Riset Bisnis
Sesi 09 – Validity and Reliability Testing
Learning Guide
Sesi ini membahas pengujian kualitas instrumen penelitian, yaitu uji validitas dan reliabilitas. Uji ini bertujuan memastikan bahwa instrumen benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur dan memberikan hasil yang konsisten.
Learning Objectives
- Memahami konsep validitas dan reliabilitas
- Membedakan jenis-jenis validitas
- Melakukan uji reliabilitas instrumen
- Menentukan kelayakan instrumen untuk analisis lanjutan
1. Instrument Quality in Business Research
Instrumen penelitian yang baik harus:
- Mengukur konstruk secara tepat (valid)
- Memberikan hasil yang konsisten (reliabel)
Penegasan:
Analisis statistik yang canggih tidak dapat memperbaiki instrumen yang buruk.
2. Validity
Validitas menunjukkan sejauh mana instrumen mengukur konsep yang seharusnya diukur.
Types of Validity
- Content validity – kesesuaian isi dengan konsep
- Construct validity – kesesuaian dengan teori
- Criterion validity – hubungan dengan ukuran lain
Contoh:
Item kepuasan pelanggan harus merefleksikan pengalaman dan evaluasi pelanggan, bukan opini manajer.
3. Validity Testing (Empirical)
Dalam penelitian kuantitatif, validitas empiris biasanya diuji menggunakan korelasi item–total atau analisis faktor.
- Corrected item–total correlation
- Exploratory Factor Analysis (EFA)
Aturan Praktis:
Item dengan korelasi rendah perlu direvisi atau dihapus.
4. Reliability
Reliabilitas menunjukkan konsistensi instrumen dalam mengukur suatu konstruk.
- Cronbach’s Alpha
- Composite reliability
Aturan Umum:
Cronbach’s Alpha ≥ 0,70 menunjukkan reliabilitas yang dapat diterima.
5. Common Mistakes
- Melakukan uji reliabilitas tanpa uji validitas
- Mengabaikan item tidak valid
- Menggunakan instrumen tanpa uji coba
Kesalahan Umum:
Mempertahankan item tidak valid demi jumlah pertanyaan.
Reflective Questions
- Mengapa validitas harus diuji sebelum reliabilitas?
- Apa risiko menggunakan instrumen tidak reliabel?
- Kapan item perlu dihapus dari kuesioner?
Referensi utama: Sekaran & Bougie; Zikmund et al.