Module 02: Applications & More Algebra
Aplikasi Persamaan, Pertidaksamaan, dan Deret dalam Riset Bisnis & Operasi. Materi LEAN, langsung ke konteks praktis.
1.1 Aplikasi Persamaan (Persamaan Biaya & Laba)
Pemodelan bisnis dimulai dari tiga komponen utama: Biaya Tetap (sewa, gaji tetap), Biaya Variabel (bahan baku per unit), dan Pendapatan. Titik impas (Break-Even Point/BEP) terjadi saat Pendapatan = Total Biaya.
Biaya tetap bulanan = Rp 5.000.000. Biaya variabel = Rp 10.000/kemasan. Harga jual = Rp 25.000/kemasan.
Misal q = jumlah kemasan. Laba = 25.000q − (10.000q + 5.000.000) = 15.000q − 5.000.000.
Untuk BEP (Laba = 0): 15.000q = 5.000.000 → q = 333,33.
Kesimpulan: UMKM harus menjual minimal 334 kemasan per bulan agar tidak rugi. Ini adalah fondasi analisis kelayakan bisnis.
1.2 & 1.3 Pertidaksamaan Linear & Aplikasinya
Dalam bisnis, kita sering berurusan dengan batasan (kendala), bukan hanya kesamaan. Aturan kunci: Membagi atau mengalikan kedua ruas dengan bilangan negatif membalik tanda pertidaksamaan.
Sebuah toko online memiliki aset lancar Rp 80.000.000 dan kewajiban lancar Rp 30.000.000. Mereka ingin mengajukan pinjaman x (yang akan menambah aset dan kewajiban secara bersamaan). Berapa maksimal pinjaman agar rasio lancar tetap ≥ 2,0?
(80.000.000 + x) / (30.000.000 + x) ≥ 2
80.000.000 + x ≥ 60.000.000 + 2x
20.000.000 ≥ x
Maksimal pinjaman yang aman adalah Rp 20.000.000. Melampaui ini, rasio lancar turun di bawah 2,0, menandakan risiko likuiditas.
1.4 Nilai Mutlak (Absolute Value) dalam Kontrol Kualitas
Nilai mutlak |x| merepresentasikan jarak dari nol. Dalam operasi dan manufaktur, ini digunakan untuk mendefinisikan toleransi atau batas penyimpangan yang diperbolehkan dari standar.
SNI mengharuskan berat bersih kopi bubuk 200 gram dengan toleransi ± 5 gram.
Model matematika: |w − 200| ≤ 5
Ini berarti: −5 ≤ w − 200 ≤ 5 → 195 ≤ w ≤ 205.
Produk dengan berat 194g atau 206g otomatis gagal QC dan harus ditolak atau ditimbang ulang. Nilai mutlak menyederhanakan penulisan batas atas dan bawah menjadi satu persamaan elegan.
1.5 Notasi Penjumlahan (Summation) & 1.6 Deret
Notasi sigma (Σ) adalah cara ringkas menjumlahkan banyak suku. Deret geometri sangat krusial untuk menghitung Present Value (nilai sekarang) dari arus kas masa depan, termasuk perencanaan dana pensiun.
Anda ingin menerima dana Rp 10.000.000 per bulan selamanya (perpetuity) mulai tahun 2027. Jika instrumen investasi memberikan return 0,5% per bulan (r = 0,005), berapa modal yang harus disiapkan?
S = 10.000.000 / (1 − (1 / 1,005)) → atau lebih sederhana: Modal = Pembayaran / Tingkat Bunga.
Modal = 10.000.000 / 0,005 = Rp 2.000.000.000.
Dengan modal Rp 2 Miliar yang menghasilkan 0,5% per bulan, bunga yang didapat persis Rp 10.000.000, sehingga pokok modal tidak pernah berkurang. Ini adalah aplikasi langsung deret geometri tak hingga untuk kebebasan finansial.
📝 Latihan Soal Pilihan (per Section)
Kerjakan soal-soal berikut untuk menguji pemahaman. Klik pada setiap soal untuk melihat jawaban.
📘 Section 1.1: Aplikasi Persamaan
Soal 1: Sebuah perusahaan menjual produk seharga Rp 50.000/unit. Biaya variabel Rp 30.000/unit dan biaya tetap Rp 40.000.000. Berapa unit yang harus dijual untuk mendapatkan laba Rp 20.000.000?
Laba = Pendapatan − Biaya Total
20.000.000 = 50.000q − (30.000q + 40.000.000)
60.000.000 = 20.000q → q = 3.000.
📘 Section 1.2: Pertidaksamaan
Soal 2: Selesaikan 5 − 2x > 11
5 − 2x > 11
−2x > 6 (kurangi 5)
x < −3 (bagi dengan −2, tanda dibalik).
📘 Section 1.4: Nilai Mutlak
Soal 3: Selesaikan |3x − 2| ≤ 7
−7 ≤ 3x − 2 ≤ 7
−5 ≤ 3x ≤ 9 (tambah 2)
−5/3 ≤ x ≤ 3 (bagi 3).
📘 Section 1.6: Deret Geometri
Soal 4: Hitung jumlah 5 suku pertama dari deret geometri dengan suku pertama a = 2 dan rasio r = 3.
Sn = a(1 − rn) / (1 − r)
S5 = 2(1 − 35) / (1 − 3) = 2(1 − 243) / (−2) = 2(−242) / (−2) = 242.
🎯 Chapter 1 Review Problems (LENGKAP)
Soal komprehensif untuk menguji penguasaan materi. Klik untuk melihat pembahasan langkah demi langkah.
Review Problem 1: Pertidaksamaan Linear
🔍 Lihat Pembahasan
2x − x > 4 − 12
x > −8
Notasi Interval: (−8, ∞)
Review Problem 2: Aplikasi Laba (Profit)
🔍 Lihat Pembahasan
Laba = 40% × 100 = 40.
Harga Pokok (Cost) = Harga Jual − Laba = 100 − 40 = 60.
Persentase laba terhadap cost = (40 / 60) × 100% = 66,67%.
Ini menjelaskan mengapa margin keuntungan di laporan keuangan (berdasarkan penjualan) terlihat lebih kecil daripada markup yang dihitung pengusaha (berdasarkan modal).
Review Problem 3: Alokasi Produksi (Pertidaksamaan)
🔍 Lihat Pembahasan
Total Biaya A = 6q + 25.000
Total Biaya B = 7,5(10.000 − q) + 30.000 = 75.000 − 7,5q + 30.000 = 105.000 − 7,5q
Kendala: (6q + 25.000) + (105.000 − 7,5q) ≤ 115.000
130.000 − 1,5q ≤ 115.000
15.000 ≤ 1,5q
q ≥ 10.000.
Jawaban: Minimal 10.000 unit harus diproduksi di Pabrik A (artinya Pabrik B memproduksi 0 unit) agar biaya tidak melebihi Rp 115.000.
Review Problem 4: Deret Aritmatika
🔍 Lihat Pembahasan
Suku 1: 32
Suku 2: 32 + 3 = 35
Suku 3: 35 + 3 = 38
Suku 4: 38 + 3 = 41
Suku 5: 41 + 3 = 44
Jawaban: 32, 35, 38, 41, 44.
Review Problem 5: Deret Geometri & Nilai Waktu Uang
🔍 Lihat Pembahasan
S5 = 100(1 − 1,025) / (1 − 1,02)
1,025 ≈ 1,10408
S5 = 100(1 − 1,10408) / (−0,02) = 100(−0,10408) / (−0,02) = 100 × 5,204 = 520,40.
Ini adalah model dasar perhitungan nilai masa depan (Future Value) dari angsuran tetap dengan bunga majemuk.