Aggregate Planning & S&OP: Menyelaraskan Kapasitas dan Permintaan
Deskripsi Sesi: Bagaimana menyeimbangkan permintaan pasar yang fluktuatif dengan kapasitas produksi yang kaku? Sesi ini mengupas teknik Aggregate Planning (8A) dan mekanisme koordinasi Sales & Operations Planning (8B).
SESI 08-A: Aggregate Planning
Definisi: Proses merencanakan kapasitas produksi, tenaga kerja, dan persediaan dalam jangka menengah (3-18 bulan) untuk memenuhi permintaan agregat dengan biaya minimal.
1. Tiga Tuas Manajerial (Capacity Levers)
Manajer tidak bisa mengubah kapasitas mesin dalam semalam. Namun, mereka memiliki tiga tuas utama untuk merespons fluktuasi:
| Tuas (Lever) | Tindakan Manajerial | Risiko & Konsekuensi Biaya |
|---|---|---|
| 1. Kapasitas (Capacity) | Menggunakan lembur (overtime), menambah shift, atau subkontrak. | Biaya lembur mahal, risiko kualitas subkontraktor rendah. |
| 2. Tenaga Kerja (Workforce) | Merekrut saat ramai, memecat saat sepi (Hire & Fire). | Biaya pesangon/training tinggi, moral karyawan hancur. |
| 3. Persediaan (Inventory) | Produksi konstan, simpan stok saat sepi untuk dipakai saat ramai. | Biaya simpan (holding cost) tinggi, risiko barang rusak/usang. |
2. Tiga Strategi Murni (Pure Strategies)
Bagaimana perusahaan memilih kombinasi tuas di atas? Ada tiga pendekatan klasik:
Produksi persis mengikuti permintaan. Kapasitas & tenaga kerja naik-turun. Cocok untuk: Jasa/Service yang tidak bisa disimpan.
Produksi konstan sepanjang tahun. Mengandalkan inventori sebagai penyangga. Cocok untuk: Pabrik padat modal (mesin mahal).
Kombinasi keduanya. Menggunakan lembur saat puncak, tapi menjaga inti tenaga kerja tetap stabil.
3. Studi Kasus Perhitungan: Level vs Chase
🧮 Simulasi Sederhana
Permintaan: Bulan 1 (100 unit), Bulan 2 (300 unit). Kapasitas Normal = 200/bulan.
Skenario A: Level Strategy (Produksi 200/bulan)
- Bulan 1: Produksi 200 (Sisa 100 disimpan).
- Bulan 2: Produksi 200 + Stok 100 = 300 (Terpenuhi).
- Biaya Utama: Holding Cost untuk 100 unit.
Skenario B: Chase Strategy
- Bulan 1: Produksi 100 (Kurangi shift).
- Bulan 2: Produksi 300 (Lembur gila-gilaan).
- Biaya Utama: Overtime + Biaya Idle.
Insight: Pilihlah strategi yang total biayanya paling rendah bagi perusahaan Anda.
SESI 08-B: Sales & Operations Planning (S&OP)
Definisi: S&OP adalah proses pengambilan keputusan lintas fungsi untuk menyelaraskan Sales, Marketing, Operasi, dan Keuangan dalam satu rencana terpadu (Single Plan).
1. Mengapa S&OP Sangat Vital?
Tanpa S&OP, setiap departemen bekerja dengan agendanya sendiri (Silo Mentality):
- Sales: Ingin stok banyak agar tidak pernah stockout (Optimis).
- Operasi: Ingin produksi stabil agar efisien (Konservatif).
- Finance: Ingin stok minimum agar cash flow bagus.
S&OP memaksa mereka duduk satu meja untuk menyepakati satu angka.
2. Siklus Bulanan S&OP
S&OP bukan rapat sekali jadi, tapi siklus bulanan yang disiplin:
Mengumpulkan data penjualan aktual bulan lalu & stok terkini.
Sales & Marketing membuat unconstrained forecast (apa yang bisa dijual).
Operasi mengecek kapasitas. Apakah pabrik sanggup memenuhi forecast sales?
Direksi mengambil keputusan final jika ada gap antara Demand & Supply.
“S&OP is about decision making, not just sharing numbers.”
Jika dalam rapat S&OP tidak ada keputusan sulit yang diambil (misal: membatalkan promosi karena pabrik penuh, atau menyetujui lembur), maka itu bukan S&OP, itu hanya arisan.
🎥 Video Suplemen: Memahami S&OP
Sumber: YouTube (Referensi Tambahan)
Ringkasan Eksekutif Sesi 08
- Technical vs Managerial: Aggregate Planning adalah alat teknis (hitungan), S&OP adalah proses manajerial (rapat & keputusan).
- Trade-off: Inti perencanaan adalah menyeimbangkan biaya kapasitas, biaya inventori, dan biaya backlog.
- Alignment: Tujuan akhir S&OP adalah “One Set of Numbers” yang disepakati seluruh fungsi perusahaan.
- Chopra, S., & Meindl, P. (2023). Supply chain management: Strategy, planning, and operation. Pearson.
- Wallace, T. F., & Stahl, R. A. (2008). Sales & operations planning: The how-to handbook. T. F. Wallace & Company.