Decision Analysis (Analisis Keputusan)

Dalam sesi-sesi sebelumnya (Linear Programming), kita berasumsi bahwa semua data diketahui dengan pasti (Deterministic). Namun, dunia bisnis penuh dengan ketidakpastian. Permintaan pasar bisa naik atau turun, cuaca bisa berubah, dan pesaing bisa bereaksi tak terduga.
Pada Sesi 08 ini, kita masuk ke ranah Decision Analysis, yaitu pendekatan sistematis untuk mengambil keputusan di bawah kondisi ketidakpastian dan risiko
1. Lingkungan Pengambilan Keputusan
Secara umum, manajer menghadapi tiga jenis lingkungan keputusan:
- Decision Making under Certainty (Kepastian): Kita tahu persis apa yang akan terjadi. (Contoh: Menghitung bunga deposito bank). Ini biasanya diselesaikan dengan Linear Programming.
- Decision Making under Uncertainty (Ketidakpastian): Kita tahu pilihan alternatif dan kemungkinan kondisi pasar (States of Nature), tetapi TIDAK TAHU peluang (probabilitas) terjadinya kondisi tersebut.
- Decision Making under Risk (Risiko): Kita tahu pilihan alternatif, kondisi pasar, dan TAHU probabilitas terjadinya masing-masing kondisi (misal: 30% hujan, 70% cerah).
2. Langkah-Langkah Analisis Keputusan
Untuk memodelkan keputusan di Excel, kita harus mengikuti struktur Payoff Table (Tabel Imbal Hasil):
- List Alternatives: Pilihan tindakan yang bisa kita ambil (Baris). Contoh: Bangun Pabrik Besar, Bangun Pabrik Kecil, Tidak Bangun Pabrik.
- List States of Nature: Kondisi masa depan yang di luar kendali kita (Kolom). Contoh: Permintaan Tinggi, Sedang, Rendah.
- Determine Payoffs: Tentukan profit/loss untuk setiap kombinasi alternatif dan kondisi pasar.
3. Decision Making Under Uncertainty (File 8-1.xls)
Kasus: Thompson Lumber. Perusahaan harus memutuskan ukuran pabrik baru.
Karena tidak ada data probabilitas (sejarah), manajer menggunakan sikap psikologis untuk memilih:
A. Maximax (Optimistic)
Mencari nilai maksimum dari setiap baris, lalu pilih yang paling tinggi.
- Pola Pikir: “Saya yakin kondisi terbaik akan terjadi, mari kita ambil risiko (Go Big)!”
- Pilihan: Large Plant (Profit $200,000).
B. Maximin (Pessimistic)
Mencari nilai minimum (terburuk) dari setiap baris, lalu pilih yang paling baik dari yang terburuk tersebut (Best of the Worst).
- Pola Pikir: “Mari bermain aman. Jika badai datang, mana yang kerugiannya paling kecil?”
- Pilihan: No Plant (Profit $0) atau Small Plant (tergantung toleransi rugi).
C. Criterion of Realism (Hurwicz)
Jalan tengah antara optimis dan pesimis menggunakan koefisien $\alpha$ (alpha).
- Rumus: $(\text{Max Payoff} \times \alpha) + (\text{Min Payoff} \times (1-\alpha))$.
D. Minimax Regret (Opportunity Loss)
Mencari “rasa penyesalan” terkecil.
- Regret = (Nilai Terbaik di Kolom itu) – (Nilai Payoff Aktual).
- Kita memilih alternatif dengan Maximum Regret yang paling kecil.
[Silakan Masukkan Screenshot dari File: 8-1.xls / Sheet: 8-1B]
Tampilkan tabel “PAYOFFS” dan hasil perhitungan Maximax/Maximin di sebelah kanannya.
Gambar 8.1: Analisis Ketidakpastian pada Thompson Lumber. Terlihat berbagai kriteria menghasilkan keputusan yang berbeda (File: 8-1.xls).
4. Decision Making Under Risk (File 8-2.xls)
Sekarang, asumsikan manajer Thompson Lumber memiliki data ramalan pasar:
- High Demand: 30% (0.30)
- Moderate Demand: 50% (0.50)
- Low Demand: 20% (0.20)
Kita menggunakan metode EMV (Expected Monetary Value).
Cara Menghitung EMV
EMV adalah rata-rata tertimbang dari payoff.
$$EMV = \sum (\text{Payoff} \times \text{Probabilitas})$$
Contoh untuk Large Plant:
$$EMV = (200.000 \times 0,3) + (100.000 \times 0,5) + (-120.000 \times 0,2)$$
$$EMV = 60.000 + 50.000 – 24.000 = \mathbf{86.000}$$
[Silakan Masukkan Screenshot dari File: 8-2.xls / Sheet: 8-2B]
Pastikan terlihat kolom “Probability” dan kolom hasil “EMV”.
Gambar 8.2: Dengan memperhitungkan probabilitas, keputusan terbaik adalah membangun Large Plant karena memiliki EMV tertinggi ($86,000).
EVPI (Expected Value of Perfect Information)
Berapa harga maksimal yang layak kita bayar untuk menyewa konsultan peramal masa depan yang 100% akurat?
- EVwPI (With Perfect Info): Rata-rata payoff jika kita selalu tahu apa yang akan terjadi sebelumnya.
- EVPI = EVwPI – Max EMV
- Dalam kasus ini, nilai informasinya adalah $24,000. Jika konsultan minta bayaran $30,000, tolak tawaran itu.
5. Membuat Decision Table di Excel
Untuk tugas atau ujian, ikuti format standar ini di Excel:
- Area Input:
- Buat Tabel Utama. Baris = Alternatif Keputusan. Kolom = Kondisi Alam (States of Nature).
- Isi sel tengah dengan angka Profit/Biaya.
- Area Probabilitas:
- Taruh baris probabilitas di bawah nama kondisi alam (Total harus 1.0 atau 100%).
- Rumus EMV:
- Gunakan fungsi
=SUMPRODUCT(Range_Payoff_Baris, Range_Probabilitas_Terkunci). - Contoh:
=SUMPRODUCT(B5:D5, $B$4:$D$4). Jangan lupa kunci probabilitas dengan F4 ($).
- Gunakan fungsi
Kesimpulan
- Gunakan Maximax/Maximin jika Anda buta sama sekali tentang peluang pasar (Uncertainty).
- Gunakan EMV jika Anda memiliki data historis atau survei pasar (Risk).
- Sensitivity Analysis tetap diperlukan: Bagaimana jika peluang High Demand turun jadi 10%? Apakah Large Plant masih menguntungkan?
Tugas Mandiri:
Buka file 8-3.xls (Decision Tree). Pelajari bagaimana keputusan bertahap (Sequential Decisions) digambarkan dalam bentuk pohon keputusan menggunakan add-in TreePlan atau manual.