Modul 03: Rancangan Acak Lengkap (RAL) / Single Factor ANOVA

Modul 03: Rancangan Acak Lengkap (RAL) & ANOVA

Fokus Materi: Membandingkan Lebih dari 2 Perlakuan
Referensi: Montgomery (Ch. 3) & Buku Ajar (Bab 3: RAL)

📖 Buka Buku Bab 3

Bagaimana jika kita ingin menguji 4 jenis pupuk sekaligus? Atau 3 strategi marketing yang berbeda? Menggunakan Uji-t berkali-kali adalah kesalahan fatal. Di sinilah kita menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dalam format desain paling dasar: RAL.

1. Masalah: Mengapa Tidak Boleh Pakai Banyak Uji-t?

Misalkan kita punya 3 Obat: A, B, dan C. Kita ingin tahu mana yang paling efektif.

Jika menggunakan Uji-t (yang hanya bisa 2 sampel), kita harus melakukan 3 kali tes:

  1. A vs B
  2. B vs C
  3. A vs C
Bahaya Inflasi Error:
Setiap 1 kali uji t, ada risiko kesalahan (alpha) 5%. Jika kita melakukan 3 kali uji beruntun, risiko kesalahan kita menumpuk menjadi:
1 – (0.95 × 0.95 × 0.95) ≈ 14.3%
Ini terlalu tinggi! ANOVA hadir untuk menjaga risiko kesalahan tetap di angka 5% meskipun kita membandingkan 10 grup sekaligus.
2. Logika ANOVA: Signal vs Noise

Nama metodenya “Analisis Varians”, tapi tujuannya untuk menguji Rata-rata. Bingung? Bayangkan analogi Radio.

  • Signal (Perlakuan): Perbedaan *antar* grup (Misal: Beda rata-rata Obat A vs Obat B). Kita ingin ini besar.
  • Noise (Galat/Error): Perbedaan *di dalam* grup (Misal: Pasien 1 dan Pasien 2 sama-sama minum Obat A, tapi sembuhnya beda hari karena kondisi fisik). Kita ingin ini kecil.
Rumus F-Ratio (Statistik Uji):
$$F = \frac{\text{Varians Antar Perlakuan (Signal)}}{\text{Varians Galat/Error (Noise)}}$$

Jika F Besar → Signal lebih kuat dari Noise → Perlakuan Berpengaruh Nyata.
Jika F Kecil → Signal tenggelam oleh Noise → Tidak ada pengaruh nyata.
3. Kasus Pertanian: Dosis Nitrogen (RAL)

Rancangan Acak Lengkap (RAL) atau Completely Randomized Design digunakan jika kondisi lingkungan HOMOGEN (contoh: di Laboratorium atau Rumah Kaca).

Skenario: Peneliti menguji 4 dosis Nitrogen pada tanaman Jagung di rumah kaca yang terkontrol.

  • Faktor: Dosis Nitrogen (0, 50, 100, 150 kg/ha). Ada 4 level.
  • Ulangan (Replikasi): 5 pot per dosis.
  • Total Unit Eksperimen: 4 x 5 = 20 pot.

Hasil ANOVA (Contoh Output Software):

Source Sum of Squares df Mean Square F-Value P-Value
Perlakuan (Nitrogen) 980.5 3 326.8 15.4 0.0001
Error (Galat) 340.2 16 21.2
Total 1320.7 19

Interpretasi: Karena P-Value (0.0001) < 0.05, maka Tolak H0. Artinya: Minimal ada satu dosis Nitrogen yang memberikan hasil berbeda nyata.

4. Kasus Bisnis: Desain Kemasan Produk

RAL juga sering dipakai dalam marketing jika target pasarnya dianggap homogen.

Skenario: Perusahaan minuman ingin meluncurkan kopi baru. Mereka membuat 3 desain kemasan: Klasik, Modern, dan Minimalis.

  • Eksperimen: Kemasan ini dipajang di 15 minimarket yang memiliki profil pengunjung serupa (Homogen).
  • Randomisasi: 5 toko dapat Klasik, 5 toko Modern, 5 toko Minimalis secara acak.
  • Respon: Jumlah penjualan dalam 1 minggu.

Jika hasil F-test menunjukkan P-value > 0.05, artinya: Desain kemasan tidak mempengaruhi penjualan. Manajer bebas memilih desain mana saja yang paling murah ongkos cetaknya.


Langkah Selanjutnya…

Jika ANOVA mengatakan “Ada perbedaan nyata” (Tolak H0), pertanyaan selanjutnya adalah: “Yang mana yang beda?”

  • Apakah Dosis 150 lebih baik dari 100?
  • Atau 150 dan 100 itu sama saja, tapi keduanya lebih baik dari 0?

ANOVA tidak memberitahu detail tersebut. Untuk mengetahuinya, kita butuh Uji Lanjut (Post Hoc Test) seperti Tukey atau LSD yang akan kita bahas tuntas di Modul 04.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *