Analytical Hierarchy Process (AHP) & Analytic Network Process (ANP)
Selama 9 sesi sebelumnya, kita banyak berbicara tentang data kuantitatif: profit, biaya, waktu antre, dan unit produksi. Namun, bagaimana jika keputusan manajerial melibatkan hal-hal yang sulit diukur dengan angka?
- Bagaimana mengukur “Kenyamanan” mobil?
- Bagaimana menilai “Reputasi” supplier?
- Bagaimana menimbang “Dampak Politik” dari kebijakan baru?
Di sinilah kita menggunakan AHP dan ANP, metode pengambilan keputusan multikriteria yang dikembangkan oleh Dr. Thomas L. Saaty, serta implementasinya menggunakan perangkat lunak Super Decisions.
1. Analytical Hierarchy Process (AHP)
AHP adalah metode untuk memecah masalah yang kompleks dan tidak terstruktur menjadi komponen-komponennya dalam susunan hierarki.
Konsep Dasar: Hierarki Linear
Dalam AHP, kita menyusun masalah seperti struktur organisasi (Top-Down):
- Goal (Tujuan): Apa yang ingin dicapai? (Misal: Memilih Lokasi Pabrik Baru).
- Criteria (Kriteria): Faktor apa yang dipertimbangkan? (Biaya, Akses SDM, Regulasi).
- Alternatives (Alternatif): Pilihan yang tersedia (Kota A, Kota B, Kota C).
Inti Metode: Pairwise Comparison
Manusia sulit menentukan bobot mutlak (“Kepentingan Kriteria A adalah 27%”), tetapi manusia sangat jago dalam membandingkan dua hal (“Kriteria A jauh lebih penting daripada Kriteria B”).
AHP menggunakan Skala Saaty (1-9) untuk perbandingan berpasangan:
- 1: Sama penting (Equal Importance).
- 3: Sedikit lebih penting (Moderate Importance).
- 5: Lebih penting (Strong Importance).
- 7: Sangat lebih penting (Very Strong Importance).
- 9: Mutlak lebih penting (Extreme Importance).
Consistency Ratio (CR)
Salah satu keunggulan AHP adalah validasi logis. Jika Anda bilang A > B, dan B > C, maka secara logika A harusnya > C. Jika Anda menjawab A < C, maka Anda Tidak Konsisten. AHP menghitung Consistency Ratio.
- Jika CR < 0.10 (10%), penilaian dianggap konsisten dan valid.
- Jika CR > 0.10, penilaian harus diulang/diperbaiki.
2. Analytic Network Process (ANP)
AHP berasumsi bahwa kriteria itu independen (satu arah dari atas ke bawah). Namun, di dunia nyata, kriteria seringkali saling mempengaruhi.
Contoh: Saat membeli mobil, “Harga” mempengaruhi “Kualitas”, dan “Kualitas” mempengaruhi “Prestise”. Ada hubungan timbal balik.
Konsep Dasar: Jaringan (Network)
ANP adalah bentuk umum dari AHP. Alih-alih hierarki kaku, ANP menggunakan struktur Jaringan dengan elemen:
- Clusters: Kelompok elemen (misal: Cluster Finansial, Cluster Teknis).
- Nodes: Elemen di dalam cluster.
- Feedback Loops: Hubungan timbal balik antar elemen.
ANP lebih akurat untuk masalah yang kompleks, tetapi membutuhkan input data (perbandingan) yang jauh lebih banyak daripada AHP.
3. Software Super Decisions
Perhitungan manual AHP (menggunakan matriks eigenvektor) cukup rumit, dan ANP (menggunakan Supermatrix) hampir mustahil dihitung manual untuk kasus besar. Oleh karena itu, Thomas Saaty mengembangkan software Super Decisions.
Langkah Kerja di Super Decisions:
A. Membuat Struktur (Design)
- Create Clusters: Buat wadah untuk Tujuan, Kriteria, dan Alternatif.
- Create Nodes: Masukkan elemen di dalam masing-masing cluster.
- Connect Nodes: Buat garis panah untuk menunjukkan hubungan pengaruh (siapa mempengaruhi siapa).
- Jika panah berputar kembali ke cluster yang sama, itu disebut Inner Dependence.
B. Melakukan Penilaian (Assess/Compare)
Menu: Assess/Compare > Pairwise Comparisons. Anda akan disuguhkan kuesioner visual.
- “Mana yang lebih penting? Biaya atau Kualitas?”
- Geser slider ke arah yang lebih dominan sesuai Skala Saaty.
C. Sintesis Hasil (Synthesize)
Setelah semua perbandingan selesai dan Inconsistency rendah (< 0.1), klik Computations > Synthesize. Software akan mengeluarkan output berupa:
- Normals: Bobot prioritas normal.
- Ideals: Alternatif terbaik diberi nilai 1.0, yang lain menyesuaikan.
- Raw: Nilai dari Supermatrix limit.
Penting: Software Super Decisions versi edukasi (v2 atau v3) biasanya tersedia gratis untuk keperluan akademis. Pastikan Anda menginstalnya sebelum mencoba tutorial ini.
4. Studi Kasus Sederhana: Seleksi Manajer Proyek
Mari kita simulasikan kasus AHP sederhana di Super Decisions.
- Goal: Memilih Manajer Terbaik.
- Criteria:
- Pengalaman (Experience)
- Pendidikan (Education)
- Kepemimpinan (Leadership)
- Alternatives:
- Kandidat Andi
- Kandidat Budi
- Kandidat Citra
Skenario: Perusahaan lebih mengutamakan Pengalaman (5x lebih penting dari Pendidikan) dan Kepemimpinan (3x lebih penting dari Pendidikan).
- Andi unggul di Pengalaman.
- Budi unggul di Pendidikan.
- Citra unggul di Kepemimpinan.
Dengan Super Decisions, kita akan melihat siapa yang menang secara matematis berdasarkan bobot preferensi manajemen tersebut.
Kesimpulan Sesi 10
AHP dan ANP menjembatani kesenjangan antara naluri manusia (subjektif) dan logika matematika (objektif). Metode ini sangat powerful untuk keputusan strategis tingkat tinggi (C-Level) di mana data historis seringkali tidak tersedia atau tidak relevan lagi.
Tugas Praktik: Unduh software Super Decisions. Cobalah buat model AHP sederhana untuk keputusan pribadi Anda, misalnya “Memilih Tempat Makan Siang” dengan kriteria: Harga, Rasa, dan Jarak. Lihat apakah hasil hitungannya sesuai dengan pilihan hati Anda!