Project Management Sesi 12



Sesi 12: Project Risk Management (Mengelola Ketidakpastian)

Proyek yang sempurna bukan proyek yang tidak punya masalah, melainkan proyek yang sudah menyiapkan payung sebelum hujan. Manajemen Risiko adalah proses mengidentifikasi, menganalisis, dan merespons risiko yang mungkin terjadi untuk meminimalkan dampak negatif.

Siklus Manajemen Risiko

  1. Identifikasi: Apa yang bisa salah? (Contoh: Cuaca buruk, kenaikan harga semen, keterlambatan sub-kontraktor).
  2. Analisis Kualitatif: Menilai risiko berdasarkan Probability (Peluang) dan Impact (Dampak).
  3. Rencana Respon:
    • Avoid: Menghindari risiko (Misal: Mengganti material yang langka).
    • Mitigate: Mengurangi dampak (Misal: Menyediakan genset cadangan).
    • Transfer: Memindahkan risiko (Misal: Melalui Asuransi atau Sub-kontrak).
    • Accept: Menerima risiko jika dampaknya kecil.

Praktik: Memasukkan Risiko ke Perencanaan

Meskipun MS Project standar tidak memiliki tabel risiko khusus seperti software Primavera Risk Analysis, Bapak bisa melakukannya secara manual:

  1. Buffer Time: Menambahkan tugas “Contingency” di akhir fase kritis sebagai cadangan waktu.
  2. Risk Register: Menggunakan kolom kustom (Text1, Text2) di MS Project untuk memberi label pada tugas-tugas yang memiliki risiko tinggi.
  3. Simulasi: Melakukan skenario “What-If” dengan mengubah-ubah durasi tugas kritis untuk melihat seberapa jauh tanggal selesai akan bergeser.

Kontrol Manual Aurinoworks: “Di sini peran Bapak sebagai verifikator akhir sangat vital. Software mungkin menghitung risiko secara matematis, namun nurani dan pengalaman Bapak di lapanganlah yang bisa merasakan ‘getaran’ risiko yang tidak terlihat oleh algoritma. Jangan hilangkan peran kurasi manual dalam menentukan prioritas mitigasi.”

Progress: Sesi 12 dari 14

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *