SCM Sesi 10

Inventory Management: Economies of Scale & Uncertainty

Deskripsi Sesi: Membedah dua sisi mata uang persediaan: “Cycle Inventory” untuk mengejar efisiensi skala (EOQ), dan “Safety Inventory” untuk melindungi dari ketidakpastian.

PART A: Cycle Inventory (Economies of Scale)

Cycle inventory adalah persediaan rata-rata yang timbul karena perusahaan memesan dalam lot (batch) besar untuk menghemat biaya pesan, bukan karena kebutuhan saat itu juga.

📉 The Saw-Tooth Pattern (Pola Gigi Gergaji)

Waktu (Time) →
Level Stok

Stok naik tajam saat order datang (Q), lalu turun perlahan seiring konsumsi.
Rata-rata Inventory = Q / 2

1. Trade-off Biaya: The EOQ Logic

Tujuan kita adalah meminimalkan Total Biaya Tahunan (Total Annual Cost). Ada dua kekuatan yang saling tarik-menarik:

Biaya Pesan (Ordering Cost – S)

Semakin sering pesan (Q kecil), biaya admin & transport membengkak.

Biaya Simpan (Holding Cost – H)

Semakin jarang pesan (Q besar), gudang penuh dan modal mati.

🧮 Rumus Economic Order Quantity (EOQ)

EOQ = √ [ (2 × D × S) / H ]

Contoh Kasus:

  • Permintaan (D) = 12.000 unit/tahun
  • Biaya Pesan (S) = Rp 4.000.000 / order
  • Biaya Simpan (H) = Rp 100.000 / unit / tahun

Hasil Hitungan:

EOQ = √ [ (2 × 12.000 × 4.000.000) / 100.000 ]
EOQ = √ [ 960.000.000 ] = 980 Unit

Artinya: Pesanlah 980 unit setiap kali order untuk biaya termurah.

PART B: Safety Inventory (Managing Uncertainty)

Safety inventory adalah “bantal pengaman” untuk melindungi kita dari dua musuh utama: Fluktuasi Permintaan (Demand Uncertainty) dan Keterlambatan Pemasok (Lead Time Uncertainty).

2. Agregasi Risiko (Square-Root Law)

Konsep paling *powerful* dalam manajemen risiko stok: Sentralisasi.

The Square-Root Law of Inventory:

Jika Anda menggabungkan stok dari n gudang cabang menjadi 1 gudang pusat, total safety stock Anda akan turun sebesar akar kuadrat dari n.

Contoh Riil: Menggabungkan 4 gudang daerah menjadi 1 gudang pusat akan memotong safety stock hingga 50% (karena √4 = 2).

Strategi Safety Stock Biaya Transport (Last Mile) Cocok Untuk
Desentralisasi (Banyak Gudang) Tinggi (Mahal) Rendah (Dekat User) Barang murah, fast moving (Sabun, Mie Instan).
Sentralisasi (Satu Gudang) Rendah (Efisien) Tinggi (Kirim Jauh) Barang mahal, slow moving (Sparepart Mesin, Elektronik High-end).

3. Strategi Menekan Safety Stock Tanpa Mengorbankan Layanan

Jangan asal potong stok. Gunakan strategi cerdas:

1. Component Commonality

Gunakan satu komponen standar untuk banyak produk (Contoh: Baut yang sama untuk 5 model mobil). Ini mengurangi variabilitas.

2. Postponement

Tunda perakitan akhir sampai ada pesanan (Contoh: Cat tembok dicampur warnanya di toko, bukan di pabrik).

3. Lead Time Reduction

Memotong lead time pemasok dari 4 minggu jadi 1 minggu akan drastis menurunkan kebutuhan stok pengaman.

Ringkasan Eksekutif Sesi 10

  • Cycle Stock: Adalah hasil dari motif ekonomi (menghemat biaya pesan). Dioptimalkan dengan rumus EOQ.
  • Safety Stock: Adalah biaya ketakutan (takut telat/takut lonjakan demand). Dioptimalkan dengan Agregasi & Pengurangan Lead Time.
  • The Balance: Manajer SCM harus menyeimbangkan efisiensi lot size (Cycle) dengan perlindungan risiko (Safety).

Referensi:
Chopra, S., & Meindl, P. (2023). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (8th ed.). Pearson.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *