Project Scheduling (Time Management)
Setelah memiliki struktur WBS yang rapi, tantangan berikutnya adalah: Berapa lama setiap pekerjaan akan berlangsung? Penjadwalan yang akurat adalah kunci agar proyek tidak mengalami overrun waktu yang berujung pada pembengkakan biaya.
Jenis Estimasi Durasi
Dalam dunia praktis, kita menggunakan beberapa pendekatan:
- Expert Judgment: Bertanya pada mandor atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman.
- Analogous Estimating: Melihat data proyek serupa di masa lalu.
- Parametric Estimating: Menggunakan standar (Misal: 1 m2 dinding bata butuh waktu X jam).
Praktik MS Project: Mengatur Durasi
Langkah krusial di MS Project adalah memastikan mode tugas berada pada Auto Scheduled.
- Auto Schedule: Klik ikon tugas, lalu pilih “Auto Schedule” (ikon kalender biru). Ini memungkinkan MS Project menghitung ulang jadwal secara otomatis jika ada perubahan.
- Memasukkan Durasi: Ketik angka di kolom Duration. Gunakan satuan:
- d untuk hari (days)
- w untuk minggu (weeks)
- h untuk jam (hours)
- Milestones: Untuk menandai momen penting (misal: “Serah Terima Kunci”), masukkan durasi 0 days. Ini akan muncul sebagai simbol Diamond di Gantt Chart.
Teknik Estimasi: Menghindari Angka Optimistis
Jangan memasukkan durasi berdasarkan tekanan atasan (Target-driven). Gunakan teknik sederhana seperti Three-Point Estimating (Optimis, Pesimis, dan Paling Mungkin) untuk mendapatkan angka yang lebih jujur.
Ingat: Microsoft Project akan menandai durasi dengan tanda tanya (?) jika Anda belum yakin. Jangan hilangkan tanda tanya tersebut sampai Anda melakukan verifikasi data.
Pesan Strategis: “Jangan biarkan software mendikte Anda sepenuhnya. Masukkan durasi berdasarkan realita lapangan, bukan hanya agar jadwal terlihat bagus di atas kertas. Kejujuran pada angka durasi adalah awal dari kontrol proyek yang sukses.”