SCM Sesi 06

Global Network Design: Mengelola Risiko & Ketidakpastian

Deskripsi Sesi: Jangan terjebak “harga murah” saat *offshoring*. Sesi ini mengajarkan cara menghitung Total Landed Cost dan menggunakan Decision Tree untuk mengambil keputusan investasi di bawah ketidakpastian.

Pendahuluan: The Offshoring Trap

Banyak manajer memindahkan pabrik ke negara bergaji rendah (Offshoring) hanya karena melihat “Unit Price” yang murah. Mereka lupa menghitung biaya tersembunyi: logistik, bea masuk, inventory in-transit, dan risiko kualitas.

“Persaingan bukan lagi antar perusahaan, tapi antar rantai pasok. Rantai pasok yang global memiliki peluang laba besar, tapi juga risiko yang eksponensial.”

1. Konsep Total Landed Cost (TLC)

Biaya barang hanyalah puncak gunung es. Untuk keputusan sourcing yang benar, hitunglah TLC:

1. Unit Price

Harga beli barang (FOB).

2. Logistics Cost

Freight (Laut/Udara), Asuransi, Handling pelabuhan.

3. Customs & Duties

Bea masuk, PPN Impor, Pajak barang mewah.

4. Inventory Cost (Hidden!)

Biaya modal mati selama barang di laut (4 minggu) + Safety stock ekstra.

5. Risk Cost (Hidden!)

Biaya keterlambatan, fluktuasi kurs, pencurian IP.

2. Manajemen Risiko Rantai Pasok

Risiko global bisa dikelompokkan menjadi tiga:

Jenis Risiko Contoh Kejadian Strategi Mitigasi
Supply Risk Pabrik vendor kebakaran, pemogokan buruh. Dual-sourcing (Jangan taruh semua telur dalam satu keranjang).
Demand Risk Perubahan selera pasar, ekonomi lesu. Aggregation (Pusatkan stok di hub regional).
Exchange Rate Risk Rupiah melemah terhadap Dolar. Natural Hedging (Jual dan beli dalam mata uang yang sama).

3. Decision Tree: Alat Pengambil Keputusan di Bawah Ketidakpastian

Bagaimana memutuskan investasi jangka panjang jika masa depan tidak pasti? Gunakan Decision Tree Analysis.

🧮 Studi Kasus: Onshore vs Offshore

Pilihan:

  • Opsi A (Offshore – China): Harga unit murah, tapi harus kontrak volume besar (Kaku).
  • Opsi B (Onshore – Lokal): Harga unit mahal, tapi boleh beli eceran (Fleksibel).

Ketidakpastian: Permintaan bisa TINGGI (50%) atau RENDAH (50%).


Analisis Skenario:

  • Jika Demand RENDAH: Opsi A (China) akan rugi besar karena gudang penuh barang tak laku. Opsi B (Lokal) aman karena bisa stop beli.
  • Jika Demand TINGGI: Opsi A (China) untung besar karena margin tebal. Opsi B (Lokal) untung tipis.

Kesimpulan NPV: Setelah dihitung dengan probabilitas, seringkali Opsi B (Fleksibel) memiliki nilai harapan (Expected Value) yang lebih tinggi karena risikonya terukur.

🎥 Tutorial: Menghitung Decision Tree di Excel

4. Strategi Hibrida (The Best of Both Worlds)

Perusahaan cerdas seperti Dell dan Apple tidak memilih salah satu, tapi keduanya:

Strategi Dell:

Gunakan komponen dasar murah dari Asia (Low Cost) via laut.
Tapi untuk produk baru/panas, gunakan kargo udara (High Speed).
Kombinasi Efisiensi + Responsivitas.

Ringkasan Eksekutif Sesi 06

  • Hidden Costs: Jangan terbuai harga unit murah. Hitung Total Landed Cost.
  • Value of Flexibility: Fleksibilitas (kemampuan mengubah volume) adalah aset berharga yang harus dihitung nilainya.
  • Analytical Tool: Gunakan Decision Tree untuk memetakan skenario terbaik dan terburuk sebelum tanda tangan kontrak jangka panjang.

Referensi:
Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (6th ed.). Pearson. (Bab 6: Designing Global Supply Chain Networks).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *