSAN TEKNOLOGI & SKALABILITAS

Salah satu metrik kunci dalam mengadopsi teknologi, terutama di e-commerce, adalah Scalability (Skalabilitas).

Definisi Scalabilitas: Ukuran margin kontribusi (pendapatan dikurangi biaya variabel) yang diperlukan untuk mengirimkan barang/jasa saat bisnis tumbuh.

  • High Scalability (Skalabilitas Tinggi): Kemampuan melayani tambahan pelanggan dengan biaya inkrimental nol atau sangat rendah.
    • Contoh: Bisnis software atau layanan digital. Menambah 1 user baru hampir tidak memakan biaya.
  • Low Scalability (Skalabilitas Rendah): Melayani tambahan pelanggan membutuhkan biaya variabel yang tinggi.
    • Contoh: Jasa konsultasi manual (butuh menambah konsultan ahli) atau restoran (butuh bahan baku dan koki).

Analisis Keputusan (Decision Analysis): Studi formal tentang bagaimana orang mengambil keputusan, terutama saat menghadapi informasi yang tidak pasti (uncertain information). Ini digunakan untuk memilih teknologi yang tepat di tengah risiko pasar.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *