Modul 05: Rancangan Acak Kelompok (RAK) / Randomized Block

Modul 05: Rancangan Acak Kelompok (RAK)

Fokus: Menangani Lingkungan yang Heterogen (Blocking)
English Term: Randomized Complete Block Design (RCBD)
Referensi: Montgomery (Ch. 4) & Buku Ajar (Bab: RAK)

📖 Baca Bab RAK

Di Modul 03 (RAL), kita berasumsi semua kondisi eksperimen seragam. Namun di dunia nyata, jarang sekali kita menemukan kondisi yang sempurna. Lahan pertanian ada yang miring, manusia punya usia berbeda, mesin pabrik punya tahun pembuatan berbeda.

Jika kita mengabaikan perbedaan ini, hasil eksperimen akan bias. Solusinya adalah teknik Blocking (Pengelompokan) dalam RAK.

1. Filosofi Blocking: “Isolasi Gangguan”

Prinsip Utama: “Kelompokkan unit percobaan yang mirip ke dalam satu blok.”

Tujuannya adalah menjadikan keragaman *di dalam* blok sekecil mungkin, dan keragaman *antar* blok sebesar mungkin. Dengan begitu, efek dari faktor gangguan (Nuisance Factor) bisa kita pisahkan dari error, sehingga percobaan menjadi lebih presisi.

  • Faktor Utama: Hal yang ingin kita teliti (misal: Jenis Pupuk).
  • Blok: Hal yang kita tahu mempengaruhi hasil, tapi tidak kita teliti, hanya ingin kita kontrol (misal: Tingkat kesuburan tanah).
2. Kapan Harus Memilih RAK? (Critical Thinking)

Ini adalah pertanyaan ujian yang paling sering keluar. Gunakan panduan berikut:

Kondisi Lingkungan / Unit Percobaan Rancangan yang Dipilih Alasan
HOMOGEN (Seragam)
Laboratorium, Rumah Kaca, Bahan baku satu batch.
RAL (CRD) Tidak ada sumber variasi lain selain perlakuan. Blocking tidak diperlukan (malah mengurangi derajat bebas error).
HETEROGEN 1 ARAH
Ada satu sumber keragaman yang diketahui arahnya.
RAK (RCBD) Kita perlu memblokir satu gangguan tersebut agar perbandingan perlakuan menjadi adil (apples to apples).
Rule of Thumb:
Jika Anda bisa menunjuk satu faktor luar yang membuat unit eksperimen Anda berbeda (misal: “Wah, lahan bagian sana lebih basah daripada sini”), maka WAJIB gunakan RAK.
3. Contoh Penerapan RAK

🌱 Kasus Pertanian: Kemiringan Lahan

Seorang peneliti menguji 4 Varietas Padi (V1, V2, V3, V4). Lahannya berada di lereng bukit.

  • Masalah: Bagian atas bukit tanahnya kering & kurang subur. Bagian bawah basah & subur.
  • Jika Pakai RAL: Bisa jadi V1 menang bukan karena bagus, tapi karena kebetulan tertanam di bawah bukit (tanah subur).
  • Solusi RAK:
    • Blok I (Atas): Tanam V1, V2, V3, V4 di sini.
    • Blok II (Tengah): Tanam V1, V2, V3, V4 di sini.
    • Blok III (Bawah): Tanam V1, V2, V3, V4 di sini.
  • Hasil: Kita membandingkan V1 vs V2 dalam kondisi tanah yang sama (blok demi blok).

💼 Kasus Bisnis: Efisiensi Operator Mesin

Manajer Pabrik ingin menguji 3 metode kerja baru (Metode A, B, C) untuk melihat mana yang paling cepat merakit barang.

  • Masalah: Operator (karyawan) yang merakit punya skill berbeda. Ada yang senior (cepat), ada yang trainee (lambat).
  • Faktor Blok: Skill Operator.
  • Penerapan RAK:
    • Blok 1 (Operator Senior): Diminta mencoba Metode A, lalu B, lalu C.
    • Blok 2 (Operator Junior): Diminta mencoba Metode A, lalu B, lalu C.
  • Analisis: Variasi kecepatan karena “Senior vs Junior” akan masuk ke dalam Sum of Squares Block, tidak mengganggu penilaian Metode A vs B vs C.
4. Struktur Tabel ANOVA RAK

Perbedaan utama dengan RAL adalah munculnya baris baru: Blok.

Sumber Keragaman (Source) Derajat Bebas (db) Keterangan
Kelompok (Block) r – 1 Mengukur variasi antar kelompok (misal: Beda kesuburan tanah).
Perlakuan (Treatment) t – 1 Fokus penelitian kita.
Galat (Error) (r-1)(t-1) Variasi sisa yang tidak terjelaskan.
Total rt – 1

Catatan: Efisiensi RAK terlihat jika Mean Square (KT) Blok jauh lebih besar dari KT Galat. Itu artinya tindakan pengelompokan kita berhasil mengurangi error.


Tugas Analisis

Coba bayangkan Anda ingin menguji efektivitas 3 jenis Iklan Facebook (Video, Gambar, Teks).

  • Anda menjalankannya di hari Senin, Rabu, dan Minggu.
  • Kita tahu traffic Facebook di hari Minggu jauh lebih ramai daripada hari Senin.

Pertanyaan: Apakah “Hari” harus dijadikan Faktor Blok? Mengapa? (Diskusikan di kolom komentar).

Di Modul selanjutnya (Modul 06), bagaimana jika faktor pengganggunya ada DUA? Misal: Tanahnya miring (Atas-Bawah), tapi kesuburannya juga beda (Kiri-Kanan)? Kita butuh Latin Square Design (Bujur Sangkar Latin).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *