A Cause-and-Effect Diagram, also known as an Ishikawa or fishbone diagram, is a visual tool used for root cause analysis. It helps teams identify, sort, and display all the possible causes of a specific problem (the “effect”) by graphically categorizing them into related areas.
Purpose and Benefits
The primary goal of a cause-and-effect diagram is to go beyond the symptoms of a problem to identify the underlying system or process issues that contribute to the effect.
Benefits include:
- Structured Brainstorming: Provides a structured way to brainstorm potential causes, ensuring all perspectives are considered.
- Visual Organization: Clearly illustrates the relationships between various causal factors and the final effect.
- Collaboration: Encourages team members from different backgrounds to contribute their insights, fostering a shared understanding of the problem.
- Root Cause Identification: Helps pinpoint the true origin of a problem, which is essential for developing effective and lasting solutions.
QM Tools — Fishbone Diagram (Ishikawa) untuk Root Cause Analysis dengan Microsoft Excel
Pendekatan Sistematis dalam Quality Management
🇮🇩 Pendahuluan
Dalam kerangka Quality Management, permasalahan kualitas tidak dipandang sebagai kesalahan individu, melainkan sebagai hasil dari sistem, proses, dan keputusan manajerial. Oleh karena itu, organisasi memerlukan alat analisis yang mampu mengidentifikasi akar penyebab masalah (root causes) secara sistematis dan objektif.
Salah satu alat yang paling luas digunakan untuk tujuan tersebut adalah Fishbone Diagram atau Ishikawa Diagram. Alat ini membantu tim berpindah dari pendekatan reaktif menuju problem-solving berbasis sistem, serta menjadi fondasi penting dalam perbaikan berkelanjutan.
🇬🇧 English Note
In Quality Management, quality problems are viewed as system and process issues rather than individual failures. The Fishbone Diagram is a widely used tool for systematic root cause analysis.
🇮🇩 Konsep Dasar Fishbone Diagram
Fishbone Diagram merupakan alat analisis sebab–akibat (cause and effect) yang digunakan untuk memetakan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap suatu masalah kualitas.
Struktur dasar Fishbone Diagram meliputi:
- Effect → masalah utama yang dianalisis
- Backbone → jalur hubungan sebab–akibat
- Cause Categories → kelompok penyebab utama
- Sub-causes → penyebab spesifik
Pendekatan ini mendorong tim untuk berpikir menyeluruh dan terstruktur, bukan berdasarkan asumsi semata.
🇬🇧 Key Concept
A Fishbone Diagram is a cause-and-effect tool used to systematically explore potential root causes rather than symptoms.
🇮🇩 Fishbone Diagram dalam Perspektif Quality Management
Dalam praktik Quality Management, Fishbone Diagram digunakan untuk:
- mendukung continuous improvement,
- menghindari keputusan reaktif dan parsial,
- memperkuat analisis sebelum tahap pengendalian proses dan perbaikan berkelanjutan.
Fishbone Diagram sering digunakan bersama alat mutu lain seperti Pareto Chart, 5 Whys, dan Statistical Process Control (SPC) untuk membangun analisis yang komprehensif.
🇬🇧 Quality Perspective
Fishbone Diagrams support continuous improvement by promoting structured, system-based problem analysis.
🇮🇩 Prosedur Penyusunan Fishbone Diagram Menggunakan Microsoft Excel
Step 1 — Menyiapkan Area Kerja di Excel

[Gambar 1 – Menonaktifkan Gridlines pada Microsoft Excel]
🇮🇩
Langkah awal adalah menyiapkan area kerja yang bersih dengan menonaktifkan gridlines. Hal ini menjadikan Excel sebagai kanvas visual yang mendukung penyusunan diagram sebab–akibat secara jelas.
🇬🇧
The first step is preparing a clean workspace by turning off gridlines, allowing Excel to function as a visual canvas.
Step 2 — Menentukan Masalah Utama (The Effect)

[Gambar 2 – Penentuan Masalah Utama sebagai Kepala Fishbone]
🇮🇩
Masalah utama ditempatkan di sisi kanan diagram sebagai kepala ikan. Masalah harus dirumuskan secara spesifik dan terukur, misalnya High Defect Rate.
🇬🇧
The main problem is placed on the right side as the fish head. It should be clearly defined and measurable, such as High Defect Rate.
Step 3 — Membuat Tulang Punggung (Backbone)

[Gambar 3 – Pembuatan Backbone Fishbone Diagram]
🇮🇩
Tulang punggung berfungsi sebagai jalur logika utama yang menghubungkan seluruh penyebab dengan masalah utama.
🇬🇧
The backbone represents the main logical pathway connecting all causes to the effect.
Step 4 — Menentukan Kategori Penyebab Utama (6M)

[Gambar 4 – Kategori Penyebab Utama Menggunakan Pendekatan 6M]
🇮🇩
Dalam konteks operasi dan manufaktur, Fishbone Diagram umumnya menggunakan pendekatan 6M:
- Man, Methods, Machines, Materials, Measurement, dan Mother Nature.
Pendekatan ini memastikan seluruh dimensi sistem kerja dianalisis.
🇬🇧
The 6M framework ensures that people, processes, technology, materials, data, and environment are all considered.
Step 5 — Menambahkan Penyebab Spesifik (The Bones)

[Gambar 5 – Penambahan Penyebab Spesifik pada Setiap Kategori]
🇮🇩
Setiap kategori diuraikan menjadi penyebab yang lebih spesifik melalui diskusi dan brainstorming tim, seperti Missed Maintenance atau Old Firmware.
🇬🇧
Each category is broken down into specific causes identified through team discussion and brainstorming.
Step 6 — Pendalaman dengan Teknik 5 Whys

[Gambar 6 – Pendalaman Penyebab Menggunakan Teknik 5 Whys]
🇮🇩
Teknik 5 Whys digunakan untuk menelusuri penyebab yang lebih dalam hingga ditemukan akar masalah sistemik, misalnya Overloaded Circuit.
🇬🇧
The 5 Whys technique helps uncover deeper, systemic root causes such as Overloaded Circuit.
Step 7 — Analisis dan Penentuan Prioritas

[Gambar 7 – Identifikasi dan Prioritas Akar Masalah]
🇮🇩
Akar masalah yang paling kritis ditandai dan diprioritaskan sebagai dasar penentuan tindakan perbaikan (corrective actions).
🇬🇧
Critical root causes are highlighted and prioritized to support corrective action planning.
🇮🇩 Implikasi Manajerial
Bagi manajer, Fishbone Diagram:
- membantu memahami masalah secara holistik,
- mengurangi bias dan asumsi personal,
- memperkuat pengambilan keputusan berbasis sistem dan data.
🇬🇧 Managerial Implication
Fishbone Diagrams support managerial decision-making by promoting structured, system-oriented analysis.
🇮🇩 Penutup
Fishbone Diagram bukan sekadar alat visual, melainkan bagian dari cara berpikir dalam Quality Management. Dengan memanfaatkan Microsoft Excel, organisasi dapat melakukan analisis akar masalah secara praktis, kolaboratif, dan mudah direplikasi.
Alat ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke tahap pengendalian proses dan perbaikan berkelanjutan.
🇬🇧 Conclusion
The Fishbone Diagram is not merely a visual tool, but a core Quality Management mindset for understanding and solving problems systematically.