Anatomi Model Jalur:
Membedah Struktur Laten
Gambar yang salah mencerminkan logika yang cacat. Mari pahami setiap komponen dalam model Anda sebelum mulai menghitung.
Setelah memahami diagnosa masalah (Laten vs Manifest), langkah selanjutnya adalah menuangkan hipotesis ke dalam Model Jalur (Path Model).
Banyak peneliti terjebak hanya dengan “menghubungkan garis” di SmartPLS tanpa memahami filosofi di baliknya. Padahal, arah panah menentukan segalanya. Salah arah panah berarti salah rumus matematika yang digunakan software di belakang layar.
1. Kamus Visual: Lingkaran & Kotak
Dalam dunia SEM, bentuk geometri memiliki arti spesifik. Jangan tertukar:
Variabel abstrak yang tidak bisa diukur langsung.
Contoh: Loyalitas, Kepuasan.
Data riil/mentah (butir pertanyaan kuesioner).
Contoh: Skor jawaban 1-5.
2. Wilayah Kerja: Outer vs Inner Model
Model PLS-SEM sebenarnya terdiri dari dua lapisan analisis yang berbeda fungsi:
Outer Model (Measurement)
Fokus: Validitas Alat Ukur.
Menjawab: “Apakah kuesioner saya akurat?”
Diuji dengan: Loading Factor, AVE, Reliabilitas.
Inner Model (Structural)
Fokus: Uji Hipotesis.
Menjawab: “Apakah X mempengaruhi Y?”
Diuji dengan: Path Coefficient, R-Square, T-Statistic.
3. Logika Arah Panah: Reflektif vs Formatif
Ini adalah bagian paling krusial. Saat menghubungkan Indikator (Kotak) ke Laten (Lingkaran), ke mana arah panahnya?
REFLEKTIF
Panah Keluar (→ Indikator)FORMATIF
Panah Masuk (→ Laten)| Aspek | Reflektif (Cerminan) | Formatif (Konstruksi) |
|---|---|---|
| Logika |
Kondisi Laten menyebabkan Indikator muncul. (Panah Keluar) |
Indikator membentuk Kondisi Laten. (Panah Masuk) |
| Sifat Indikator | Saling berkorelasi tinggi. Jika satu naik, semua ikut naik. | Bisa independen/tidak berhubungan sama sekali. |
| Contoh Bisnis |
Keuangan Sehat: Omzet naik & Profit naik adalah cerminan perusahaan sehat. |
Risiko Kebangkrutan: Utang tinggi + Cashflow macet membentuk risiko bangkrut. |
| Contoh Sosial |
Stres Kerja: Pusing, susah tidur, cemas adalah gejala dari stres. |
Status Sosial (SES): Pendidikan + Pendapatan + Jabatan membentuk status sosial. |
-
Model Formatif = “Bahan Masakan”
Telur + Tepung + Gula = Membentuk Kue. Jika telurnya hilang, kuenya gagal (atau berubah rasa). -
Model Reflektif = “Aroma Kue”
Karena kuenya enak (Laten), maka aromanya wangi DAN tampilannya cantik. Jika kuenya enak, pasti aromanya keluar. Indikator adalah efek dari kue tersebut.