Inventory Management: Economies of Scale & Uncertainty
Deskripsi Sesi: Membedah dua sisi mata uang persediaan: “Cycle Inventory” untuk mengejar efisiensi skala (EOQ), dan “Safety Inventory” untuk melindungi dari ketidakpastian.
PART A: Cycle Inventory (Economies of Scale)
Cycle inventory adalah persediaan rata-rata yang timbul karena perusahaan memesan dalam lot (batch) besar untuk menghemat biaya pesan, bukan karena kebutuhan saat itu juga.
📉 The Saw-Tooth Pattern (Pola Gigi Gergaji)
Stok naik tajam saat order datang (Q), lalu turun perlahan seiring konsumsi.
Rata-rata Inventory = Q / 2
1. Trade-off Biaya: The EOQ Logic
Tujuan kita adalah meminimalkan Total Biaya Tahunan (Total Annual Cost). Ada dua kekuatan yang saling tarik-menarik:
Semakin sering pesan (Q kecil), biaya admin & transport membengkak.
Semakin jarang pesan (Q besar), gudang penuh dan modal mati.
🧮 Rumus Economic Order Quantity (EOQ)
EOQ = √ [ (2 × D × S) / H ]
Contoh Kasus:
- Permintaan (D) = 12.000 unit/tahun
- Biaya Pesan (S) = Rp 4.000.000 / order
- Biaya Simpan (H) = Rp 100.000 / unit / tahun
Hasil Hitungan:
EOQ = √ [ (2 × 12.000 × 4.000.000) / 100.000 ]
EOQ = √ [ 960.000.000 ] = 980 Unit
Artinya: Pesanlah 980 unit setiap kali order untuk biaya termurah.
PART B: Safety Inventory (Managing Uncertainty)
Safety inventory adalah “bantal pengaman” untuk melindungi kita dari dua musuh utama: Fluktuasi Permintaan (Demand Uncertainty) dan Keterlambatan Pemasok (Lead Time Uncertainty).
2. Agregasi Risiko (Square-Root Law)
Konsep paling *powerful* dalam manajemen risiko stok: Sentralisasi.
Jika Anda menggabungkan stok dari n gudang cabang menjadi 1 gudang pusat, total safety stock Anda akan turun sebesar akar kuadrat dari n.
Contoh Riil: Menggabungkan 4 gudang daerah menjadi 1 gudang pusat akan memotong safety stock hingga 50% (karena √4 = 2).
| Strategi | Safety Stock | Biaya Transport (Last Mile) | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Desentralisasi (Banyak Gudang) | Tinggi (Mahal) | Rendah (Dekat User) | Barang murah, fast moving (Sabun, Mie Instan). |
| Sentralisasi (Satu Gudang) | Rendah (Efisien) | Tinggi (Kirim Jauh) | Barang mahal, slow moving (Sparepart Mesin, Elektronik High-end). |
3. Strategi Menekan Safety Stock Tanpa Mengorbankan Layanan
Jangan asal potong stok. Gunakan strategi cerdas:
Gunakan satu komponen standar untuk banyak produk (Contoh: Baut yang sama untuk 5 model mobil). Ini mengurangi variabilitas.
Tunda perakitan akhir sampai ada pesanan (Contoh: Cat tembok dicampur warnanya di toko, bukan di pabrik).
Memotong lead time pemasok dari 4 minggu jadi 1 minggu akan drastis menurunkan kebutuhan stok pengaman.
Ringkasan Eksekutif Sesi 10
- Cycle Stock: Adalah hasil dari motif ekonomi (menghemat biaya pesan). Dioptimalkan dengan rumus EOQ.
- Safety Stock: Adalah biaya ketakutan (takut telat/takut lonjakan demand). Dioptimalkan dengan Agregasi & Pengurangan Lead Time.
- The Balance: Manajer SCM harus menyeimbangkan efisiensi lot size (Cycle) dengan perlindungan risiko (Safety).
Chopra, S., & Meindl, P. (2023). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (8th ed.). Pearson.