Sesi 06 BDM

Financial Modeling (NPV, IRR, BEP, & Forecasting)

Pada sesi ini, kita beralih dari optimasi linear ke Financial Modeling. Jika file-file sebelumnya menggunakan Solver untuk mencari solusi optimal, file-file di sesi ini menggunakan Excel untuk menilai kesehatan bisnis dan kelayakan investasi.

Mengingat banyaknya file latihan (Excel), materi ini dikelompokkan menjadi 4 pilar utama pemodelan keuangan yang wajib dikuasai pengambil keputusan:

1. Analisis Kelayakan Investasi (Capital Budgeting)

Saat perusahaan ingin membuka pabrik baru atau membeli mesin, kita harus tahu: Apakah proyek ini menguntungkan jika dihitung dengan nilai uang saat ini?

Di sinilah kita menggunakan NPV (Net Present Value) dan IRR (Internal Rate of Return).

  • NPV (Net Present Value): Selisih antara nilai arus kas masuk (cash inflow) dan keluar (outflow) di masa depan yang “didiskon” ke nilai hari ini.
    • Aturan Main: Jika NPV > 0, proyek layak dijalankan.
    • Rumus Excel: =NPV(rate, value1, [value2], ...) + Initial Investment.
  • IRR (Internal Rate of Return): Tingkat pengembalian modal tahunan yang dihasilkan proyek tersebut.
    • Aturan Main: Jika IRR > Biaya Modal (Cost of Capital), proyek layak.
    • Rumus Excel: =IRR(values, [guess])

Contoh Kasus: Investasi mesin Rp 1 Miliar menghasilkan arus kas Rp 300 juta/tahun selama 5 tahun. Menggunakan Excel, kita bisa membandingkan apakah lebih baik beli mesin (IRR 15%) atau taruh uang di Deposito (Bunga 5%).

2. Break-Even Analysis (BEP)

Analisis ini menjawab pertanyaan krusial: “Berapa banyak produk yang harus kita jual agar tidak rugi?”

Model ini memisahkan biaya menjadi dua:

  • Fixed Cost: Sewa gedung, Gaji manajer (Tetap, berapapun produksinya).
  • Variable Cost: Bahan baku, Kemasan (Naik seiring jumlah produksi).

Fitur Excel Kunci: Goal Seek Alih-alih menghitung manual dengan aljabar, di Financial Modeling kita menggunakan fitur Data > What-If Analysis > Goal Seek.

  • Set Cell: Sel “Net Profit”.
  • To Value: 0.
  • By Changing Cell: Sel “Unit Sales”.
  • Hasil: Excel akan otomatis mencari jumlah unit penjualan agar profit menjadi nol (Balik Modal).

3. Analisis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)

Model ini biasanya menghubungkan tiga laporan utama: Income Statement, Balance Sheet, dan Cash Flow. Tujuannya untuk mendiagnosa kesehatan perusahaan melalui rasio-rasio:

  • Likuiditas (Current Ratio): Kemampuan membayar utang jangka pendek.
  • Profitabilitas (ROE/ROA): Seberapa efisien modal digunakan untuk mencetak laba.
  • Solvabilitas (Debt-to-Equity): Seberapa besar perusahaan bergantung pada utang.

Tips Modeling: Dalam file latihan, perhatikan bagaimana perubahan di satu sel (misal: Sales Growth) akan otomatis merubah angka di Balance Sheet (Piutang/Inventory). Ini disebut Linked Model.

4. Forecasting & Sensitivity Analysis

Memprediksi masa depan selalu mengandung ketidakpastian. Financial modeling yang baik tidak hanya memberikan satu angka, tapi kisaran kemungkinan.

  • Forecasting: Membuat proyeksi pendapatan 5 tahun ke depan berdasarkan tren historis (misal: rata-rata pertumbuhan 10% per tahun).
  • Sensitivity Analysis (Analisis Sensitivitas): Menguji seberapa “sensitif” profit kita terhadap perubahan asumsi.
    • Contoh: Apa yang terjadi pada NPV proyek jika harga bahan baku naik 10%?
    • Fitur Excel: Data Table (biasanya tabel 2 dimensi yang menunjukkan hasil profit pada berbagai kombinasi Harga vs Volume).

5. Loan Amortization Schedule (Jadwal Amortisasi Pinjaman)

Ketika perusahaan meminjam dana untuk ekspansi, manajer keuangan tidak hanya perlu tahu “berapa angsuran per bulan”, tetapi juga rincian komposisi angsuran tersebut.

Mengapa ini penting untuk keputusan bisnis?

  1. Perencanaan Arus Kas (Cash Flow): Memastikan perusahaan memiliki dana likuid untuk membayar angsuran rutin.
  2. Manfaat Pajak (Tax Shield): Pembayaran Bunga (Interest) biasanya dapat mengurangi pajak penghasilan badan, sedangkan pembayaran Pokok (Principal) tidak. Model amortisasi memisahkan kedua komponen ini untuk perhitungan pajak yang akurat.
  3. Refinancing: Melihat sisa saldo utang (Outstanding Balance) di tahun ke-3 atau ke-5 untuk memutuskan apakah perlu melunasi utang lebih awal atau mencari pinjaman baru dengan bunga lebih rendah.

Cara Membuat Model Amortisasi di Excel

Jadwal amortisasi biasanya berupa tabel yang terdiri dari periode, saldo awal, angsuran total, porsi bunga, porsi pokok, dan saldo akhir. Excel memiliki 3 rumus ajaib untuk ini:

  • =PMT(rate, nper, pv) Menghitung total angsuran tetap per periode (Pokok + Bunga).
  • =IPMT(rate, per, nper, pv) Menghitung besaran Bunga (Interest) pada periode tertentu. (Catatan: Bunga akan semakin kecil seiring berjalannya waktu).
  • =PPMT(rate, per, nper, pv) Menghitung besaran Pokok (Principal) yang dibayarkan pada periode tertentu. (Catatan: Porsi pokok akan semakin besar seiring berjalannya waktu).

Simulasi Kasus: Pembiayaan Armada Truk

Perusahaan meminjam Rp 1 Miliar (PV) dengan bunga 10% per tahun (Rate) selama 5 tahun (Nper).

  • Tahun 1: Angsuran total Rp 263 Jt. (Isinya: Bunga Rp 100 Jt + Pokok Rp 163 Jt).
  • Tahun 5: Angsuran total Rp 263 Jt. (Isinya: Bunga Rp 23 Jt + Pokok Rp 240 Jt).

Meskipun uang yang keluar sama (Rp 263 Jt), dampak ke laporan Laba Rugi berbeda karena beban bunga menurun drastis.

Optimasi Pinjaman dengan Goal Seek

Seringkali dalam bisnis, kita dihadapkan pada keterbatasan budget. Kita tahu berapa kemampuan bayar kita, tapi tidak tahu berapa lama harus mencicil atau berapa bunga maksimal yang wajar. Di sinilah Goal Seek berperan untuk melakukan Reverse Engineering.

Mahasiswa dapat menggunakan fitur ini untuk menjawab tiga pertanyaan strategis:

A. Mencari Waktu Cicilan Ideal (Adjusting Tenure)

Kasus: Perusahaan hanya sanggup membayar cicilan Rp 20 Juta/bulan. Dengan bunga 10% dan utang Rp 1 Miliar, berapa tahun utang itu akan lunas?

  • Langkah di Excel:
    1. Buka menu Data > What-If Analysis > Goal Seek.
    2. Set Cell: Klik sel yang berisi rumus PMT (Angsuran saat ini).
    3. To Value: Ketik -20000000 (Ingat tanda negatif karena cash outflow).
    4. By Changing Cell: Klik sel “Nper” (Jumlah Tahun/Bulan).
  • Hasil: Excel akan mengubah tahun secara otomatis (misal dari 5 tahun menjadi 6,2 tahun) agar cicilan pas di angka Rp 20 Juta.

B. Mencari Bunga Efektif Sebenarnya (True Value of Interest Rate)

Kasus: Bank menawarkan pinjaman “Bunga Flat Murah”, tapi ada biaya admin dan provisi di awal. Berapa suku bunga efektif sebenarnya?

  • Langkah di Excel:
    1. Buat model PMT standar.
    2. Set Cell: Klik sel PMT hasil perhitungan model.
    3. To Value: Masukkan angka cicilan nyata yang diminta Bank.
    4. By Changing Cell: Klik sel “Interest Rate”.
  • Hasil: Anda akan melihat bahwa bunga efektif seringkali lebih tinggi daripada bunga yang diiklankan (misal iklan 5%, ternyata efektifnya 9%).

C. Menentukan Plafon Pinjaman (Changing Loan Amount)

Kasus: Kita ingin cicilan pas di angka Rp 15 Juta/bulan selama 5 tahun. Berapa maksimal uang yang boleh kita pinjam?

  • Langkah di Excel:
    1. Set Cell: Sel PMT.
    2. To Value: -15000000.
    3. By Changing Cell: Klik sel “PV” (Nilai Pinjaman).
  • Hasil: Excel akan memberi tahu batas maksimal pinjaman yang aman (misal: Ternyata kita maksimal hanya boleh meminjam Rp 700 Juta, bukan Rp 1 Miliar).

Ringkasan Tools Excel di Sesi Ini (Update):

  1. Fungsi Finansial: PV, FV, NPV, IRR.
  2. Fungsi Pinjaman: PMT (Angsuran), IPMT (Bunga), PPMT (Pokok).
  3. What-If Tools: Goal Seek, Data Tables.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *