Riset Bisnis
Sesi 13 – ANOVA: Comparing Means Across Multiple Groups
Learning Guide
Sesi ini membahas Analysis of Variance (ANOVA), yaitu teknik statistik untuk membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok secara simultan. Mahasiswa sering keliru menggunakan uji t berulang kali, padahal ANOVA dirancang untuk mengendalikan risiko kesalahan statistik.
Learning Objectives
- Memahami tujuan dan logika ANOVA
- Membedakan one-way dan two-way ANOVA
- Menafsirkan hasil uji F
- Menentukan perlunya uji lanjut (post-hoc)
1. Why ANOVA?
ANOVA digunakan ketika penelitian melibatkan lebih dari dua kelompok. Menggunakan uji t berulang akan meningkatkan risiko Type I Error.
Contoh Kasus:
Apakah terdapat perbedaan kepuasan pelanggan berdasarkan jenis layanan A, B, dan C?
2. One-Way ANOVA
One-way ANOVA digunakan ketika terdapat satu variabel independen kategorik dengan lebih dari dua kelompok.
- Variabel dependen: numerik & kontinu
- Variabel independen: satu faktor
Contoh:
Perbedaan produktivitas karyawan berdasarkan tingkat pendidikan.
3. Two-Way ANOVA
Two-way ANOVA digunakan ketika terdapat dua variabel independen kategorik, serta memungkinkan analisis efek interaksi.
- Efek utama (main effects)
- Efek interaksi (interaction effect)
Contoh:
Pengaruh jenis pelatihan dan gender terhadap kinerja karyawan.
4. Assumptions of ANOVA
- Independensi observasi
- Normalitas residual
- Homogenitas varians
Kesalahan Umum:
Mengabaikan asumsi ANOVA dan langsung menafsirkan hasil uji F.
5. Post-Hoc Tests
Jika ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan, uji lanjut diperlukan untuk mengetahui kelompok mana yang berbeda.
- Tukey HSD
- Bonferroni
- Games–Howell (varians tidak homogen)
Prinsip:
ANOVA menjawab “ada perbedaan”, post-hoc menjawab “di mana perbedaannya”.
6. ANOVA vs Regression
ANOVA dapat dipandang sebagai bentuk khusus dari regresi dengan variabel independen kategorik (dummy).
Catatan Metodologis:
Pemilihan ANOVA atau regresi bergantung pada tujuan analisis dan interpretasi.
Reflective Questions
- Mengapa uji t tidak tepat untuk banyak kelompok?
- Kapan two-way ANOVA lebih informatif?
- Mengapa post-hoc test diperlukan setelah ANOVA?
Referensi utama: Sekaran & Bougie; Zikmund et al.; Levine et al.