Penulis
Aurino Djamaris
Dari Topik Penelitian ke Struktur yang Masuk Akal
Banyak mahasiswa memulai skripsi dari judul.
Sebagian memulai dari metode.
Namun skripsi yang utuh hampir selalu lahir dari cara berpikir sistem.
Systems thinking membantu mahasiswa memahami bahwa:
- skripsi bukan kumpulan bab,
- metode bukan pilihan bebas,
- dan data bukan sekadar angka atau transkrip.
Skripsi adalah satu sistem utuh.
1. Masalah Skripsi adalah Sistem, Bukan Kalimat Judul
Dalam berpikir sistem, masalah penelitian tidak berdiri sendiri.
Ia selalu terkait dengan:
- konteks organisasi,
- aktor yang terlibat,
- proses yang berjalan,
- dan tujuan yang ingin dicapai.
Mahasiswa yang berpikir sistem tidak langsung bertanya “pakai metode apa?”,
tetapi:
“Fenomena ini bagian dari sistem apa?”

2. Systems Thinking Membantu Memilih Metode (Bukan Memaksakan)
Dengan berpikir sistem, pemilihan metode menjadi konsekuensi logis, bukan preferensi.
- Jika sistem yang diteliti adalah persepsi dan makna → kualitatif
- Jika sistem yang diteliti adalah hubungan antar variabel terukur → kuantitatif
- Jika sistem masih kabur dan perlu dipahami lalu diuji → mixed methods
- Jika sistemnya adalah alur kerja atau teknologi → pengembangan sistem
- Jika sistemnya adalah keputusan optimal → pemodelan / OR
Systems thinking mencegah mahasiswa:
- mencampur istilah,
- lompat metode,
- dan salah logika sejak Bab I.

3. Skripsi sebagai Alur Sistem (Bab I–V)
Berpikir sistem membuat mahasiswa memahami bahwa:
- Bab I → konteks & gejala sistem
- Bab II → kerangka konseptual sistem
- Bab III → cara membaca dan memodelkan sistem
- Bab IV → perilaku sistem (hasil)
- Bab V → implikasi terhadap sistem
Bukan sekadar “urutan administrasi”.
4. Dampak Praktis bagi Mahasiswa
Mahasiswa yang mulai berpikir sistem:

- lebih jarang revisi besar,
- lebih konsisten dari awal sampai akhir,
- lebih mudah menjelaskan skripsinya saat sidang.
Karena yang diuji bukan hafalan metode, tetapi pemahaman terhadap sistem yang diteliti.
Penutup (untuk Mahasiswa)
Skripsi yang baik bukan yang metodenya canggih,
tetapi yang sistem berpikirnya utuh.