RISET BISNIS – SESI 02

Riset Bisnis

Sesi 02 – From Business Phenomenon to Research Problem


Learning Guide

Sesi ini membahas bagaimana mengubah fenomena bisnis menjadi masalah penelitian yang layak diteliti secara ilmiah. Banyak skripsi gagal bukan karena metode statistik, melainkan karena rumusan masalah yang tidak tepat sejak awal.

Mahasiswa sering mencampuradukkan antara fenomena, masalah bisnis, dan masalah penelitian. Sesi ini bertujuan meluruskan perbedaan tersebut.

Learning Objectives

  • Membedakan fenomena, masalah bisnis, dan masalah penelitian
  • Mengidentifikasi research gap secara sederhana
  • Merumuskan masalah penelitian yang spesifik dan terukur
  • Menghindari rumusan masalah yang terlalu luas atau normatif

1. Business Phenomenon

Fenomena bisnis adalah gejala atau kondisi yang diamati di dunia nyata, namun belum tentu merupakan masalah penelitian. Fenomena biasanya bersifat deskriptif dan umum.

Contoh Fenomena:
Penjualan UMKM menurun dalam dua tahun terakhir.
Tingkat turnover karyawan Generasi Z meningkat.
Penggunaan QRIS meningkat di sektor ritel.

Fenomena belum dapat langsung diteliti sebelum diformulasikan menjadi masalah penelitian.


2. Business Problem

Masalah bisnis adalah konsekuensi praktis dari fenomena yang berdampak pada kinerja organisasi dan memerlukan solusi manajerial.

Contoh Masalah Bisnis:
Manajemen tidak mengetahui faktor utama penyebab penurunan penjualan, sehingga strategi pemasaran menjadi tidak efektif.

Masalah bisnis penting bagi manajer, namun belum tentu langsung dapat dianalisis secara ilmiah.


3. Research Problem

Masalah penelitian adalah formulasi ilmiah dari masalah bisnis yang dapat dijawab melalui pengumpulan dan analisis data.

Contoh Masalah Penelitian:
Apakah kualitas produk, harga, dan promosi berpengaruh terhadap penurunan penjualan UMKM di Kota X?

Masalah penelitian harus:

  • Spesifik
  • Dapat diukur
  • Dapat diuji secara empiris

4. Research Gap (Versi Sederhana)

Research gap menunjukkan celah pengetahuan antara apa yang sudah diketahui dan apa yang belum dijelaskan. Dalam skripsi S1, research gap tidak harus kompleks.

Contoh Research Gap Sederhana:
Penelitian sebelumnya meneliti faktor promosi, namun belum mengkaji peran media digital pada UMKM lokal pasca pandemi.


5. Kesalahan Umum dalam Rumusan Masalah

  • Masalah terlalu luas dan normatif
  • Tidak menyebutkan variabel yang jelas
  • Tidak dapat diukur dengan data
  • Hanya berupa opini atau harapan

Contoh Salah:
Bagaimana meningkatkan kinerja perusahaan agar lebih baik?


Reflective Questions

  1. Apa perbedaan fenomena dan masalah penelitian?
  2. Mengapa tidak semua masalah bisnis bisa langsung diteliti?
  3. Apa risiko jika rumusan masalah tidak jelas?

Referensi utama: Zikmund et al.; Sekaran & Bougie

Progress: Sesi 02 dari 14

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *