Regression Models for Categorical and Nonlinear Data
Statistika Bisnis: Learning Guide & Materi Tambahan
Bagian ini menjelaskan model regresi yang digunakan ketika variabel dependen atau independen bersifat kategorik, nominal, ordinal, atau tidak kontinu. Materi ini sangat relevan dengan praktik penelitian di Indonesia, di mana data skala Likert sering kali dianalisis menggunakan regresi linear berganda tanpa mempertimbangkan asumsi model.
Banyak penelitian menggunakan regresi linear berganda untuk data Likert (ordinal), data kategorik, atau variabel dummy, tanpa justifikasi metodologis yang memadai.
Mengapa Regresi Linear Tidak Selalu Tepat?
Regresi linear klasik mensyaratkan bahwa:
- Variabel dependen berskala numerik dan kontinu.
- Hubungan antar variabel bersifat linear.
- Residual berdistribusi normal dan homoskedastik.
Implikasi: Jika variabel dependen berupa kategori, peringkat (ordinal), atau probabilitas, maka regresi linear dapat menghasilkan estimasi yang bias dan interpretasi yang menyesatkan.
1. Dummy Regression (Categorical X)
Regresi dummy digunakan ketika variabel independen bersifat kategorik (nominal), tetapi variabel dependen tetap numerik kontinu.
- Variabel kategorik dikodekan menjadi dummy (0–1).
- Satu kategori dijadikan reference group.
Dummy: X = 1 (Pusat Kota), X = 0 (Pinggiran).
2. Logistic Regression (Binary Outcome)
Digunakan ketika variabel dependen bersifat dikotomik (0/1). Contoh: Ya/Tidak, Lulus/Tidak Lulus.
- Model memprediksi probabilitas, bukan nilai langsung.
- Mencegah prediksi < 0 atau > 1 yang tidak masuk akal.
3. Multinomial Logistic Regression
Digunakan ketika variabel dependen bersifat nominal dengan lebih dari dua kategori dan tidak memiliki urutan alami.
Kesalahan Umum: Menggunakan regresi linear berganda untuk variabel dependen nominal.
4. Ordinal Logistic Regression
Digunakan ketika variabel dependen bersifat ordinal (memiliki urutan, tetapi jarak antar kategori tidak pasti).
Model mempertahankan struktur urutan. Regresi ordinal lebih tepat secara teoritis untuk Likert.
5. Nonlinear Regression
Regresi nonlinier digunakan ketika hubungan antara X dan Y tidak dapat direpresentasikan secara linear.
- Hubungan eksponensial (pertumbuhan)
- Hubungan logaritmik (learning curve)
- Hubungan kuadratik (diminishing returns)
Ringkasan Pemilihan Model Regresi
| Jenis Data Y | Model yang Tepat |
|---|---|
| Numerik kontinu | Linear / Multiple Regression |
| Biner (0/1) | Logistic Regression |
| Nominal (>2) | Multinomial Logistic |
| Ordinal (Likert) | Ordinal Logistic |
| Nonlinear | Nonlinear Regression |
🧩 Coba-Pikir-Tindak: Logika Pemilihan Model
Kasus: Anda meneliti pengaruh harga terhadap “Loyalitas Pelanggan” yang diukur dengan skala Likert 1-5.
Klik untuk Verifikasi Metodologis
Tindak: Jika Anda ingin ketajaman riset maksimal, gunakan Ordinal Logistic Regression. Namun, jika jumlah sampel sangat besar dan distribusi normal terpenuhi, regresi linear dapat digunakan sebagai pendekatan praktis (heuristic) dengan catatan limitasi yang jelas.
Referensi & Panduan Pelaporan (Univ. Bakrie)
Materi tambahan ini bertujuan memperkuat ketepatan metodologis dalam penelitian bisnis di Indonesia. Bagian ini juga menjadi jembatan konseptual menuju mata kuliah Riset Bisnis.
© Aurinoworks.com | Digital Intellectual Legacy