Process Optimization

Modul 4 BPM ini membahas transisi kritis dari diagnosis ke solusi: Perancangan Ulang Proses Bisnis (Process Redesign). Mahasiswa akan mempelajari perbedaan strategis antara BPI (perbaikan bertahap) dan BPR (rekayasa ulang radikal), serta menguasai 4 tuas redesain utama: Eliminasi, Otomatisasi, Paralelisasi, dan Integrasi. Dilengkapi dengan konsep Poka-Yoke (pencegah kesalahan) dan studi kasus lanjutan UMKM “Keripik Nusantara” yang bertransformasi dari proses manual menjadi sistem terintegrasi. Materi disajikan dengan visualisasi SVG interaktif dan pendekatan LEAN yang padat.

BPM 4 Read More »

Modul 3: Analisis Proses Bisnis membekali mahasiswa dengan teknik-teknik analisis proses untuk mengidentifikasi masalah, membedakan aktivitas value-added dan non-value-added, melakukan root cause analysis dengan 5 Whys dan Fishbone Diagram, serta mengidentifikasi bottleneck menggunakan Theory of Constraints. Dilengkapi dengan visualisasi SVG interaktif dan studi kasus nyata UMKM e-commerce Indonesia “Keripik Nusantara” yang mengalami masalah keterlambatan pengiriman saat promo besar. Modul ini menekankan pendekatan data-driven dalam diagnosis proses sebelum merancang solusi perbaikan.

BPM 3 Read More »

Mengendalikan Variasi untuk Menjaga dan Meningkatkan Kualitas Language: EN | ID Pengantar: Mengapa Proses Harus Dikendalikan, Bukan Sekadar Diperiksa Dalam banyak organisasi, kualitas masih dipahami sebagai aktivitas pemeriksaan akhir: produk dicek, layanan diaudit, kesalahan dicari setelah terjadi. Pendekatan ini bersifat reaktif dan mahal. Statistical Process Control (SPC) mengubah paradigma tersebut. SPC menekankan bahwa kualitas harus

QM 10 — Optimizing and Controlling Processes through Statistical Process Control (SPC) Read More »