📊 Riset Bisnis Sesi 13
Processing Quantitative Data (2)
Statistik Parametrik: Asumsi & Teknik Analisis
📘 Learning Guide: Statistik parametrik adalah alat yang sangat powerful — namun hanya jika digunakan dengan benar. Mengabaikan pengujian asumsi sama dengan membangun rumah di atas pondasi yang rapuh. Sesi ini memandu Anda dari uji asumsi hingga eksekusi di software.
🎯 Capaian Pembelajaran
- Parametric Assumptions: Menguji kepatuhan asumsi (normalitas, homogenitas, independensi, linearitas) sebelum analisis
- Parametric Techniques: Memilih dan menerapkan t-test, ANOVA, Pearson, dan regresi linear sesuai desain riset
- Software Mastery: Menyiapkan model di SPSS/R/Python dan menginterpretasikan output secara akurat
- Menyajikan hasil analisis dalam format komunikatif untuk pengambilan keputusan bisnis
1️⃣ Menguji 4 Asumsi Parametrik
Sebelum menjalankan uji parametrik, 4 asumsi ini wajib diverifikasi. Pelanggaran asumsi menghasilkan p-value yang bias dan kesimpulan menyesatkan.
📊 1. Normalitas Distribusi
Konsep: Data residual atau variabel dependen berdistribusi normal (bell-shaped curve).
Jika tidak normal: Transformasi data (log/sqrt), gunakan non-parametrik, atau andalkan Central Limit Theorem jika n besar (≥30).
⚖️ 2. Homogenitas Varians
Konsep: Varians antar kelompok yang dibandingkan harus sama (homoskedastisitas).
Jika tidak homogen (p ≤ 0.05): Gunakan Welch’s t-test / Welch’s ANOVA yang robust.
🔗 3. Independensi Observasi
Konsep: Setiap observasi tidak dipengaruhi observasi lain (tidak ada autokorelasi). Pelanggaran menyebabkan standard error underestimate (false positive).
📈 4. Linearitas (Korelasi & Regresi)
Konsep: Hubungan antara variabel independen dan dependen bersifat linear.
2️⃣ Teknik Statistik Parametrik Utama
🎯 One-Sample t-test
Kegunaan: Menguji apakah mean satu sampel berbeda dari nilai populasi/target.
Rumus: t = (x̄ – μ₀) / (s/√n)
🔄 Independent Samples t-test
Kegunaan: Membandingkan mean 2 kelompok independen (Asumsi: Normal, Homogen).
🔁 Paired Samples t-test
Kegunaan: Membandingkan mean subjek yang sama (pre-test vs post-test).
📊 One-Way ANOVA
Kegunaan: Membandingkan mean 3+ kelompok independen.
🔗 Pearson Product-Moment (r)
Kegunaan: Mengukur kekuatan & arah hubungan linear 2 variabel interval/rasio normal.
📈 Simple Linear Regression
Model: Y = β₀ + β₁X + ε
3️⃣ Setup Model & Koding (SPSS / R / Python)
🔧 Checklist Persiapan Data
- Variable View: Numeric untuk kontinu, String hanya untuk ID.
- Value Labels: Definisikan label (1 = “Laki-laki”, 2 = “Perempuan”).
- Missing Values: Tentukan kode (999) dan strategi handling.
- Outlier: Cek via Boxplot/Z-score. Putuskan: transformasi atau eksklusi.
🐍 Contoh Kode R (Paket `rstatix` & `tidyverse`)
🐍 Contoh Kode Python (`scipy.stats` & `statsmodels`)
- Menggunakan kode provinsi (1-34) sebagai angka kontinu dalam regresi (seharusnya dummy-coded / kategorikal).
- Tidak mendefinisikan value labels → output sulit dibaca.
- Running regresi berganda tanpa cek Multikolinearitas (VIF).
4️⃣ Aktivitas Workshop (150 Menit)
🎬 Briefing & Review Asumsi
Studi kasus: “Faktor Kinerja Penjualan UMKM Digital”. Pembagian dataset + codebook.
🔍 Praktik Uji Asumsi
Shapiro-Wilk, Levene’s, Scatter plot. Diskusi strategi jika asumsi dilanggar.
🧪 Hands-on Parametrik
Pilih 2-3 uji: t-test (pelatihan vs tidak), ANOVA (omzet per wilayah), Regresi (prediksi omzet).
💬 Presentasi & Peer Review
Fokus pada ketepatan uji, interpretasi effect size, dan rekomendasi kebijakan.
🎯 Wrap-up
Penyusunan Parametric Analysis Cheat Sheet personal.
🧠 Kuis Interaktif: Uji Pemahaman Sesi 13
1. Uji apa yang digunakan untuk memverifikasi asumsi homogenitas varians pada ANOVA?
2. Jika data tidak berdistribusi normal, namun ukuran sampel besar (n ≥ 30 per grup), peneliti dapat…
3. Membandingkan rata-rata omzet UMKM di 4 wilayah berbeda (Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi) menggunakan…
4. Jika One-Way ANOVA menunjukkan hasil signifikan (p < 0.05), langkah selanjutnya untuk mengetahui pasangan mana yang berbeda adalah...
5. Dalam model regresi Y = 12.5 + 0.85X, apa interpretasi dari angka 0.85?
6. Mengapa kita wajib melaporkan Effect Size (seperti Cohen’s d atau R²) di samping p-value?
💭 Reflective Questions
Bagaimana jika hanya sebagian asumsi parametrik yang terpenuhi?
1. Normalitas dilanggar, homogenitas OK: Andalkan CLT jika n besar, atau transformasi data.
2. Homogenitas dilanggar, normalitas OK: Gunakan Welch’s correction (robust).
3. Keduanya dilanggar: Beralih ke non-parametrik.
4. Independensi dilanggar: Sangat serius! Pertimbangkan multilevel modeling.
Prinsip: Lebih baik uji kurang powerful tapi valid, daripada powerful tapi asumsi dilanggar.
Bagaimana menyajikan hasil parametrik ke stakeholder non-teknis?
📚 Referensi Utama
Sekaran, U., & Bougie, R. Research Methods for Business. Wiley.
Field, A. Discovering Statistics Using IBM SPSS Statistics. Sage.
Navarro, D. Learning Statistics with R. (Bab 14 ANOVA, Bab 15 Regresi).
APA Style Guidelines: Reporting Statistical Results.