Sesi 07: Confidence Interval Estimation
Seni Menduga dengan Percaya Diri: Tombak (Point) vs Jaring (Interval)
Jangan pernah bilang “Penjualan besok pasti 100 unit”. Itu sombong dan berisiko salah.
Katakanlah “Kami 95% yakin penjualan besok ada di antara 90 sampai 110 unit”. Itu profesional.
1. Confidence Interval for Mean (Rata-rata)
Gunakan rumus yang tepat berdasarkan informasi yang Anda miliki:
A. Populasi Diketahui (σ Known)
Skenario ideal (Jarang terjadi di dunia nyata).
- Gunakan: Z-Statistic
- Distribusi: Normal Baku
B. Populasi Tidak Diketahui (σ Unknown)
Skenario nyata (Paling sering dipakai).
- Gunakan: t-Statistic
- Distribusi: Student’s t (Ekor lebih tebal)
- Kita pakai Standar Deviasi Sampel (S).
2. Confidence Interval for Proportion (%)
Digunakan untuk data Kategori (Ya/Tidak, Sukses/Gagal).
Contoh: Market Share, Rating Kepuasan, Elektabilitas Politik.
Bagian setelah tanda ± disebut Margin of Error.
3. Determining Sample Size (n)
Berapa banyak responden yang harus disurvei? Jangan asal tebak. Hitung mundur dari budget error Anda.
Untuk Mean
e = Error yang ditoleransi (misal: ± Rp 1.000)
Untuk Proporsi
e = Error yang ditoleransi (misal: ± 5%)
Tips: Jika p tidak tahu, gunakan p=0.5 (skenario paling aman).
🛠️ Cara Hitung di Excel
Excel menghitung Margin of Error (lebar sayap), bukan hasil akhir intervalnya.
| Jika σ Known | =CONFIDENCE.NORM(alpha, stdev, size) |
| Jika σ Unknown | =CONFIDENCE.T(alpha, stdev, size) |
Langkah Akhir:
Batas Bawah = Rata-rata – Hasil Rumus
Batas Atas = Rata-rata + Hasil Rumus