Seni Pelaporan:
Menulis Hasil Tanpa “Menggoreng” Data
Data tidak pernah berbohong, hanya interpretasi kita yang sering bias. Mari akhiri riset ini dengan integritas dan keanggunan akademis.
Selamat! Anda telah melewati perjalanan panjang dari Post #1 (Filosofi) hingga Post #5 (Uji Hipotesis). Kini, Anda memiliki sekumpulan output angka di tangan. Masalahnya, bagaimana menyajikannya agar Dosen Pembimbing atau Reviewer Jurnal tersenyum puas?
Kunci dari pelaporan kuantitatif adalah: Efisien, Terstruktur, dan Jujur.
1. Blueprint Bab 4 (Urutan Wajib)
Jangan melompat-lompat. Ikuti alur logika standar jurnal internasional (standar Hair et al.) berikut ini:
- Deskripsi Responden: Siapa mereka? (Demografi sederhana).
- Evaluasi Measurement Model (Outer): Buktikan dulu alat ukurnya valid (Loading, AVE, HTMT). Wajib ada sebelum bahas hipotesis!
- Evaluasi Structural Model (Inner): Bahas R-Square ($R^2$) dan F-Square ($f^2$).
- Uji Hipotesis: Tabel Path Coefficients dan Pembahasan (Diskusi).
2. Seni Meringkas Tabel (APA Style)
Kesalahan fatal pemula adalah Copy-Paste mentah-mentah semua tabel output SmartPLS yang jumlahnya puluhan. Itu membuat skripsi Anda tebal tapi “sampah”.
Anda harus melakukan Rekapitulasi. Gabungkan beberapa metrik ke dalam satu tabel ringkas. Berikut contoh format standar APA:
| Variabel / Konstruk | Indikator | Loading Factor | AVE | Reliabilitas (CR) | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Kualitas Layanan (X1) | X1.1 | 0.850 | 0.675 | 0.890 | Valid |
| X1.2 | 0.795 | Valid | |||
| X1.3 | 0.810 | Valid | |||
| Kepuasan (Y) | Y.1 | 0.910 | 0.720 | 0.915 | Valid |
| Y.2 | 0.880 | Valid | |||
*Tips: Dengan tabel gabungan ini, Anda menghemat 3 halaman skripsi dan membuatnya jauh lebih profesional.
3. Seni Diskusi: Menjahit Data dengan Teori
Bab 4 bukan sekadar tempat pamer angka. Dosen penguji ingin melihat kemampuan analisis Anda di sini. Jangan hanya menulis ulang “Hipotesis 1 Diterima”. Itu anak SD juga bisa baca.
Anda wajib melakukan Triangulasi Pembahasan. Kaitkan temuan Anda dengan 3 elemen:
1. Pernyataan Fakta: Sebutkan hasil statistik (Signifikan/Tidak).
2. Konfirmasi Riset Terdahulu: Apakah hasil ini mendukung temuan Si A (2020) atau justru membantah temuan Si B (2019)?
3. Landasan Teori: Jelaskan mengapa hal ini terjadi menggunakan kacamata teori (misal: TAM, TPB, Maslow) yang Anda pakai di Bab 2.
A. Jika Hipotesis Diterima (Signifikan)
“Hasil ini sejalan dengan penelitian Santoso (2021) dan Smith (2019) yang menyatakan bahwa Promosi berpengaruh positif terhadap Minat Beli. Temuan ini juga mengonfirmasi Teori AIDA, di mana tahap Attention (Promosi) adalah kunci pembuka bagi Action (Pembelian).”
B. Jika Hipotesis Ditolak (Tidak Signifikan)
Jangan takut. Ini justru emas. Gunakan strategi narasi “Why Not?”:
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insentif Finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan Gen-Z (T=1.1, p>0.05). Hipotesis ditolak.”
Diskusi (Argumentasi):
“Temuan ini berbeda dengan penelitian Wijaya (2015) yang dilakukan pada generasi Boomer. Hal ini mengindikasikan pergeseran nilai kerja. Sesuai dengan Teori Motivasi Herzberg, bagi Gen-Z, uang mungkin hanya dianggap sebagai Hygiene Factor (standar), bukan Motivator utama. Mereka lebih tergerak oleh fleksibilitas dan kesehatan mental…”
Lihat bedanya? Anda mengubah “kegagalan statistik” menjadi “kritik teori” yang tajam dan berbobot.
⛔ Zona Integritas
Dalam publikasi ilmiah, ada satu dosa yang tak terampuni: HARKing (Hypothesizing After the Results are Known).
Yaitu: Anda mengubah hipotesis di Bab 2 menyesuaikan hasil di Bab 4 agar terlihat “benar semua”. Jangan lakukan ini. Biarkan data bicara apa adanya. Riset yang jujur jauh lebih berharga daripada riset yang “cantik” tapi palsu.