Sesi 11 BDM

Simulation Modeling – Meniru Dunia Nyata di Excel

Setelah kita belajar mengambil keputusan yang pasti dengan Linear Programming dan keputusan subjektif dengan AHP, hari ini kita masuk ke Sesi 11: Simulation Modeling.

Di dunia nyata, permintaan pasar tidak selalu konstan, mesin pabrik bisa rusak sewaktu-waktu, dan waktu kedatangan pelanggan tidak selalu tepat waktu. Bagaimana kita memodelkan ketidakpastian ini? Jawabannya adalah Simulasi.

Simulasi adalah upaya untuk menduplikasi fitur, tampilan, dan karakteristik dari sistem nyata, biasanya menggunakan komputer (Excel).


1. Advantages & Disadvantages of Simulation

Sebelum kita masuk ke teknis Excel, kita perlu memahami mengapa manajer menggunakan simulasi (dan kapan harus menghindarinya). Ini adalah materi kunci untuk Step 5 dalam kerangka berpikir simulasi.

✅ Keuntungan (Advantages)

  1. Safety & Cost: Kita bisa bereksperimen tanpa risiko nyata. Jika simulasi “gagal”, perusahaan tidak bangkrut dan tidak ada yang terluka.
  2. Time Compression: Kita bisa mensimulasikan operasional selama bertahun-tahun hanya dalam hitungan detik.
  3. “What-If” Analysis: Sangat mudah untuk menjawab pertanyaan hipotetis. “Apa yang terjadi jika permintaan naik 10%?” atau “Apa yang terjadi jika kita menambah 2 kasir?”
  4. Menangani Kompleksitas: Simulasi bisa menangani variabel non-linear dan stokastik (acak) yang terlalu rumit untuk diselesaikan dengan rumus matematika biasa.

❌ Kerugian (Disadvantages)

  1. Tidak Menjamin Solusi Optimal: Berbeda dengan Linear Programming yang memberikan satu jawaban terbaik (Optimal Solution), simulasi hanya memberikan perkiraan atau indikasi hasil berdasarkan skenario.
  2. Mahal & Lama: Membangun model simulasi yang detail dan valid membutuhkan waktu pengembangan yang lama dan biaya tinggi.
  3. GIGO (Garbage In, Garbage Out): Jika data input (distribusi probabilitas) salah, maka hasil simulasinya pun akan menyesatkan.

2. Setup Simulation Model in Excel (Monte Carlo)

Metode yang paling umum digunakan dalam bisnis adalah Simulasi Monte Carlo. Inti dari metode ini adalah menghasilkan angka acak (random numbers) untuk mewakili ketidakpastian.

Fungsi Kunci di Excel:

  • =RAND(): Menghasilkan angka acak antara 0 dan 1. Ini adalah “jantung” dari simulasi.
  • =VLOOKUP(): Digunakan untuk memetakan angka acak ke dalam kejadian nyata berdasarkan tabel probabilitas kumulatif.
  • Data Table: Fitur Excel untuk mengulang simulasi (misal: 1000 kali percobaan) secara otomatis.

3. Praktik: 11 File Excel Simulasi

Untuk sesi ini, kita akan membedah 11 File Excel yang mencakup berbagai skenario bisnis. Pastikan Anda mengunduh materi praktik. Berikut adalah ringkasan logika dari file-file tersebut:

Kategori 1: Inventory & Demand (Persediaan)

  • File 1-3 (Simulasi Persediaan Ban/Harry’s Auto Tire):
    • Masalah: Permintaan ban tidak tentu setiap harinya.
    • Simulasi: Menggunakan probabilitas historis untuk menentukan kapan harus restock agar tidak kehabisan barang (stockout) tapi biaya simpan tetap rendah.

Kategori 2: Queuing System (Antrean)

  • File 4-6 (Antrean Pelabuhan/Barge Docking):
    • Masalah: Kapal datang tidak tentu, waktu bongkar muat juga bervariasi.
    • Simulasi: Menentukan apakah perlu menambah kru bongkar muat untuk mengurangi waktu tunggu kapal vs biaya gaji kru.

Kategori 3: Maintenance & Reliability

  • File 7-8 (Kebijakan Perawatan Mesin):
    • Masalah: Mesin bisa rusak kapan saja.
    • Simulasi: Membandingkan biaya “Service Berkala” vs “Perbaiki saat Rusak”. Mana yang lebih murah dalam jangka panjang?

Kategori 4: Project Management & Finance

  • File 9 (Project Contigency): Simulasi waktu penyelesaian proyek (PERT) di mana durasi aktivitas tidak pasti.
  • File 10-11 (Analisis Risiko Investasi): Mensimulasikan return saham atau profit produk baru dengan berbagai kondisi pasar (Optimis, Normal, Pesimis).

Langkah Kerja Praktikum (Step-by-Step)

Saat Anda membuka file Excel tersebut, perhatikan pola berikut:

  1. Probability Distribution: Tabel di sebelah kiri yang menunjukkan peluang terjadinya sesuatu (misal: Peluang permintaan 0 unit = 10%).
  2. Cumulative Probability: Rentang angka acak (misal: 0.00 – 0.10).
  3. Random Number Generation: Kolom di mana rumus =RAND() diletakkan.
  4. Outcome: Hasil simulasi harian yang ditarik menggunakan rumus Lookup.

Tugas: Cobalah tekan tombol F9 pada keyboard Anda saat membuka file Excel. Anda akan melihat angka-angka berubah. Itulah simulasi yang berjalan secara real-time!


Kesimpulan

Simulasi tidak memberi tahu kita “Apa yang harus dilakukan” (seperti optimasi), tetapi memberi tahu kita “Apa yang mungkin terjadi” jika kita mengambil keputusan tertentu. Dengan mempelajari 11 file ini, Anda memiliki template untuk memodelkan risiko di hampir semua lini bisnis.

Next Step: Silakan buka file Harrys_Auto_Tire.xls (atau file pertama dalam folder) untuk memulai simulasi sederhana pertama kita.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *